<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>The Moon and Sun</title>
	<atom:link href="http://wulanku.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wulanku.wordpress.com</link>
	<description>Mencari Kebenaran dan Mendapatkan Kebenaran Relatif...Love For All Hatred For None......</description>
	<lastBuildDate>Sat, 02 Jun 2007 02:54:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='wulanku.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>The Moon and Sun</title>
		<link>http://wulanku.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://wulanku.wordpress.com/osd.xml" title="The Moon and Sun" />
	<atom:link rel='hub' href='http://wulanku.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PARADIGMA PEMBELAJARAN DI ERA Cyber</title>
		<link>http://wulanku.wordpress.com/2007/05/22/paradigma-pembelajaran-di-era/</link>
		<comments>http://wulanku.wordpress.com/2007/05/22/paradigma-pembelajaran-di-era/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 May 2007 09:03:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wulanku</dc:creator>
				<category><![CDATA[refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wulanku.wordpress.com/2007/05/22/paradigma-pembelajaran-di-era/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Wulan Life long education, belajar sepanjang hayat, statement ini menyiratkan suatu makna pembelajaran yang dinamis dari makhluk yang memiliki kelebihan pemikiran dan kemampuan sebagai makhluk pembelajar yakni manusia. Semenjak mengalami evolusi bentuk tubuh dan adaptasi terhadap lingkungannya, hingga kini, manusia juga mengalami evolusi dalam segi perkembangan kemampuan berpikir dan menganalisa. Semua itu tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wulanku.wordpress.com&amp;blog=408398&amp;post=37&amp;subd=wulanku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><em><span> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Oleh : Wulan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Life long education</span></em><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">, belajar sepanjang hayat, statement ini menyiratkan suatu makna pembelajaran yang dinamis dari makhluk yang memiliki kelebihan pemikiran dan kemampuan sebagai makhluk pembelajar yakni manusia. Semenjak mengalami evolusi bentuk tubuh dan adaptasi terhadap lingkungannya, hingga kini, manusia juga mengalami evolusi dalam segi perkembangan kemampuan berpikir dan menganalisa. Semua itu tak luput dari<span>  </span>adanya perubahan paradigma perkembangan cara pandang manusia terhadap hal-hal baru,<span>  </span>pembelajaran yang tadinya hanya dilakukan berdasarkan insting belaka kemudian berkembang menjadi pembelajaran yang terorganisir sehingga memungkinkan manusia bisa mempelajari budaya dan pemikiran manusia lainnya dari belahan bumi dan lokasi yang berbeda. Maraknya institusi-institusi pendidikan pun mencerminkan mulai tumbuhnya kesadaran manusia akan pentingnya Pendidikan untuk peningkatan pembelajaran dan taraf hidup. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Seiring perkembangan teknologi, pembelajaran pun mengalami perubahan yang signifikan. Teknologi termasuk hal-hal baru yang memicu munculnya hal-hal baru lagi dibidang pembelajaran yang jauh berbeda dari pembelajaran di masanya.<span>  </span>Kebutuhan manusia akan penguasaan teknologi mendorong terciptanya mata ajar yang terkait teknologi tersebut, seperti : pada awalnya komputer dititikberatkan pada proses pengolahan data, tetapi karena teknologi yang sangat pesat, saat ini teknologi komputer sudah menjadi sarana informasi dan pendidikan khususnya teknologi internet. Dalam hal pendidikan, komputer dapat dipergunakan sebagai alat bantu (media) dalam proses belajar mengajar baik untuk guru maupun siswa yang mempunyai fungsi sebagai <strong><em>Media tutorial, alat peraga dan juga alat uji</em></strong> dimana tiap fungsi tersebut masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Sebagai media tutorial, komputer memiliki keunggulan dalam hal interaksi, menumbuhkan minat belajar mandiri serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa / anak. Tetapi interaksi komputer dengan manusia belum dapat menggantikan interaksi manusia dengan manusia, selain itu mempunyai kelemahan lain yaitu kemauan belajar mandiri yang masih rendah. Komputer sebagai alat uji memiliki keunggulan dalam keobyektifan, ketepatan dan kecepatan dalam penghitungan tetapi masih belum dapat menilai soal-soal essai, pendapat dan hal yang terkait dengan moral dan etika. Yang terakhir, sebagai media alat peraga, komputer mempunyai kelebihan dapat memperagakan percobaan tanpa adanya resiko, tetapi membutuhkan waktu dalam pengembangannya. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Maka pembelajaran di era teknologi computer yang diidentikkan dengan era <em>cyber</em> atau dunia maya jauh lebih bervariasi, bahkan berkembang lebih pesat, akses informasi dapat dengan mudah dijangkau meskipun tanpa melalui institusi Pendidikan. Ada kemungkinan seseorang yang mampu belajar mandiri tanpa melalui labeling Lembaga Pendidikan bisa memiliki kemampuan setara sarjana bahkan lebih jika bisa menghimpun informasi pembelajaran yang dibutuhkan serta menguasainya. Namun hambatan nyata yang juga dihadapi para pembelajar mandiri adalah berserakannya berbagai informasi internet dapat dengan mudah mengalihkan konsentrasi untuk menguasai bidang tertentu. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Meskipun arah pembelajaran di era cyber cenderung lebih mandiri, namun diperlukan fasilitator agar pembelajaran mandiri bisa berhasil, salah satunya untuk menghindari kebanjiran informasi internet<span>  </span>yang tidak sesuai dengan informasi yang diinginkan. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Sedangkan pembelajaran<span>  </span>bagi anak di era <em>cyber </em>menuntut kedewasaan orang tua<span>  </span>untuk mengarahkan penggunaan teknologi bagi peningkatan potensi bakat yang dimiliki anaknya. Menurut pakar psikologi pendidikan, Prof. Dr. S.C. Utami Munandar, anak berbakat berbeda dengan anak pintar. &#8220;Bakat berarti punya potensi. Sedangkan pintar bisa didapat dari tekun mempelajari sesuatu,&#8221;" jika anak berbakat tapi lingkungannya tak menunjang, ia pun tak akan berkembang.&#8221;<span>  </span>Maka orang tua maupun guru perlu memperhatikan teknologi mana yang bisa mengembangkan bakat si anak. Kalau teknologi yang digunakan adalah computer, hal yang perlu dicoba adalah dengan memperkenalkan program-program aplikasi (software) kreatif yang merangsang perkembangan syaraf motorik dan sensorik, bisa dengan aplikasi yang bersifat “edutainment” yakni perpaduan dari edukasi (pendidikan) dan entertainment (hiburan). Program aplikasi computer yang bersifat games edutainment ini bisa menumbuhkembangkan kreatifitas dan daya imajinasi. Perlengkapan multimedia yang tersedia juga bisa merangsang si anak untuk berkreasi sekaligus berinovasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Adalagi produk era cyber yang juga merubah paradigma pembelajaran, yaitu internet. Pembelajaran tak lagi dibatasi sekat ruang kelas serta komunikasi siswa guru atau siswa dengan siswa tak perlu lagi dilakukan dengan tatap muka langsung, cukup dengan berkomunikasi maya (chatting) atau mengirimkan modul maupun tugas melalui email. Untuk perkembangan pendidikan selanjutnya teknologi &#8220;Teleconference&#8221; (Konferensi interaktif secara on line dari jarak jauh) dirasakan sudah pantas di coba dan dikembangkan, karena dapat menghemat waktu, tenaga pengajar, kapasitas ruang belajar serta tidak mengenal letak geografis. Ilmu yang diajarkan pun tak sebatas modul baku yang dipersiapkan pengajarnya melainkan siswa bisa berselancar mengelilingi website-website ilmu sampai ke ujung dunia sekalipun, hingga kemungkinan besar batas ilmu antara guru dan siswanya sudah tidak lagi ada kesenjangan, bahkan bisa saja guru berbalik belajar pada siswanya. Melalui pembelajaran ini tercipta suatu hubungan guru dan siswa yang sama-sama menjadi insan pembelajar. Peran guru berubah hanya sebagai fasilitator saja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Maraknya sistem pembelajaran jarak jauh memicu menjamurnya sistem pendidikan homeschooling (pendidikan jarak jauh), institusi pendidikan baku dengan sederet pengajar dan ruangan kelas yang megah tergantikan dengan sistem pendidikan rumahan dengan orang tua atau fasilitator lain sebagai pembimbing si pem</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">belajar.*wulan—dari berbagai sumber-</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wulanku.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wulanku.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wulanku.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wulanku.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wulanku.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wulanku.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wulanku.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wulanku.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wulanku.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wulanku.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wulanku.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wulanku.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wulanku.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wulanku.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wulanku.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wulanku.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wulanku.wordpress.com&amp;blog=408398&amp;post=37&amp;subd=wulanku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wulanku.wordpress.com/2007/05/22/paradigma-pembelajaran-di-era/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6110f20169c90b5ea5d469ff2244ad0d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">wulanku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENDEPAK BAU BADAN &amp; KETOMBE DENGAN JERUK NIPIS</title>
		<link>http://wulanku.wordpress.com/2007/05/22/mendepak-bau-badan-ketombe-dengan-jeruk-nipis/</link>
		<comments>http://wulanku.wordpress.com/2007/05/22/mendepak-bau-badan-ketombe-dengan-jeruk-nipis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 May 2007 06:19:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wulanku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wulanku.wordpress.com/2007/05/22/mendepak-bau-badan-ketombe-dengan-jeruk-nipis/</guid>
		<description><![CDATA[Tanaman yang satu ini gampang ditanam dan banyak gunanya. Selain untuk pengobatan, juga merawat kecantikan. Tak heran jika kini ia banyak ditanam di pekarangan. Jeruk nipis kini menjadi salah satu pilihan untuk ditanam di lahan sempit semisal pekarangan rumah. Kenapa? Selain rajin berbuah, cara bertanamnya pun mudah. Masih ada lagi. Buah jeruk nipis ternyata juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wulanku.wordpress.com&amp;blog=408398&amp;post=36&amp;subd=wulanku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><font color="#6600ff" face="Verdana"><br />
</font></strong><font face="Verdana" size="2"><br />
<em>Tanaman yang satu ini gampang ditanam dan banyak gunanya. Selain untuk      pengobatan, juga merawat kecantikan. Tak heran jika kini ia banyak ditanam      di pekarangan.<br />
</em><br />
<a href="realview('detail_images.asp?act=1&amp;id=2807&amp;imageid=7296','detail_images','516','500');"><img src="http://www.tabloidnova.com/Articles%5CPrinting%5CXVI%5C819%5CPictures%5C7296%5C7296-W200.jpg" alt="KLIK - Detail" align="left" border="0" /></a>     Jeruk nipis kini menjadi salah satu pilihan untuk ditanam di lahan sempit      semisal pekarangan rumah. Kenapa? Selain rajin berbuah, cara bertanamnya pun      mudah. Masih ada lagi. Buah jeruk nipis ternyata juga punya banyak manfaat,      dari pengobatan sampai merawat kecantikan.</p>
<p>Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) termasuk famili Rutaceae. Memang, ia bukan      asli Indonesia. Berdasar catatan sejarah, sentra utama asal tanaman jeruk      nipis adalah Asia Tenggara, kemudian menyebar ke Afrika, Eropa, dan Amerika      Serikat. Tanaman ini masuk ke Indonesia dibawa oleh Belanda. Ada beberapa      nama lokal untuk menyebut jeruk nipis, misalnya jeruk pecel (Jawa) atau      jeruk mipis (Sunda).</p>
<p>Tenaman jeruk nipis berbentuk perdu, rimbun, dengan ketinggian sekitar      1,5-3,5 meter. Memiliki banyak cabang dan ranting berduri, perakarannya kuat      dan cukup dalam. Warna permukaan daun hijau tua mengkilap, bagian bawahnya      hijau muda. Bentuk daunnya bulat panjang dan tumpul pada bagian ujung.      Bunganya menyembul pada pucuk ranting atau ketiak daun dan tersusun dalam      bentuk karangan. Warna bunga putih kekuning-kuningan. Saat ini, ada 2 jenis      jeruk nipis yang dikenal di Indonesia:<br />
<font color="#800080"><strong>1. Jeruk Nipis Berbiji </strong></font><br />
Buahnya mengandung biji. Bentuk buah bulat, berukuran kecil (diameter      sekitar 3,5-5 cm). Ujung buah tidak berputing, rata, bahkan agak menjorok ke      dalam. Saat masih muda, buah berwarna hijau, tapi menjadi kuning      kehijau-hijauan setelah masak. Buah jenis ini biasanya tumbuh bergerombol.</p>
<p><font color="#800080"><strong>2. Jeruk Nipis Nonbiji </strong></font><br />
Sesuai namanya, jeruk nipis ini sama sekali tidak mengandung biji. Buahnya      tumbuh tidak bergerombol, bentuk bulat lonjong berukuran sebesar telur ayam.      Setelah masak, buah berwarna kuning mulus.</p>
<p><font color="#ff3300"><strong>DEMAM PUN SIRNA </strong></font><br />
Buah jeruk nipis mengandung beberapa zat. Antara lain, asam sitrun,      glikosida, lemak, kalsium, fosfor, besi, belerang, vitamin B1, vitamin C,      asam amino (triptofan, lisin), dan minyak atsiri. Dengan kandungan sebanyak      itu, jangan heran jika jeruk nipis sejak lama digunakan sebagai bahan      pengobatan. Misalnya:<br />
<font color="#008080"><strong>A.Turunkan panas anak </strong></font><br />
Sediakan 4 butir buah jeruk nipis, peras, lalu kukus airnya selama 30 menit.      Saat masih hangat, campurkan 4 butir bawang merah yang telah dilumatkan dan      sedikit ragi tape. Aduk sampai merata, lalu lumurkan ramuan ke sekujur tubuh      anak.</p>
<p><font color="#008080"><strong>B. Redakan batuk </strong></font><br />
Ingin batuk reda? Gampang, ambil saja sebutir jeruk nipis, peras, dan ambil      airnya. Tambahkan madu atau kecap sesuai selera, lalu minum pagi dan sore      hari selama 7 hari.</p>
<p><font color="#008080"><strong>C. Usir radang tenggorokan </strong></font><br />
Sediakan 1 iris jeruk nipis dan sedikit kapur sirih. Olesi irisan jeruk      nipis dengan kapur sirih, lalu panaskan dengan api kecil. Peraslah, dan      minum air hasil perasan pagi dan sore hari. Lakukan rutin selama 3 hari.<br />
***</p>
<p><font color="#ff3300"><strong><a href="realview('detail_images.asp?act=1&amp;id=2807&amp;imageid=7297','detail_images','516','500');"><img src="http://www.tabloidnova.com/Articles%5CPrinting%5CXVI%5C819%5CPictures%5C7297%5C7297-W200.jpg" alt="KLIK - Detail" align="right" border="0" /></a>CANTIK DENGAN JERUK NIPIS </strong></font><br />
Selain untuk pengobatan, jeruk nipis ternyata juga bisa dipakai untuk      merawat kecantikan.<br />
<font color="#008080"><strong>1. Mengusir bau badan </strong></font><br />
Peras jeruk nipis, campur dengan kapur sirih, lalu usapkan pada ketiak.      Lakukan 2 kali sehari, pagi dan sore. Biarkan tetap menempel selama beberapa      waktu sebelum dibasuh.</p>
<p><font color="#008080"><strong>2. Mendepak Ketombe </strong></font><br />
Peras 3 buah jeruk nipis, lalu gosokkan air perasan pada kulit kepala.      Biarkan selama 25 menit, lalu keramaslah. Ulangi dua sampai tiga kali, maka      ketombe pun lenyap.</p>
<p><font color="#008080"><strong>3. Merawat kulit muka </strong></font><br />
Kulit muka berminyak seringkali membuat penampilan jadi kusut. Ambil jeruk      nipis, lalu belah menjadi dua. Gosok-gosokkan belahan jeruk nipis pada      wajah. Kulit muka jadi putih halus, wajah pun jadi cemerlang.</p>
<p><font color="#008080"><strong>4. Diet dengan murah </strong></font><br />
Caranya gampang, rajin-rajinlah minum air jeruk nipis. Sehari tiga kali:      pagi, siang dan sore. Jangan heran jika tubuh jadi lebih ramping.<br />
*** </font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wulanku.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wulanku.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wulanku.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wulanku.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wulanku.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wulanku.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wulanku.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wulanku.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wulanku.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wulanku.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wulanku.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wulanku.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wulanku.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wulanku.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wulanku.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wulanku.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wulanku.wordpress.com&amp;blog=408398&amp;post=36&amp;subd=wulanku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wulanku.wordpress.com/2007/05/22/mendepak-bau-badan-ketombe-dengan-jeruk-nipis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6110f20169c90b5ea5d469ff2244ad0d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">wulanku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.tabloidnova.com/Articles%5CPrinting%5CXVI%5C819%5CPictures%5C7296%5C7296-W200.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">KLIK - Detail</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.tabloidnova.com/Articles%5CPrinting%5CXVI%5C819%5CPictures%5C7297%5C7297-W200.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">KLIK - Detail</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Al Quddus (1) &#8211;  Sifat Ilahi</title>
		<link>http://wulanku.wordpress.com/2007/05/13/al-quddus-1-sifat-ilahi/</link>
		<comments>http://wulanku.wordpress.com/2007/05/13/al-quddus-1-sifat-ilahi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 May 2007 00:59:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wulanku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel ahmadiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wulanku.wordpress.com/2007/05/13/al-quddus-1-sifat-ilahi/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah mengucapkan Syahadat, memohon perlindungan dan menilawatkan Al-Fatihah, Hudhur aba bersabda: Salah satu dari sifat Tuhan itu adalah Al-Quddus dan saya akan menyampaikan di hadapan saudara-saudara beberapa contoh dari para ahli tafsir di zaman dahulu dan saya pun akan memberikan ke hadapan saudara-saudara tentang arti dari Al Quddus ini dengan sedikit tafsirnya. Tajl-ul-Arus mengatakan bahwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wulanku.wordpress.com&amp;blog=408398&amp;post=35&amp;subd=wulanku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Setelah mengucapkan  Syahadat, memohon perlindungan dan menilawatkan Al-Fatihah, Hudhur aba  bersabda:</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Salah satu dari sifat  Tuhan itu adalah Al-Quddus dan saya akan menyampaikan di hadapan saudara-saudara  beberapa contoh dari para ahli tafsir di zaman dahulu dan saya pun akan  memberikan ke hadapan saudara-saudara tentang arti dari Al Quddus ini  dengan sedikit tafsirnya. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Tajl-ul-Arus mengatakan  bahwa Al-Quddus adalah satu nama Suci dari Tuhan dan yang berarti At-Thahir,  yaitu bebas dari segala macam kesalahan dan kekurangan. Al-Mubaraq adalah  Yang memiliki semua berkah-berkah; At-Taqdis berarti untuk mengkonfirmasikan  bahwa Allah itu adalah tanpa ada kesalahan dan bebas dari segala kelemahan  dan kekurangan. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Mufradat ar-Raghib mengatakan  At-Taqdis adalah kesucian yang dianugrahkan oleh Allah, yang:</font></p>
<p align="justify">                              <a name="0.1_graphic08"></a><font face="Tahoma" size="2"><img src="http://mail.google.com/mail/?name=602d557ed617fba8.jpg&amp;attid=0.1&amp;disp=vahi&amp;view=att&amp;th=112414dfa6728ced" alt="Your browser may not support display of this image." height="72" width="150" /></font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Surah Al-Ahzaab (33)  ayat 34:</font></p>
<ul>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2"><strong>………………,  dan Dia mensucikan kamu sesuci-sucinya.</strong></font></p>
</ul>
<ul>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2"> </font></p>
</ul>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Yang adalah ayat dari  Kitab Suci Al-Qur’an yang telah mendefinisikannya; ini tidaklah berarti  untuk menghilangkan kekotoran badaniyah, tetapi ini berarti untuk mensucikan  jiwa dan rohani yang ada di dalam manusia.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Di dalam kamus lainnya  dikatakan Quddus adalah satu Wujud yang keadaannya suci dan bebas dari  segala kesalahan dan kekurangan, dan Dia itu memang suci di dalam segala  halnya. Kemudian Al-Quddus itu berarti kesucian dan berkah; dengan arti  yang kira-kira sama disebutkan juga di dalam Kamus Arab-Lexicon, Lisan-ul-Arab.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Hadhrat Muslih Mau’ud  r.a. telah mengambil arti ini dari semua kamus-kamus di mana Al-Quddus  itu berarti yang sempurna dalam kesuciannya. Bukan hanya bahwa Dia itu  bebas dari noda dan ketidak-sempurnaan, tetapi Dia juga memiliki segala  macam kualitas dan yang merupakan sebuah Wujud Yang memiliki segala  kesucian serta bebas dari segala kesalahan; tidak ada pertanyaan yang  timbul tentang adanya kesalahan atau kekurangan di dalam Wujud Allah  itu. Tidak ada kesucian, keindahan dan kualitas-Nya yang seorang manusia  itu dapat memikirkannya yang tidak ada di dalam Wujud dari Tuhan ini.  Dia juga adalah perwujudan dari segala macam kualitas yang terdapat  di dalam Wujud Tuhan ini dan juga kualitas-kualitas yang pikiran intelek  manusia tidak akan mampu untuk dapat melihatnya dan itulah Yang Maha  Kuasa dan Maha Besar dari Wujud Yang Al-Quddus ini.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Sekarang saya akan menyampaikan  di hadapan saudara-saudara komentar dari para ahli tafsir yang mereka  berikan terhadap sifat yang khusus ini. Di dalam Kitab Suci Al-Qur’an  difirmankan bahwa malaikat berkata kepada Allah:</font></p>
<p align="justify">                        <a name="0.1_graphic09"></a><font face="Tahoma" size="2"><img src="http://mail.google.com/mail/?name=415fe687822bcc6f.jpg&amp;attid=0.1&amp;disp=vahi&amp;view=att&amp;th=112414dfa6728ced" alt="Your browser may not support display of this image." height="72" width="99" /></font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Surah Al-Baqarah ayat  31:   <strong>……….  Dan mensucikan Engkau  ……….. </strong></font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Penjelasannya dari ini  adalah, tafsir Ruhul Bayan menerangkan bahwa <strong><em>wa nuqaddisu laka</em></strong><em> </em>  berarti: “Ya Allah bahwa segala kesalahan dan kelemahan itu tidaklah  untuk Paduka Sri Baginda Yang Maha Agung, kami mendeklarasikan Engkau  itu adalah bebas dari semua itu dan tak ada sesuatu apa pun yang akan  digambarkan kepada Engkau” dan <em>nuqaddisu laka </em>  adalah tambahan yang untuk ditekankan. Ada orang-orang yang menterjemahkannya  bahwa kami itu menunaikan shalat adalah demi untuk-Mu dan juga dikatakan  bahwa kami membersihkan dan mensucikan diri kami serta membuang semua  hal-hal yang palsu demi untuk meraih ridha-Mu. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Allama Fakhruddin Razi  mengatakan:</font></p>
<p align="justify">                  <a name="0.1_graphic0A"></a><font face="Tahoma" size="2"><img src="http://mail.google.com/mail/?name=fdeb7540cb82e400.jpg&amp;attid=0.1&amp;disp=vahi&amp;view=att&amp;th=112414dfa6728ced" alt="Your browser may not support display of this image." height="72" width="274" /></font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Surah Al-Baqarah ayat  31:</font></p>
<ul>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2"><strong>……. Padahal  kami bertasbih memuji Engkau dan mensucikan Engkau.”  </strong></font></ul>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Bahwa ada orang-orang  yang memperlihatkan keraguannya mengapa malaikat pada waktu penciptaan  manusia itu berkata:</font></p>
<p align="justify">                  <a name="0.1_graphic0B"></a><font face="Tahoma" size="2"><img src="http://mail.google.com/mail/?name=152a7850a34d4d7d.jpg&amp;attid=0.1&amp;disp=vahi&amp;view=att&amp;th=112414dfa6728ced" alt="Your browser may not support display of this image." height="72" width="233" /></font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Surah Al-Baqarah ayat  31:</font></p>
<ul>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2"><strong>………….”  Apakah Engkau akan menjadikan di dalamnya orang-orang yang akan berbuat  kekacauan di dalamnya dan …………”</strong></font></p>
</ul>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">yang dengan memberikan  pernyataan ini adalah sama dengan mengajukan keberatannya terhadap Tuhan. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Allama Fakhruddin telah  menghilangkan keragu-raguan ini dengan mengatakan bahwa yang begini  itu salah dan tanpa ada dasarnya, atas alasan:</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Pertama-tamanya bahwa  para malaikat itu telah mengaitkan keresahan dan kekacauan itu pada  orang-orang dan bukannya kepada Adam di mana para malaikat itu mengatakan: <strong><em> wa nahnu nusabbihu bi hamdika wa nuqaddisu  laka</em></strong><em>  </em>dan dengan ber-itu tashbih berarti bahwa Engkau  itu dinyatakan sebagai bebas dari segala macam kelemahan dan kekurangan  secara pisik, untuk menyatakan bahwa Dia itu bebas dari segala macam  kesalahan dan kelemahan. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Dengan secara itu pula  Allama Razi mengatakan bahwa Al-Quddus, sifat dari Tuhan yang berarti  Al-Quddus itu digunakan untuk Tuhan, yang adalah untuk kesucian dari  perbuatan Allah dan Yang kualitas dan sifat-Nya itu dan yang di dalam  kata ini dengan arti yang lebih luas bahwa Wujud Allah itu adalah tanpa  kesalahan dan kelemahan. Jika kalian harus menguji kualitas-Nya Dia  itu, maka kemudian kalian itu harus memegang sifat Al-Quddus ini yang  menjelaskan semua kualitas dan sifat-sifat dari Tuhan tersebut.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Hadhrat Khalifatul Masih  Awwal r.a. mengatakan bahwa dengan menterjemahkan arti dari Kitab Suci  Al-Qur’an ini, kalian harus membuat artinya yang hakiki di bawah sifat  Al-Quddus-nya dari Tuhan.  Tetapi, kalian itu haruslah ingat satu hal  yang mendasar ialah sifat Al-Quddus Allah itu jangan sampai terganggu  atau terpengaruhi. Kalian harus memperhatikan sifat Al-Quddus ini ketika  kalian akan memberikan arti dari ayat-ayat Kitab Suci Al-Qur’an itu,  yang kalian pun jangan sampai membuat sebuah arti yang memberikan efek  pada sifat Tuhan Yang suci ini; bahwa semua perbuatan Dia itu dan semua  perintah-Nya itu adalah bebas dari segala kesalahan. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Di dalam tafsir Ruhul  Bayan dikatakan tentang  <strong><em>nahnu nusabbihu bihamdika</em></strong><em>   </em>yang dengan berbagai keberkatan dari-Mu itu, maka orang itu akan  dapat memberikan pujian kepada-Mu dan kami menerima Engkau bahwa semua  yang salah itu bukanlah bagi Sri Paduka Baginda dan bagi Kesucian Paduka  Baginda; ini adalah untuk mendefinisikan pelimpahan dari Tuhan; yang  berarti arti yang bagaimana pun dari ketinggian dan kedudukan tinggi,  arti apa pun yang adalah layak dari kedudukan-Mu, kami dengan ini memberikan  pernyataan tentang itu. Apa yang tidak layak bagi-Mu kami dengan ini  menyatakannya bahwa Engkau itu bebas dari hal itu. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Ada sebuah tafsir dari  Ibn Katsir yang mengatakan bahwa di bawah  <strong><em>nahnu nukassihu  bihamdika wa nukaddisu laka,</em></strong><em>  </em> bahwa ini adalah ungkapan yang terkenal yang berarti shalat-nya dan  berkatnya dari Tuhan. Banyak dari para sahabat, Abdullah bin Mashud  dan sebagainya telah mengatakan: <em>ushshalli laka   </em>bahwa Ya Allah kami mengerjakan ibadah shalat ini adalah demi untuk-Mu.   Mujahid mengatakan arti dari ayat ini adalah bahwa kami itu menghormati-Mu,  memuliakan Engkau dan menyatakan ke-Maha-pentingan Engkau. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Ada lagi artinya yang  lain daro sahabat linnya bahwa apakah mengingkari Engkau atau melakukan  sesuatu perbuatan yang tidak disukai oleh Engkau. Taksir berarti attarhiim  attahhiir bahwa untuk menyatakan Keagungan-Nya dan untuk menyatakan  tentang Kesucian-Nya. Subbuh berarti bahwa untuk menyatakan Allah itu  terbebas dari segala kesalahan dan Al-Quddus itu berarti segala kesucian  dan semua kebesran dan keagungan adalah melekat kepada-Nya. Tafsir selanjutnya  mengatakan: <strong><em>nahnu nusabbihu bi  hamdika </em></strong><em> </em>berarti:  “Ya Allah, kami menyatakan Engkau  itu adalah suci dan bebas dari segala hal yang di-hubungkan kepada Engkau  oleh orang-orang musyrik para penyembah berhala. <em>Wa nuqaddisu  laka  </em>berarti bahwa tentang apa pun yang tidak benar, yang orang-orang  kafir dan musyrik itu mengaitkannya kepada Engkau itu maka dinyatakan  bahw Engkau itu bebas dari hal itu semuanya. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Saya telah berikan rujukan  dari Hadhrat Khalifatul Masih Awwal r.a. tentang Al-Quddus, yang kutipan  sepenuhnya adalah, ia mengatakan: “Adalah benar bahwa langit dan bumi  itu semuanya memuji kepada Tuhan.  Setiap butir partikel menjadi saksi  bahwa Dia itu adalah Sang Pencipta dan Kerajaan-Nya serta pemeliharaan  kehidupannya adalah oleh Dia dan segala sesuatu itu menjadi permanent  adalah dikarenakan oleh perlindungan-Nya, keberadaan-Nya. Juga bahwa  Allahum Malik, jika Dia itu harus memberikan ganjaran dikarenakan Dia  itu adalah Sang Majikan dan jika Dia itu menghukumnya adalah bukan untuk  kekasaran atau kekerasan-Nya tetapi adalah untuk mengadakan reformasi  pada mereka. Jadi, betapa demikianlah Tuhan ini Yang Al-Quddus? Bahwa  kami itu tidak melihat sesuatu dari sifat-Nya yang dapat merugikan atau  merusakkan, bahwa Dia itu memiliki semua kualitas yang baik dan bebas  dari segala kesalahan dan kekurangan. Dengan tidak merenungkan pada  Kitab Suci Al-Qur’an, dengan gagalnya untuk dapat mengerti akan falsafah  dari sifat Tuhan itu, mereka telah menciptakan pandangan yang salah  ini bahwa kadang-kadang mereka itu memberikan arti pada sifat dari Allah  yang bertentangan dengan sifat-sifat yang lainnya. Beliau mengatakan,  saya menyampaikan kepada kalian satu prinsip bahwa kalian itu harus  senantiasa memperhatikannya pada saat kalian sedang memberikan arti  dari ayat-ayat Kitab Suci Al-Qur’an itu bahwa kalian tidak akan memberikan  arti pada ayat-ayat ini yang bertentangan dengan sifat dari Tuhan itu.  Kalian itu harus selalu memperhatikan sifat Tuhan ini dan kalian harus  memberikan arti yang sedemikian dengan berpikir dan memastikan bahwa  artinya ini tidak merugikan pada sifat Al-Quddus-Nya dari Tuhan itu.  Karena, di dalam Kamus Lexicon terdapat bermcam-macam arti untuk satu  kata yang sama. Seseorang yang punya ketidak-sucian di dalam hatinya  dapat memberikan sebuah arti yang salah dan menolak maksudnya dari Kitab  Suci Al-Qur’an. Tetapi jika kalian selalu memperhatikan bahwa arti  apa pun yang kalian berikan terhadap Kitab Suci Al-Qur’an, kalian  itu harus  memastikan bahwa arti ini tidak bertentangan dengan sifat  Al-Quddus-Nya dari Tuhan.  Pada semua kata-kata firman dari Tuhan  itu dipenuhi dengan kebenaran dan kebijaksanaan yang merefleksikan kebesaran  dari Utusan-Nya. Di sini saya juga menyebutkan peringatan dari Hadhrat  Khalifatul Masih Awwal bahwa dengan rujukannya itu beliau telah memberikan  suatu peringatan yang indah dan penuh kecintaan bagi semua para Ahmadi.   Setiap Ahmadi itu harus menyadarinya dan untuk berlomba-lomba, apakah  yang kayanya atau yang miskinnya, atau apakah laki-lakinya dan kaum  wanitanya mereka itu harus mencamkan hal ini di dalam hatinya, bahwa  adalah perlu untuk mengadakan pensucian diri serta orang itu untuk menunaikan  ibadah kepada Tuhan dan juga melakukan tugas dan kewajibannya terhadap  sesama umat manusia.  Orang yang buta huruf, mereka itu harus mengetahuinya  bahwa mereka itu harus mendeklarasikannya bahwa Tuhan itu dengan perbuatan  dan perilakunya itu. Bahwa mereka yang menjadi khadimnya dari Tuhan  Yang Al-Quddus serta percaya pada Kitabnya Y.M. Rasulullah s.a.w., harus  menjadi orang yang mengikuti Mujaddid ini, Sang Pembaharu dan Hadhrat  Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s. Jadi, untuk mendeklarasikan bahwa Allah  itu suci dan terbebas dari segala kerusakan dan kekurangan itu hanya  dapat dibuktikan dengan memperlihatkannya melalui praktek dan perbuatan  kalian. Beliau bersabda, kalian itu mengetahui ada banyak orang-orang  yang dapat meraih tingkatan ulama yang terpelajar walaupun orang ini  tidak masuk sekolah, tetapi hanya dikarenakan mendengarkan pada orang  lain dan ia pun memikirkan serta merenungkannya, apa perintahnya yang  harus diamalkannya dan apa perintah yang berupa larangan-Nya itu, seperti  yang contohnya yang sudah diberikan kepada kita oleh Y.M. Rasulullah  s.a.w. Keteguhannya dalam kepercayaannya pada sifat Quddus dari Tuhan  itu akan direfleksikan oleh seorang Ahmadi, jika ia itu mensucikan dirinya  dan mensucikan hatinya. Hanya dengan demikianlah maka kalian itu dapat  memimpin sebagai imam.  Di tempat lainnya dikatakan bahwa kalian itu  harus ingat bahwa Allah itu adalah Al-Quddus, tidak akan ada orang yang  dapat menjadi kecintaan-Nya, kecuali jika ia itu orang yang suci. Untuk  dapat memperoleh kedekatan kepada Tuhan adalah perlu untuk mensucikan  dirimu sendiri dan untuk memperoleh kedekatan pada-Nya, kalian itu perlu  bahwa doa-doamu itu diterima dan untuk bersujud kepada-Nya; tetapi sebelumnya  itu, kalian ini haruslah berusaha untuk berdoa bagimu sendiri. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Dalam hal ini Hadhrat  Muslih Mau’ud r.a. mengatakan bahwa keshalehan dari orang itu dapat  diperoleh dengan amal perbuatan yang baik dan kemudian ia itu akan mendapatkan  ganjaran atau menumbuhkan hal-hal yang baik padanya dan kebagusan dari  Allah itu adalah yang pribadi, oleh karena itu Allah itu dinamakan Al-Quddus,  tetapi orang ini tidak dapat disebut sebagai Al-Quddus, karena Tuhan  itu adalah dengan tanpa suatu kesalahan apa pun, sedangkan manusia hanya  dapat menjadi tidak salah itu dengan melalui usaha sehingga ia hanya  dapat meraih quddus itu jika dengan usahamu, engkau itu dapat berusaha  menghilangkan kekurangan dan kesalahanmu. Bukan saatnya untuk datang  kepada Tuhan jika ia itu bersalah, tetapi perlu untuk menjadi sempurna.  Tetapi seseorang manusia itu pertamanya adalah tidak sempurna, dan kemudian  secara perlahan-lahan ia mencapai kesempurnaannya. Mula-mulanya ia itu  anak-anak dan kemudian ia memperoleh akal intelligennya dan kemudian  mulai mengerjakan shalat dan kemudian dengan shalat pada setiap harinya  akan membawa dia pada tingkatan yang lebih tinggi, dan dengan 2 hari  shalat dan berdoa akan membawa dia lebih maju, dengan 3 hari shalat  dan berdoa akan membawanya ke tempat yang jauh lebih tinggi lagi,  maka  dengan cara inilah ia itu akan terus meningkat maju. Tetapi Allah, sebagaimana  Dia itu sudah suci semenjak beberpa tahun yang lalu, dan Dia itu persis  sama pada hari ini pun. Apakah Dia itu dengan sifat All-Quddus-Nya itu  baru beberapa saat yang lalu ataukah sekarang lebih banyak lagi, Dia  itu adalah Al-Quddus sejak zaman dahulu kala dan tetap demikian secara  abadi. Seorang mukmin sejati dapat mengambil bagian dari sifat Al-Quddus  Tuhan hanyalah jika mengikuti ajaran yang diberikan oleh Tuhan Yang  Al-Quddus, ketika seorang mukmin itu maju di dalam keshalehan dan ibadahnya. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Kemudian Hadhrat Muslih  Mau’ud r.a. mengatakan bahwa malaikat berkata: <em>nahnu nusabbihu  bihamdika wa nuqaddisulak </em>bahwa kami memuji Engkau dan menyatakan  bahwa Engkau adalah Satu Wujud yang memiliki segala macam kebesaran.  Kemudian beliau mengatakan selanjutnya ketika malaikat itu mengatakan  hal ini, Allah berfirman bahwa Aku meengetahui apa yang tidak kamu ketahui.   Memang benar seperti yang engkau katakan itu bahwa manusia akan menciptakan  keresahan. Mereka itu akan menciptakan kekacauan, ini Aku ketahui tetapi  engkau itu tidak tahu akan satu hal, bahwa sekarang kegiatan manusia  itu akan berada di bawah undang-undang atau hukum syari’at. Mereka  yang akan mengikuti hukum syari’at ini dan mereka yang akan maju di  dalam keshalehannya, yang dapat mengambil bagian dari Al-Quddus, mereka  itu akan melampaui kedudukan dari malaikat-malaikat. Inilah apa yang  para malaikat itu ketahui. Dengan menerangkannya lebih jauh Hadhrat  Muslih Mau’ud r.a. telah mengatakan bahwa satu hal yang patut untuk  diingat ialah pada saat dijadikannya Adam itu, apa yang Allah firmankan  itu adalah benar dan apa yang para malaikat itu katakan memang juga  benar, tetapi pada pandangan yang berbeda.  Yang Allah tunjukkan  adalah kepada mereka orang yang suci yang dilahirkan dalam keturunan  Adam dan yang dari kualitas kepengurusannya ditegakkan di bawah Adam.   Tetapi para malaikat itu lihat adalah orang-orang yang pelaku tindakan  kejahatan, orang-orang yang mengingkari perintah dari Allah,  orang-orang  yang menginginkan dan patut untuk menerima kemarahan dan kutukan dari  Allah. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Dengan penciptaan dari  Adamnya Allah ini dapat dilihat pada manifestasi dari Muhammad s.a.w.  sedangkan para malaikat itu melihat pada orang-orang yang semacam Abu  Jahal, yang di mana para malaikat itu mengkhawatirkannya.  Walaupun  benar apa yang ada dalam pikiran para malaikat itu tentang penegakan  pengganti atau khalifah dari Tuhan itu adalah benar, tetapi kekhawatiran  mereka terhadap kepengurusan yang sedemikian itu akan menjadi laknat  bagi orang-orang, ini adalah salah.  Karena kualitas dari kepengurusan  itu dinilai dengan hal-hal yang baiknya dan bukan dari mereka orang-orang  yang memperlihatkan kelemahan. Jika kalian itu meninggalkan amal perbuatan  yang baik dikarenakan adanya campur-tangan bahaya maka kalian itu tidak  akan maju. Setiap pekerjaan besar ada terdapat bahaya di dalamnya,   sebagai contohnya seorang pelajar kadang-kadang kehilangan nyawanya  dalam mencari ilmu itu, tetapi mereka itu pantang menyerah dalam pencarian  ilmu ini. Seperti itu pula halnya, ada tentara-tentara yang menjaga  dan mempertahankan Negara di mana mereka itu kehilangan nyawanya, tetapi  orang-orang itu tidak berhenti untuk masuk menjadi tentara, atau menghentikan  dari menjaga negaranya. Oleh karena itu, dengan menegakkan system pengganti  atau khilafat ini  sebagian dari orang-orang itu akan medapatkan hukuman  karena menciptakan keresahan dan kekacauan, tetapi ada sebagian lainnya  dari orang-orang yang akan menjadi kecintaan dari Tuhan dan yang kedudukannya  dinaikkan lebih tinggi daripada malaikat.  Bagian dari orang-orang  yang sukses ini adalah merupkan hasil dari kepengurusan tersebut dan  orang tidak dapat mengatakan bahwa penciptaan dari manusia itu tidak  sukses. Tetapi yang benar ialah bahwa walaupun hanya seorang individu  yang dari bagian golongan yang kedudukannya lebih tinggi itu, ini adalah  demi untuk kepentingan keseluruhan system yang harus ditegakkan, dengan  tetap memperhatikan kebijaksanaan. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Allah telah berfirman  kepada manuia-Nya yang sempurna ini:  <strong>Bahwa jika bukan karena  engkau yang telah dilahirkan ini, maka Aku  itu tidak akan menciptakan planet kosmos ini;</strong>  ini adalah hadits  qudtsi dan yang berkenaan dengan Y.M. Rasulullah s.a.w.  Beberapa orang  individu yang sempurna menerima juga wahyu ini. Orang yang sempurna  ini adalah bukti dari ini, bahwa pandangan dan tujuan dari Allah itu  ada di bawah kebijaksanaan ini.  Orang-orang yang kedudukannya  lebih besar daripada malaikat, mereka itu memuji Tuhan dan dapat dipastikan  bahwa mereka itu memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari para malaikat,  karena kejelian dari malaikat terhadap Tuhan itu terbatas. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Sebagaimana Y.M. Rasulullah  s.a.w. itu membersihkan pikiran dari orang-orang dan juga mensucikan  praktek dan perbuatan-perbuatannya. Sebegitu jauh sebagai bayangan refleksi  dari Tuhan Al-Quddus Yang hakiki ini, kami melihat manfaat dari beliau,  sebagaimana yang lama itu tetap ada dan senantiasa menjadi saksi. Khalifatul  Masih Tsani r.a. mengatakan tentang sifat Al-Quddus ini, sifat yang  kedua-Nya ada bahwa Dia itu Al-Quddus. Tentang ini difirmankan: </font></p>
<p align="justify">                  <a name="0.1_graphic0C"></a><font face="Tahoma" size="2"><img src="http://mail.google.com/mail/?name=dae5865dcabf9869.jpg&amp;attid=0.1&amp;disp=vahi&amp;view=att&amp;th=112414dfa6728ced" alt="Your browser may not support display of this image." height="72" width="227" /></font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Surah Al-Jumu’ah   (62) ayat 3:</font></p>
<ul>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2"><strong>……………  yang membacakan kepada mereka Tanda-tanda-Nya dan mensucikan mereka,  …….</strong></font></p>
</ul>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Dia juga menginginkan  agar mereka yang berada dekat kepada-Nya dan apa pun yang dikaitkan  kepada-Nya haruslah disucikan, oleh karena itu Dia telah mengirim Utusan-Nya  dengan amanat dan Tanda-tanda-Nya, sehingga beliau itu harus membacakan  ayat-ayat ini kepada mereka dan menciptakan kesucian spiritual di dalam  diri mereka. Pertama-tama beliau itu akan membersihkan pikiran mereka  dan kemudian <strong><em>yuzakkiihim</em></strong>, mensucikan mereka dalam perilaku  dan perbuatannya. Dalam hubungan, Hadhrat Muslih Mau’ud selanjutnya  mengatakan bahwa di bawah sifat Al-Quddus ini, pekerjaan dari Utusan  Allah disebutkan <em>yuzakkiihim,</em>  bahwa beliau itu mensucikan orang-orang.   Apakah cirinya dari ulama itu, itulah ia yang mengajari orang-orang  lainnya.  Orang-orang lain itu, yang dengan usahanya ini akan menjadi  orang yang terpelajar. Jadi bukti dari sifat Quddus-Nya Allah itu ialah  bahwa orang yang diutus oleh Tuhan itu mensucikan orang-orang; Nabi  Muhammad s.a.w. telah membawa setinggi-tingginya orang-orang yang tadinya  tidak sebagai manusia yang sempurna, yang dengan usahanya itu menjadi  orang-orang yang disucikan. Jadi, inilah Nabi yang sempurna dari Tuhan  Yang Al-Quddus, yang dengan pengaruh dari beliau itu maka seorang yang  biasa pun dapat menjadi orang suci. Oleh karenanya setiap orang itu  haruslah berusaha untuk datang di bawah pengaruh beliau itu, agar mereka  itu dapat mensucikan dirinya dan menjadi orang-orang mukmin yang sejati. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Sebagaimana yang telah  saya katakan bahwa perintah apa pun dan larangan apa pun yang ada di  Kitab Suci Al-Qur’an, saudara-saudara itu harus bekerja dan berbuat  dengan mengikutinya; jika kalian tidak mengikutinya, maka kita itu tidak  akan disebut sebagai yang datang dari Tuhan, kita itu tidak akan disebut  sebagai mereka yang datang kepada Muhammad  s.a.w. Sebagai akibatnya,  kita itu tidak akan memperoleh manfaat dari sifat Al-Quddus-Nya Tuhan  ini.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Hadhrat Imam Mahdi,  Masih Mau’ud a.s. dengan merujuk pada kekuatan untuk membersihkan  diri yang telah Allah berikan kepada Y.M. Rasulullah s.a.w. itu, beliau  mengatakan dengan melukiskan gambaran dari Saudi Arabia itu, beliau  mengatakan bahwa jika kalian itu melihat pada kondisinya yang rendah  dari orang-orang Arab waktu itu, di mana mereka itu melibatkan diri  di dalam berbagai macam keburukan dan kejahatan, di mana tidak ada orang  yang pernah punya pikiran bahwa orang-orang ini dapat dibersihkan dan  disucikan atau bahkan dibuat menjadi orang-orang yang memiliki akal  intelligent. Bahwa mereka itu ternyata dapat mengikuti etiket orang  normal, dan bahkan menjadi manusia yang ber-Tuhan. Sebagaimana yang  telah dijanjikan oleh Tuhan bahwa barang siapa yang menciptakan hubungan  dengan kecintaan dari-Ku, maka ia itu akan disucikan. Bukan saja ia  itu akan disucikan, tetapi akan mendapatkan pertolongan dari Ruh yang  Suci. Kemudian dunia ini pun akan mengalami sebuah perubahan revolusioner  dalam keadaan ini. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Hadhrat Imam Mahdi,  Masih Mau’ud a.s. mengatakan tentang hal ini bahwa barang siapa yang  melihat pada itu walaupun hanya dengan pandangan yang sepintas lalu  saja pun, maka ia itu akan menginggalkan keinginannya, meninggalkan  usahanya serta perbuatannya yang semula, yang di mana mereka itu terlibat  dan mereka ini kemudian memutuskan hubungan mereka dengan keburukan  serta akan menjumpai Tuhan-nya. Ini semua adalah kekuatan reformasinya  dari Y.M. Rasulullah s.a.w., Rasul yang terpilih oleh Tuhan dan yang  akan secara kekal abadi menjaga serta memberikan perhatian kepadanya.  Dengan jalan ini, dengan memikirkan kualitas baiknya itu telah membawa  para sahabat beliau s.a.w. dari kondisinya yang tadinya sangat rendah  menjadi naik meningkat setinggi langit.  Sedikit demi sedikit mereka  itu merubah dan memperbaiki keadaan kesucian diri mereka dan kedudukan  mereka terus dan senantiasa meningkat pada setiap saat. Y.M. Rasulullah  s.a.w.  menemukan mereka seperti binatang dan hewan berkaki empat, di  mana mereka tidak mengenal Tauhid dan Ke-Esaan Tuhan dan tidak tahu  tentang pensucian diri; mereka itu melibatkan diri di dalam keburukan  dan kejahatan, mereka tidak dapat membedakan mana yang baik dan mana  yang buruk; Y.M. Rasulullah s.a.w. telah mengajari mereka mengenai etiket  manusia dan membuat mereka berada di dalam masyarakat yang beradab.   Beliau mengatakan pintu ke-3 pada Ilmu Tuhan yang telah Allah buka dengan  rahmat dan kemurahan-Nya yang besar di dalam Kitab Suci Al-Qur’an  yang adalah berkah dari Tuhan, yang harus disebutkan sebagai pengaruh  yang ajaib. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Bahwa orang itu tidak  akan menyadarinya bahwa Y.M. Rasulullah s.a.w. itu adalah terbatas seperti  halnya sebuah pulau di Arabia, sepertinya mereka itu terisolir dan terpisah  dari peradaban lainnya. Sebelum kedatangannya Y.M. Rasulullah s.a.w.,  mereka itu hidup dalam kehidupan yang tanpa kedamaian. Keimanan dan  kepercayaan mereka itu sama sekali tidak menyadari akan tugas mereka  kepada Tuhan dan tugasnya kepada sesama manusia; di mana mereka itu  adalah orang-orang musyrik yang penyembah berhala dan mempunyai pikiran  yang buruk; mereka melibatkan diri di dalam mengejar kesenangan belaka.  Mereka itu telah meningkat jauh pada tingkatan yang setinggi-tingginya  dalam hal keburukan-keburukan ini; pencurian, perampokan dan pembunuhan  serta menguasai dan mengambili harta anak-anak yatim dan membunuhi anak-anak  perempuan mereka, dan mengambili hak-hak dari orang lain, yang mereka  pikir bahwa yang sedemikian itu bukanlah pekerjaan yang buruk.   Segala macam keburukan dan segala bentuk kegelapan secara umum sudah  menutupi hati-hati orang yang perompak ini. Hal yang demikian ini sudah  amat tersohornya sehingga musuh dan lawannya yang paling keras pun tidak  dapat menyangkalnya. Hal ini sudah amat terkenal sehingga mereka yang  anti Islam pun tidak dapat mengingkarinya.  Setiap orang yang jujur  mengetahuinya bahwa orang-orang tadinya jahiliyah yang dungu itu, yang  tidak suka damai, yang kotor dan terlibat di dalam keburukan serta mereka  yang tadinya kotor sama sekali dan tidak ada nilai kebaikannya sama  sekali, <strong><u>setelahnya mereka itu masuk  Islam, setelah menerima Kitab Suci Al-Qur’an, betapa perubahan yang  radikal itu telah terjadi pada mereka ini, dan betapa pengaruh dari  kata-kata Ilahi itu dan kata-kata dari  Y.M. Rasulullah s.a.w. itu, yang hanya dalam waktu yang singkat saja  telah merubah hati mereka dengan secara radikalnya.</u></strong>  </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Setelahnya masa kebodohan  jahiliyah itu, mereka telah dibuat menjadi kaya dengan kebijaksanaan.   Mereka itu begitu sudah kehilangan dan meninggalkan ini dan itu dari  rumah mereka, dari bangsa mereka, dari diri mereka sendiri, mereka telah  meninggalkan semuanya itu demi untuk menyenangkan Tuhan.  Jadi, kondisi  dan keadaan mereka semula dan perubahan radical yang telah terjadi dengan  kehidupannya yang baru ini, yang telah terjadi dengan menerima dan masuknya  mereka itu ke dalam Islam, Kitab Suci Al-Qur’an telah menjelaskannya  kepada mereka dengan begitu jelasnya sehingga seorang yang baik dan  hatinya suci itu akan mencucurkan air-matanya. Apa yang telah terjadi  itu telah merubah mereka sama sekali ke dalam sebuah dunia yang baru.   Hanya ada dua hal: Pertama-tama dalam arti bahwa nabi itu yang dengan  kekuatan reformasinya itu adalah yang paling efektif.  Sedemikian efektifnya  sehingga apa yang pernah terjadi di masa yang lampau itu tidak akan  pernah terjadi lagi.  Yang keduanya adalah bahwa Allah Yang Maha  Kuasa dengan efeknya yang besar dari firman-Nya Kitab Suci Al-Qur’an  ini, telah membuat banyak-banyak orang keluar dari kegelapan menuju  pada nur cahaya kebijaksanaan dan pada spiritual.  Ini adalah hal-hal  yang menakjubkan, tidak akan ada orang dapat menyebutkan contoh lain  dari suatu Kitab Suci lainnya yang telah dapat membawakan perubahan  yang sedemikian radikalnya. Tidak akan ada orang yang dapat menunjukkan  bukti-bukti bahwa ada sebuah Kitab lainnya dengan kualitas pengaruhnya  yang sedemikian, yang dapat membuat reformasi pada orang-orang seperti  halnya yang dibawakan oleh Kitab Suci Al-Qur’an dalam mengadakan reformasi  di antara orang-orang ini. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Hadhrat Imam Mahdi,  Masih Mau’ud a.s. mengingatkan kepada kita bahwa pengaruh dari Y.M.  Rasulullah s.a.w.  itu tidak akan berakhir, tetapi akan terus berlangsung  bahkan sampai hari ini pun. Ajaran dari Kitab Suci Al-Qur’an memberikan  efek pengaruh dan memberikan berkah-berkah yang sama, bahkan sampai  pada hari ini pun juga. Bilamana Tuhan itu adalah sama dengan Tuhan  Yang Al-Quddus itu, maka seseorang yang ingin melangkah maju menuju  kepada-Nya itu, adalah orang yang ingin mendapatkan manfaat daripada-Nya.  <strong><u> Pengaruh dari Rasul-Nya dan pengaruh dari Kitab Suci-Nya itu akan terus  berlangsung.</u></strong>  Di zaman ini pun, Dia juga telah mengirimkan  kepada kita Al-Masih dan Imam Mahdi-Nya; beliau yang merupakan kekuatan  untuk mengadakan reformasi, yang memberikan kesempatan kepada kita untuk  mendapatkan manfaat dari Tuhan Yang Al-Quddus ini.</font><br />
<font face="Tahoma" size="2">Semoga Allah Taala memberikan  kemampuan kepada kita untuk dapat meraih hal ini. Aamiiin.</font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wulanku.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wulanku.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wulanku.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wulanku.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wulanku.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wulanku.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wulanku.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wulanku.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wulanku.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wulanku.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wulanku.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wulanku.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wulanku.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wulanku.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wulanku.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wulanku.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wulanku.wordpress.com&amp;blog=408398&amp;post=35&amp;subd=wulanku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wulanku.wordpress.com/2007/05/13/al-quddus-1-sifat-ilahi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6110f20169c90b5ea5d469ff2244ad0d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">wulanku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mail.google.com/mail/?name=602d557ed617fba8.jpg&#38;attid=0.1&#38;disp=vahi&#38;view=att&#38;th=112414dfa6728ced" medium="image">
			<media:title type="html">Your browser may not support display of this image.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mail.google.com/mail/?name=415fe687822bcc6f.jpg&#38;attid=0.1&#38;disp=vahi&#38;view=att&#38;th=112414dfa6728ced" medium="image">
			<media:title type="html">Your browser may not support display of this image.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mail.google.com/mail/?name=fdeb7540cb82e400.jpg&#38;attid=0.1&#38;disp=vahi&#38;view=att&#38;th=112414dfa6728ced" medium="image">
			<media:title type="html">Your browser may not support display of this image.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mail.google.com/mail/?name=152a7850a34d4d7d.jpg&#38;attid=0.1&#38;disp=vahi&#38;view=att&#38;th=112414dfa6728ced" medium="image">
			<media:title type="html">Your browser may not support display of this image.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mail.google.com/mail/?name=dae5865dcabf9869.jpg&#38;attid=0.1&#38;disp=vahi&#38;view=att&#38;th=112414dfa6728ced" medium="image">
			<media:title type="html">Your browser may not support display of this image.</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Al Quddus (2) Maha Suci;  Sifat Ilahi</title>
		<link>http://wulanku.wordpress.com/2007/05/13/al-quddus-2-maha-suci-sifat-ilahi/</link>
		<comments>http://wulanku.wordpress.com/2007/05/13/al-quddus-2-maha-suci-sifat-ilahi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 May 2007 00:58:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wulanku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel ahmadiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wulanku.wordpress.com/2007/05/13/al-quddus-2-maha-suci-sifat-ilahi/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah mengucapkan Syahadat, memohon perlindungan dan menilawatkan Al-Faatihah, Hudhur aba selanjutnya menilawatkan ayat dari Kitab Suci Al-Qur’an: Surah An-Nahl (16) ayat 103: Katakanlah, “Telah menurunkannya Ruhulqudus dari Tuhan engkau dengan kebenaran (hak), supaya Dia mengokohkan orang-orang yang beriman; dan juga sebagai petunjuk dan khabar suka bagi orang-orang muslimin (yang menyerahkan diri).” Sebagai sifat yang lainnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wulanku.wordpress.com&amp;blog=408398&amp;post=34&amp;subd=wulanku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Setelah mengucapkan  Syahadat, memohon perlindungan dan menilawatkan Al-Faatihah, Hudhur  aba selanjutnya menilawatkan ayat dari Kitab Suci Al-Qur’an:</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Surah An-Nahl (16) ayat  103:</font></p>
<ul>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2"><strong>Katakanlah,  “Telah menurunkannya Ruhulqudus dari Tuhan engkau dengan  kebenaran (hak), supaya Dia mengokohkan orang-orang yang beriman; dan  juga sebagai petunjuk dan khabar suka bagi orang-orang  muslimin (yang menyerahkan diri).” </strong></font></p>
</ul>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Sebagai sifat yang lainnya  dari Tuhan, manfaat terbanyak yang kalian dapat terima dari sifat Al-Quddus  dan jika ada seseorang yang memperoleh manfaat tertinggi dari sifat  tersebut adalah Y.M. Rasulullah s.a.w. <a name="0.1_graphic0B"></a><img src="http://mail.google.com/mail/?name=3a05e050ef0c17ff.jpg&amp;attid=0.1&amp;disp=vahi&amp;view=att&amp;th=1124f946e111a6ac" alt="Your browser may not support display of this image." height="25" width="27" />.   Beliau adalah seorang manusia yang sempurna dan nabi yang sempurna yang  mengambil pada kualitas-kualitas sempurna dari Tuhan. Allah juga telah  membuat beliau dapat mengambil warna dari sifat-sifat-Nya yang paling  terbanyak. Beliau s.a.w. juga menasihati ummatnya dengan berbagai cara,  bahwa untuk menciptakan sebuah hubungan dengan Sang Wujud Suci ini dan  untuk mendapatkan manfaatnya yang sebanyak-banyaknya, kalian itu harus  mensucikan dirimu sendiri dan menanamkan kualitas-kualitas tersebut.   Hanya dengan demikianlah maka kalian itu dapat membuat hubungan dengan  Tuhan Yang Maha Suci. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Dalam hubungan ini,  saya akan menyampaikan di hadapan saudara-saudara beberapa buah hadits  yang juga memberikan pencerahan mengenai beberapa aspek dari kehidupan  Y.M. Rasulullah s.a.w. beserta doa-doanya dan peringatan bagi orang-orang  mukminin.  Demikian juga, saya akan menyampaikan ke hadapan saudara-saudara  kutipan dari Hadhrat Masih Mau’ud a.s. <a name="0.1_graphic0C"></a><img src="http://mail.google.com/mail/?name=6f8f909c8d1bb30b.jpg&amp;attid=0.1&amp;disp=vahi&amp;view=att&amp;th=1124f946e111a6ac" alt="Your browser may not support display of this image." height="18" width="35" />  yang adalah pencinta berat kepada Y.M. Rasulullah s.a.w. dan yang adalah  hambanya serta yang merupakan sebuah Tanda dan sebuah ciri dari kekuatan  reformasinya of Y.M. Rasulullah s.a.w., caranya beliau yang mengerti  akan kedudukan dari Y.M. Rasulullah s.a.w. itu dan menceriterakannya  kepada kita. Saya akan memberikan rujukan-rujukannya ke sana. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Ada sebuah doa dari   Y.M. Rasulullah s.a.w. yang disampaikan oleh Hadhrat ‘Aisyah r.a.   Beliau mengatakan bahwa Y.M. Rasulullah s.a.w. biasa membaca doa ini  pada waktu rukuk: <strong><em>subuhun quddusun, rabbul malaikati warruh</em></strong><em>, </em>  Maha Suci  Pencipta dari malaikat dan Ruh yang Suci.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Ada pujian lainnya yang  dikerjakan oleh malaikat-malaikat dan ada riwayat lainnya, bahwa Hadhrat  Sayeed menyampaikan dari kakeknya bahwa Y.M. Rasulullah s.a.w. biasa  membaca ayat-ayat Kitab Suci Al-Qur’an ini di dalam sembahyang witirnya:   Pertam adalah  Surat-ul-A’la, kemudian Surat-ul-Kaafiruun dan  Surah Al-Ikhlaas pada rakaat yang ke-3. Setelah mengucapkan salaam,  beliau s.a.w. biasa membaca dan mengulangnya 3 kali kata-kata ini dengan  suara keras: <strong><em>Subhanal malikil-quddus</em></strong><em>,   </em>Maha Suci Wujud Yang memiliki Kedaulatan dan Yang Suci.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Ada sebuah riwayat lainnya  bahwa Y.M. Rasulullah s.a.w. bersabda tidak ada pagi yang terbit di  mana orang hidup dan seorang penyeru yang menyuarakan <strong><em>subhanal  malikil quddus</em></strong><em>, </em>Maha Suci Dia Yang Pemilik Kedaulatan  dan Al-Quddus.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Ada riwayat lainnya,  Ishara r.a. yang adalah seorang imigran, ia menyampaikan bahwa Y.M.  Rasulullah s.a.w. bersabda kalian itu harus terus mengucapkan pujian  dan taqdis ini, bahwa kalian itu harus melakukan tasbih, tahlil, bahwa  kalian itu harus menyatakan bahwa Allah itu Tunggal dan hanyalah Tuhan  dan katakanlah Laa ilaha illallah. Taqdis adalah untuk menyatakan Tuhan  Maha Suci dan tanpa ada kesalahan dan kekurangan, dan untuk menjalankannya  maka kita itu harus mensucikan diri kita demi untuk Engkau. Inilah yang  tepat bagi seorang mukmin, jika tidak begitu, maka kita dapat mengatakan  bahwa kita itu mempercayai Tuhan Suci dan mengikuti Rasul ini, yang  kekuatan sucinya lebih besar daripada nabi-nabi yang lainnya; yang manifestasinya  akan terus berlangsung sampai hari Kiamat. Tetapi jika kita tidak melakukan  pensucian diri maka ini bukanlah taqdis. Jadi, beliau mengatakan agar  kalian itu melakukan tasbih, tahlil dan taqdis serta kalian harus menghitungnya  sampai ujung telunjukmu karena pada Hari Pembalasan akan dipertanyakan  di mana semua anggota tubuh ini akan berbicara; jika tidak demikian  maka kalian akan melupakan rahmat kasih sayang Tuhan.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Doa lainnya yang telah  beliau ajarkan, yang disampaikan oleh seorang sahabat bahwa Y.M. Rasulullah  s.a.w. mengajari saya sebuah doa yang ditiupkan pada orang yang sedang  sakit. Doa itu adalah <strong>“Allah Tuhan kami yang ada langit, Ya  Allah sungguh Maha Suci Nama-Mu dan  Quddus dan Engkau Yang mengatur langit dan bumi ini. Ya Allah  sebagaimana Engkau mengadakan pengaturan di langit, semoga Engkau mengirimkan  rahmat kasih-sayang-Mu ke bumi. Ya  Allah, semoga Engkau mengampuni dosa-dosa kami   dan turunkanlah kesembuhan dari kekutan Penyembuhan-Mu.”  </strong> Kemudian Y.M. Rasulullah s.a.w. mengatakan bahwa kalian itu harus mengulangi  ayat ini sebanyak 3 kali dan juga 3 kali Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq,  and An-Naas.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Ada riwayat lainnya  yang disampaikan dalam Sarru-Sunnah bahwa Y.M. Rasulullah s.a.w. memberikan  suatu harta kepada seorang sahabat di Medinah, Abdullah bin Mas’ud.  Ia mengatakan: Ya Rasul Allah yang suci. Y.M. Rasulullah s.a.w. mengatakan  mengapa Allah itu telah membangkitkan aku?  Pasti Allah itu tidak akan  memberikan pada satu ummat satu keadaan suci sampai mereka itu memberikan  hak-haknya kepada pemiliknya yang berhak. Dengan memuji kepada Allah  sampai sejauh mana akan bermanfaat yaitu jika setiap orang yang memiliki  kewenangan itu akan memberikan hak-haknya kepada orang yang memerlukan  dan orang yang di bawahnya dengan secara adil. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Hadhrat Salama r.a.  mengatakan bahwa pernah terjadi kekurangan bahan makanan pada suatu  pertempuran dan sahabat mendatangi Y.M. Rasulullah s.a.w. meminta izin  untuk menyembelih unta-unta tunggangan, di mana Y.M. Rasulullah s.a.w.  mengizinkannya.  Ketika Hadhrat Umar berpikir apa yang akan ditunggangi  nanti selain dari unta ini, ia mendatangi Y.M. Rasulullah s.a.w. dan  mengatakan: Ya  Rasul Allah apa yang akan mereka tunggangi nanti setelah  unta ini disembelih? Y.M. Rasulullah s.a.w. mengatakan buatlah pengumuman  kepada orang-orang agar mereka membawa dan mengumpulkan semua di sini  makanan apa yang ada dan tersisa pada mereka!  Kemudian Y.M. Rasulullah  s.a.w. berdoa dan memberikan berkat pada semua makanan ini. Beliau meminta  kepada para sahabat untuk membawa semua container tempat makanan mereka  dan semua sahabat pun mengisi semua container mereka dengan makanan  tersebut. Y.M. Rasulullah s.a.w. bersabda bahwa tidak ada yang patut  disembah selain Allah dan saya adalah Rasul-Nya. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Jadi demikianlah kekuatan  suci dan efek hasil dari doa beliau yang telah dapat menghilangkan keadaan  rasa khawatir mereka dengan memberikan kepada mereka persediaan bahan  makanan yang cukup. Kekuatan suci yang telah Allah Taala berikan kepada  beliau yang dengan itu beliau telah dapat membersihkan pikiran dari  para sahabatnya sehingga apa pun yang beliau umumkan sebagai sebuah  wahyu maka para sahabat itu biasa mengikutinya. Segera sesudah mereka  mendengarnya maka mereka langsung melaksanakannya sesuai dengan itu.   Mereka akan menyelidikinya nanti bagaimana perintah itu, untuk siapakah  dan bagaimana bunyi perintah itu. Kesucian dari para sahabat beliau  saw. itu demikian tingginya sehingga saudara-saudara tidak akan dapat  menemukan bandingannya.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Ada sebuah riwayat bahwa  Hadhrat Anas bin Malik r.a. menyampaikan bahwa pada hari ketika minuman  alcohol itu dilarang, waktu saya sedang sibuk menyajikan minuman ini  di rumah. Mereka itu biasa menggunakan minuman yang khusus ini di zaman  tersebut yang dibuat dari buah anggur. Saya mendengar suara seseorang  yang meneriakkan seruan dan kemudian Abu Taha mengatakan kepada saya  untuk melihat siapa yang berseru itu dan saya mendengar orang yang meneriakkan  pengumuman, yang mengatakan bahwa alcohol itu sudah dinyatakan terlarang.  Demi Tuhan, alcohol itu ditumpahkan dan mengalir di jalan-jalan, saya  juga ikut menumpahkan alcohol ini di jalan; saya katakan bawa keluar  bejana ini dan pecahkanlah semuanya. Setelahnya itu para sahabat tidak  ada yang pernah meminum alcohol lagi. Mereka pun tidak pernah menanyakan  mengapa. Jadi, demikianlah pengaruh dari kekuatan suci Y.M. Rasulullah  s.a.w. itu terhadap para sahabat beliau. Tidak ada yang mengatakan tolong  cari tahu mengapa demikian, mengapa kami menerima perintah itu sedemikian  cepatnya, padahal selama ini kami suka minum minuman ini. Mereka yang  menegakkan standard tinggi dalam mensucikan hatinya, dengan cepat memberikan  reaksi untuk berbuat melaksanakannya. Mereka itu mengetahui bahwa perintah  untuk mensucikan hati kami dan pikiran kami adalah dari Y.M. Rasulullah  s.a.w. Walaupun pada kenyataannya mereka itu biasa minum alcohol ini,  tetapi mereka pun tahu bahwa alkohol ini merusak. Mereka sudah banyak  melihat teman-teman mereka yang menjadi mabuk berat dan melihat mereka  melakukan hal-hal yang tidak baik. Saudara pun kadang-kadang melihat  orang yang bertengkar dan berkelahi setelahnya mereka itu minum-minum.  Tetapi pensucian hati Y.M. Rasulullah s.a.w. dan para sahabatnya adalah  untuk mencari keridhaan Allah. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Ada sebuah contoh lainnya  ketika Abdullah Ibnu Saluul mengatakan hal yang tidak benar dan yang  buruk tentang Y.M. Rasulullah s.a.w. dan Rasulullah s.a.w. tetap diam  saja.  Tetapi karena orang-orang mengatakan bahwa dia itu adalah pemimpin  orang munafik di Medinah, maka anaknya datang kepada Y.M. Rasulullah  s.a.w. dan berkata: “Ya Rasul Allah, saya tahu bahwa tuan ingin menghukum  ayahku dikarenakan kata-katanya itu; tetapi jika tuan mengumumkan untuk  membunuhnya maka saya akan melakukannya. Demi Tuhan, saya tahu tentang  suku Ghiziri ini dan tidak akan ada dari mereka, orang yang akan melakukannya.  Tuan boleh saja meminta seseorang untuk menghukum dia dan orang-orang  itu tidak akan membiarkannya ia seorang diri. Maka kemudian sebagai  pembalasannya saya mungkin membunuh seorang mukmin dan bukan seorang  yang kafir, sehingga akhirnya masuk neraka. Mendengar kata-kata dari  anaknya itu ia mengatakan maka beginilah keadaannya; kami itu tidak  akan memperhatikan kesalahannya selama ia akan hidup bersama kami dan  kami pun akan berbuat baik kepadanya. Jadi, beginilah hasil efek dari  kekuatan beliau yang membawa keadaan reformasi ini yang dikarenakan  oleh pertalian dekatnya, pertalian hubungan kebapak-annya. Ia mengatakan  janganlah saya sampai dimasukkan di antara orang-orang yang tidak suci,  oleh karena itu, untuk menghilangkan kemungkinan yang dapat membawa  saya ke neraka, membawa kami menjauh dari Allah dan Rasul-Nya, maka  saya sudah siap  untuk melakukan tugas ini. Bahwa demi untuk Allah dan  Rasul-Nya saya bersedia melaksanakan hukuman terhadap ayahku itu. Tetapi  Y.M. Rasulullah s.a.w. yang memiliki kepribadian yang penuh kasih sayang  dan untuk berbuat kebaikan, beliau mengatakannya tidak, saya telah memaafkannya  dan saya akan terus memaafkan dia. Kalian tidak dapat memperbandingkan  aku dengan orang-orang yang berpikiran rendah.  Jadi, kekuatan  reformasi beliau telah dapat mempengaruhi pikiran dari mereka yang hidup  bersama beliau.  Satu kali ketika Hadhrat Ali merasa bahwa musuhnya  itu meludahi beliau dan Hadhrat Ali telah membiarkannya pergi. Ketika  beliau ditanya, beliau menjawab bahwa saya berperang adalah demi untuk  Tuhan; sekarang secara pribadi saya terlibat di dalam perasaan dendam  maka oleh karena itu saya membiarkan engkau itu pergi.  Jadi, demikianlah  perubahan shaleh yang telah dibawa oleh Y.M. Rasulullah s.a.w. kepada  para sahabat beliau.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Hadhrat Masih Mau’ud  a.s. <a name="0.1_graphic0D"></a><img src="http://mail.google.com/mail/?name=6f8f909c8d1bb30b.jpg&amp;attid=0.1&amp;disp=vahi&amp;view=att&amp;th=1124f946e111a6ac" alt="Your browser may not support display of this image." height="18" width="35" />  bersabda bahwa keadaan bagaimana pun yang ada di Saudi Arabia dan kejahatan  apa pun yang mereka itu terlibat serta caranya Y.M. Rasulullah s.a.w.  yang telah membuat sebuah perubahan besar, beliau mengatakan bahwa Islam  itu dipenuhi dengan Tanda-tanda yang menakjubkan. Nabi kita itu adalah  sedemikian harum semerbaknya yang dapat menjangkau dengan segala keberkahan-keberkahannya  pada semua jiwa yang baik. Nabi tersebut yang dibuat dari nur cahaya  dari Allah, ketika datang waktunya keburukan maka beliau memperlihatkan  wajahnya yang cantik dan yang menyebarkan harumnya minyak wangi serta  beliau menghancurkan kepalsuan. Dengan kebenarannya itu beliau mewujudkannya  dengan amat jelasnya di mana beliau membimbing orang-orang tersebut,  mereka yang tadinya tidak ada harapan untuk dapat berjumpa dengan Tuhan  mereka. Beliau menciptakan sarana untuk pembimbingan mereka yang tidak  pernah ada dalam pikiran mereka sebelumnya bahwa mereka itu dapat berjumpa  dengan Tuhan mereka dan menyembah Tuhan mereka. Mereka itu adalah seperti  orang-orang yang mati, yang di antara mereka itu tidak memiliki ilmu  tentang Tuhan atau tentang keimanan. Mereka menjalani kehidupannya dengan  perasaan putus asa dan kemudian beliau telah membimbing mereka dan membuat  mereka dengan karakter yang bagus. Bagaimana mereka itu sebelumnya?  Mereka itu adalah orang-orang musyrik yang penyembah berhala dan mereka  tidak memiliki kepercayaan akan Tauhid, keimanan terhadap Tuhan Yang  Maha Esa dan pada Hari Pembalasan.  Mereka biasa menghubungkan segalanya  pada berhala mereka; bukannya pada sifat-sifat dari Tuhan tetapi mereka  mengkaitkannya pada berhala-berhala. Yaitu bahwa bahkan untuk turunnya  hujan atau untuk didatangkannya makanan atau untuk menciptakan jabang  bayi di dalam rahim atau segala sesuatu yang berhubungan dengan kematian  atau kehidupan, mereka itu mengkaitkannya pada berhala-berhala. Setiap  orang biasa mempercayai bahwaa penolong mereka terbesar adalah berhala  yang biasa mereka sembah itu. Berhala itu menolongnya jika ia berada  dalam kesulitan; patung ini akan memberikan pahala jika ia melakukan  perbuatan yang baik dan setiap orang biasa memelihara patung berhala  tersebut dan menyembahnya. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Kemudian Hadhrat Masih  Mau’ud a.s. selanjutnya bersabda bahwa hal ini sudah tertanam di dalam  hati mareka bahwa berhala-berhala mereka itu dapat memberikan kepada  mereka semua keinginannya. Mereka punya pikiran bahwa Tuhan itu tidak  dapat menolong atau menghukum orang-orang. Kekuatan apa pun tentang  jiwa atau dari dunia atau dari tubuh manusia atau dari setiap mahluk  ciptaan, Tuhan itu telah memberikan kekuatan tersebut kepada berhala-berhala  ini sedangkan Dia-nya sendiri dikesampingkan. Dia yang memberikan kepada  mereka kebesaran, mereka mengatakan bahwa Dia telah memberikan kekuatan-kekuatan  tersebut pada patung berhala dan memberikan kepada mereka kehormatan  dan kedudukan yang besar serta memberikan kepada mereka kekuatan Tuhan.   Allah beristirahat di langit arash sana, Dia itu tidak terlibat atau  terkait di dalam kegiatannya dari hari ke hari dan hanya patung berhala  inilah  yang menghilangkan kesulitan mereka dan yang mengabulkan keinginan-keinginan  mereka. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Kemudian Hadhrat Masih  Mau’ud a.s. mengatakan bahwa orang-orang ini biasa melakukan kejahatan  dan biasa merasa bangga atas perbuatan buruknya itu. Mereka  biasa melakukan  pelacuran dan pencurian serta menindas anak-anak yatim dan biasa membunuh  orang-orang serta merampok mereka dan membunuh anak-anaknya; mereka  itu tidak ada perasaan takut atas kejahatan-kejahatannya ini. Tidak  ada perbuatan dosa yang tidak mereka lakukan dan tidak ada patung berhala  palsu yang tidak mereka sembah. Mereka telah menghancurkan semua etiket  dan ahlak moral manusia. Mereka telah membuang jauh-jauh ahlak manusiawi  dan mereka itu adalah seperti halnya binatang liar yang hidup di hutan.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Kemudian selanjutnya  Hadhrat Masih Mau’ud a.s. mengatakan bahwa mereka itu sudah melampaui  batas di dalam kejahatannya dan seperti binatang buas di hutan mereka  melakukan apa yang ingin mereka kerjakan. Mereka tidak berbuat apa-apa  kecuali minum-minum atau melakukan pekerjaan buruk lainnya; mereka biasa  mengambil hak-hak dari anak yatim. Jika ia itu mengeluarkan belanja  maka itu adalah untuk keperluan hawa nafsunya dan untuk memenuhi kesenangan  dan kegembiraannya. Mereka telah melakukan perbuatan yang jahat ini  sampai pada tingkat yang setinggi-tingginya. Mereka tidak dapat menafkahkan  bagi orang-orang miskin, kecuali untuk kegembiraan dan kesenangannya  sendiri. Inilah keadaan Arab pada saat itu; bahkan sekarang pun mereka  yang bersifat keduniawian jika saudara minta kepada mereka untuk membelanjakan  di jalan Allah, mereka merasa ragu atau mencari-cari alasan. Tetapi  mereka banyak mengeluarkan uang untuk mengejar keduniawian yang sia-sia  itu, apa pun yang mereka inginkan.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Jadi, Hadhrat Masih  Mau’ud a.s. mengatakan bahwa mereka membunuh anak-anak mereka pada  saat-saat yang sulit.  Mereka biasa membunuh anak-anak perempuan  mereka sehingga anaknya itu tidak akan kawin dengan seseorang yang tidak  mereka sukai.  Kemudian perempuan-perempuan ini biasa memiliki  hubungan di luar perkawinan mereka dan orang-orang ini adalah pelacur-pelacur.  Mereka hanya punya rasa takut atas diri mereka sendiri dan jika di sana  ada seorang yang baik di antara mereka itu, dikarenakan rasa kekhawatirannya  tentang rumah-tangganya maka ia itu tidak pernah berbicara satu patah  kata pun terhadap mereka. Jadi, orang-orang Arab ini adalah satu bangsa  yang sedemikian rupa, yang bahwa mereka itu tidak pernah mendengar suatu  nasihat atau peringatan apa pun, mereka tidak pernah tahu apa kebaikan  itu, apa amal saleh atau perbuatan baik itu dan apa keshalehan itu.   Tidak ada seorang pun yang ucapannya benar dan yang dapat memberikan  keputusan yang benar. Mereka sama sekali tidak pernah mengikuti perkataan  yang benar dan di mana mereka itu mengambil keputusan maka yang diambilnya  adalah yang berlawanan dengan keadilan; tidak ada kualitas apa pun yang  baiknya yang dapat ditemukan pada diri mereka. Jadi, dalam keadaan seperti  itu, ketika orang-orang sedang dalam penderitaan dan di dalam situasi  yang menakutkan ini di mana seluruh kehidupan mereka itu hanyalah keburukan, <strong><u> Allah Taala telah membangkitkan seorang Nabi di Mekkah</u></strong>. Mereka  itu tidak tahu apa kenabian itu, mereka ini tidak mengetahuinya. Jadi,  mereka itu telah menolak beliau dan telah mengingkari Nabi ini karena  mereka tidak memiliki ilmu di mana mereka bersikeras di dalam penolakan  dan pengingkarannya dan dalam ketidak- shalehannya itu. Y.M. Rasulullah  s.a.w. telah men-tolerir pada semua tindakan yang kelewat batas yang  telah mereka lakukan terhadap beliau itu. Beliau s.a.w. telah memperlihatkan  kasih-sayang beliau pada segala tekanan yang beliau terima dan beliau  telah menghilangkan rasa kebencian dan menggantinya dengan kecintaan.   Untuk beberapa saat Y.M. Rasulullah s.a.w. hanyalah seorang diri saja  dan beliau biasa berjalan berkeliling seperti orang yang tertolak dan  ia berdiri menghadapi keadaan yang menakutkan ini. Jadi, demikianlah  keadaan dari orang-orang Arab itu, di mana beliau s.a.w. itu dibangkitkan  di sana. Tetapi, Tuhan Yang dengan Ruh Suci-Nya yang telah mengangkat  beliau itu, telah membuat satu perubahan yang radical pada seluruh dunia  yang dibawakan melalui beliau s.a.w.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Tentang ini Hadhrat  Masih Mau’ud a.s. mengatakan tentang Y.M. Rasulullah s.a.w. bahwa  satu saatnya tiba yaitu kekasaran dan kekerasan itu dikeluarkan dan  diserahkan, yaitu kepada Y.M. Rasulullah s.a.w. Setiap orang yang baik  keluar dari keadaan yang menakutkannya dan mereka mengadakan usaha dengan  harta mereka dan dengan jiwa mereka di jalan Allah serta menggunakan  segala sumber daya mereka yang ada demi untuk Islam, mereka mengorbankan  apa yang mereka miliki. Mereka itu disembelih seperti hewan sembelihan,  hewan yang disembelih dijadikan korban. Mereka memberikan kesaksian  dan juga bukti dengan perbuatan mereka bahwa mereka itu benar-benar  tulus dalam berjuang di jalan Allah. Jadi, setelahnya mereka itu menerima  dan masuk Islam mereka itu diterangi dengan nur cahaya dan mengganti  keburukan mereka dengan keshalehan.  Kebiasaan mereka minum alkohol  diganti dengan sujud shalat mereka di malam yang gelap gulita; jadi  bukannya minum-minum sampai larut malam, tetapi mereka menggantinya  dengan beribadah kepada Tuhan, dan yang telah membuat perubahan itu  adalah dengan kekuatan Suci-nya dari Y.M. Rasulullah s.a.w.  Minum  minuman alcohol di pagi hari, yang pertama kali ia lakukan ketika baru  bangun adalah untuk minum alcohol, seperti halnya yang dilakukan oleh  para pemabuk itu, beliau telah rubah dengan dengan shalat Subuh di pagi  hari dan dengan memberikan pujian kepada Tuhan, mereka ini dengan penuh  kepastian siapa sedia untuk menyerahkan harta dan jiwanya di jalan Tuhan.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Hadhrat Masih Mau’ud  a.s. mengatakan secara singkatnya bahwa ajaran dari Kitab Suci Al-Qur’an  dan nasihat atau peringatan  dari Y.M. Rasulullah s.a.w.  itu dibagi  menjadi 3 tingkatan: </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2"><strong><u>yang pertama</u>  </strong> adalah merubah manusia hewani menjadi wujud yang memiliki etiket kemanusiawian,  dan </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2"><strong><u>yang keduanya</u></strong>   untuk merubah mereka pada ahlak moral yang baik dan sempurna, dan  </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2"><strong><u>yang ketiganya</u></strong>   ialah mengangkat mereka dari manusia yang bermoral dan membawa mereka  pada kecintaan kepada Tuhan dan yang memperoleh kedudukan yang muncul  dari Keberadaan Wujud Tuhan. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Mereka mengadakan usaha  untuk dapat meraih kesenangan, ridha dari Tuhan dan kedekatannya kepada  Tuhan dan juga dalam mencari ridha Ilahi itu mereka sudah siap untuk  menghancurkan kesenangan dan ego keakuan mereka sendiri. Jadi, demikianlah  demikian keadaannya di mana tidak ada tanda-tanda dari adanya mementingkan  diri sendiri. Hanyalah Tuhan yang tetap demikian setelahnya Tuhan itu  tetap demikian sebagai yang tunduk setelahnya kehidupan ini dan pada  kehidupan yang akan datang. Kemudian beliau mengatakan bahwa tentang  kedudukan Y.M. Rasulullah s.a.w. ini dan kekuatan dari reformasinya  serta kesucian dari jiwanya dan ketertarikannya kepada Tuhan itu, saudara-saudara  menemukannya bahwa beliau itu adalah dengan kekuatan yang sedemikian  besarnya yang beliau telah bawakan sehingga mendapatkan orang-orang  yang sedemikian besar dedikasinya itu. Hanyalah orang-orang yang bodoh  yang mengatakan bahwa orang-orang itu dapat datang dan tertarik dengan  tanpa sesuatu alasan. Selama kalian itu tidak memiliki daya tarik kutub  magnit maka orang-orang itu tidak akan berkumpul di sekeliling kalian.  Kepercayaanku adalah bahwa kekuatan reformasi beliau itu adalah sedemikian  besarnya, bahwa tidak ada nabi lainnya yang telah diberikan kekuatan  sampai pada tingkatan ini. Rahasia dari kemajuan Islam itu adalah terletak  pada kekuatan daya tariknya Y.M. Rasulullah s.a.w. yang sedemikian besarnya  di mana kata-kata beliau itu adalah sedemikian efektifnya sehingga siapa  pun yang mendengarnya akan tertarik untuk mendekat kepada beliau. Siapa  yang sudah tertarik mendekat pada beliau, lalu beliau mensucikannya  dan ajaran beliau itu sedemikian mudah dan jelasnya di mana di di dalam  ajaran ini tidak ada dogma yang kalian tidak dapat mengertikannya. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Hadhrat Masih Mau’ud  a.s. mengatakan tentang Napoleon, yang dikatakan bahwa ia itu adalah  seorang Muslim dan ia biasa mengatakan bahwa Islam itu sederhana dan  agama yang lurus dan terus terang. Kemudian Hadhrat Masih Mau’ud a.s.  mengatakan bahwa ada jutaan orang-orang yang baik, bersih dan yang suci  yang telah berlalu dan juga ada pada hari kemudian nanti, tetapi kami  menemukan yang terbaik dan paling indah dan cantik yaitu pada manusia  Tuhan ini yang namanya adalah Muhammad s.a.w.:</font></p>
<p align="center">      <a name="0.1_graphic0E"></a><font face="Tahoma" size="2"> <img src="http://mail.google.com/mail/?name=be246a6686f402de.jpg&amp;attid=0.1&amp;disp=vahi&amp;view=att&amp;th=1124f946e111a6ac" alt="Your browser may not support display of this image." height="119" width="500" /> </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Surah Al-Ahzaab (33)  ayat 57:</font></p>
<ul>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2"><strong>Sesungguhnya  Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang  mukmin, ucapkanlah shalawat untuknya dan mintalah selalu doa keselamatan  baginya.</strong></font></p>
</ul>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Bahwa, lupakanlah orang-orang  yang tidak disebutkan di dalam Kitab Suci Al-Qur’an. Kita hanya berbicara  mengenai nabi-nabi yang ada disebutkan di dalam Kitab Suci Al-Qur’an  seperti Nabi Musa a.s, Daud dan nabi-nabi yang lainnya. Kami mengatakan  dengan sumpah bahwa jika Y.M. Rasulullah s.a.w. tidak muncul di dunia  dan Kitab Suci Al-Qur’an tidak diturunkan maka berkah-berkah itu tidak  akan dapat kami melihatnya dengan mata kami sendiri, bahwa kami itu  sudadh dapat melihatnya, kemudian kebenaran dari Nabi-nabi yang lainnya  itu akan tetap tidak pasti dan meragukan. Karena dengan sejarah itu  saudara-saudara tidak akan dapat menemukan kebenaran dan mungkin saja  bahwa sejarah itu adalah tidak benar dan barangkali saja semua keajaiban  yang dikaitkan kepada nabi-nabi tersebut semuanya dibesar-besarkan,  karena yang demikian itu tidak ada pada hari ini. Tetapi di dalam Kitab  lama saudara-saudara itu bahkan tidak menemukan apa realitasnya dari  Tuhan itu dan kami pun tidak dapat memastikannya bahwa Tuhan itu dapat  mengadakan komunikasi dengan orang-orang. Tetapi dengan diturunkannya  Y.M. Rasulullah s.a.w. semua dongengan itu sudah dirubah menjadi kenyataan  dan sekarang kami sudah melihat di dalam prakteknya bahwa segalanya  itu menjadi pasti dan kami telah membuatnya di dalam prakteknya apa  dan bagaimana hubungan dengan Tuhan itu.  <strong><u>Apakah dialog dengan  Tuhan itu, bagaimanakah kebenaran dalam  Tuhan yang mendengar atas doa-doa dan bagaimana doa-doa ini dikabulkan  oleh-Nya.</u></strong>  Kami telah menemukan semuanya itu dengan mengikuti  Y.M. Rasulullah s.a.w.  Ceritera apa pun yang disebutkan oleh orang-orang  lain, kami telah melihatnya dengan mata kepala sendiri. Kami telah mengikuti  seorang Nabi yang sedemikian rupa yang merupakan manifestasi dari Tuhan.   Beliau membacakan sebuah syair bahwa: “Kami tidak dapat mengatakan  Dia itu adalah Tuhan tetapi kami katakan bahwa kami itu hanya dapat  mengenal Tuhan dengan mengenali kedudukannya dari Y.M. Rasulullah s.a.w.   Bagaimana kami itu dapat meng-ekspresikan rasa syukur kami bahwa Dia  Yang telah memberikan kepada kami seorang pemimpin yang sedemikian besarnya,  yang kebenarannya di manifestasikan seperti terangnya sinar matahari”. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Sebagaimana untuk memberi  makanan untuk tubuh, Allah itu telah menyediakan matahari; beliau itu  adalah mataharinya dari jiwa yang ada di dunia dan beliau memanifestasikan  dirinya dikegelapan malam hari sehingga beliau telah menghilangkan segala  kegelapan itu. Beliau tidak meninggalkan deal untuk tidak mensucikan  orang-orang yang ada di sekitar beliau, beliau sendiri adalah satu kebenaran  karena nur cahaya penerangan itu dimanifestasikannya. Pengikutnya yang  sejati mensucikan orang-orang seperti halnya air sungai yang bersih  dapat mencuci dan membersihkan pakaian yang kotor. Orang-orang yang  belum menerima beliau dan yang pintunya telah diketuk tetapi tidak dibuka  olehnya, alangkah malangnya orang-orang ini, karena banyak di antara  mereka yang menginginkan kehidupan duniawi saja. Mereka tidak ingin  cahaya untuk masuk. Jadi, di zaman ini Y.M. Rasulullah s.a.w. telah  memanifestasikan kedudukan dari nabi-nabi yang telah lalu. Kami juga  mengetahui bahwa kehidupan abadinya yang telah dikaruniakan dan hukum  syariat yang berlangsung secara abadi untuk kebaikan adalah yang dari  Y.M. Rasulullah s.a.w., yang kekuatan reformasi beliau masih terus berlangsung,  bahkan sampai saat ini pun. Pencinta sejati beliau s.a.w., yaitu Hadhrat  Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s. telah memperlihatkan kekuatan reformasinya,  yang dengan mengikuti beliau itu, kami akan menemukan kedekatan kepada  Yang Tunggal, Tuhan Yang Maha Esa. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Jadi, tentang kedudukan  Y.M. Rasulullah s.a.w. dan kedudukan dari Kitab Suci Al-Qur’an ini,  Hadhrat Masih Mau’ud a.s. mengatakan bahwa kata  <strong><em>khatamunnabiyyiin</em></strong>,   meterai dari nabi yang telah disebutkan tentang Y.M. Rasulullah s.a.w.   ini menginginkannya sendiri bahwa Kitab yang diturunkan kepada Y.M.  Rasulullah s.a.w. itu adalah juga meterai dari nabi dan segala kesempurnaan  itu ada didapatkan di dalamnya. Bahwa segala macam kesempurnaan dan  kesempurnaan dari ilmu itu didapatkan di dalam Kitab Suci Al-Qur’an  ini.  Jadi inilah Tanda dari menjadinya sebagai meterai dari semua Kitab-kitab  di mana yang pada kenyataannya segala kesempurnaan itu ada didapatkan  di dalamnya. Karena prinsip dari diturunkannya wahyu itu adalah bahwa  sejauh orang itu memiliki kesucian dan ruh, maka sejauh itulah perhubungannya  dengan Tuhan itu.  Kekuatan dari Y.M. Rasulullah s.a.w. untuk mensucikan  adalah kemungkinan tertinggi yang tentang ini seseorang itu tidak akan  dapat memperolehnya atau sama sekali tidak akan diperolehnya.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Oleh karena itu, Kitab  Suci Al-Qur’an ini adalah lebih bagus dari semua Kitab-kitab yang  telah diwahyukan sebelumnya; pada kedudukan tersebut tidak ada Kitab  yang diwahyukan sebelumnya yang dapat meraihnya. Dikarenakan kemampuan  dan kekuatan dari reformasi dan pensucian hati dari Y.M. Rasulullah  s.a.w. itu adalah lebih dari apa pun juga. Segala kesempurnaan itu telah  beliau peroleh. Beliau sampai pada tingkatannya yang tertinggi, oleh  karena itu Kitab yang diwahyukan kepada beliau itu memiliki tingkat  kesempurnaan yang paling tertinggi. Adapun dalam kesempurnaan dari kenabian,  ini telah dilengkapi pada diri beliau s.a.w. Seperti itu pula keajaiban  dari Kitab Suci Al-Qur’an itu telah disempurnakan dan sekarang sudah  berakhir di dalam Kitab Suci Al-Qur’an. Sekarang ini tidak ada Kitab  lainnya yang dapat diturunkan untuk memperlihatkan ilmu yang sedemikian  banyak dan sempurnanya sebagaimana yang telah dituliskan di dalam Kitab  Suci Al-Qur’an. Itulah sebabnya mengapa beliau itu dikatakan sebagai <strong> khatamun nabiyyiin</strong> dan <strong>Kitab beliau itu adalah  khatam-ul-kutub</strong>. Kedudukan yang bagaimana pun dan ketinggian spiritual  yang dapat orang miliki serta kesempurnaan perhubungannya tidak ada  yang seperti yang dapat dicapai oleh Kitab ini. Kemudian tentang kedudukan  dari kekuatan reformasinya Y.M. Rasulullah s.a.w. ini, Hadhrat Masih  Mau’ud a.s. mengatakan yang para Kiai Mullah itu telah menolaknya,  yaitu di mana Hadhrat Masih Mau’ud a.s. mengatakan bahwa dalam: </font></p>
<p align="justify">            <a name="0.1_graphic0F"></a><font face="Tahoma" size="2"><img src="http://mail.google.com/mail/?name=195aad01bbf40448.jpg&amp;attid=0.1&amp;disp=vahi&amp;view=att&amp;th=1124f946e111a6ac" alt="Your browser may not support display of this image." height="72" width="453" /></font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Surah Al-Faatihah ayat-ayat:</font></p>
<ul>
<li>
<ol>
<li><font face="Tahoma" size="2"><strong>Tunjukkanlah kami pada    jalan yang lurus;</strong></font></li>
<li><font face="Tahoma" size="2"><strong>Jalan orang-orang yang    telah Engkau beri nikmat atas mereka,    ………</strong> </font></li>
</ol>
</li>
</ul>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Perlihatkanlah kepada  kami jalan yang benar, jalan yang lurus. Penolakan dari para kiai dewasa  ini, apakah kalian mengira bahwa sekarang itu segalanya sudah berakhir  dan tidak ada usaha dari orang-orang yang dapat membuahkan hasil yang  baik dan yang tidak dapat diberikan berkah-berkah yang pernah didapatkan  oleh orang-orang yang suci sebelum ini?  Orang-orang ini, yang  walaupun mereka itu punya pikiran bahwa faedah dari Kitab Suci Al-Qur’an  itu telah berakhir dan mereka itu tidak mempercayai akan kekuatan reformasinya  dari Y.M. Rasulullah s.a.w. itu adalah abadi, mereka itu mengatakan  bahwa sekarang ini tidak ada orang yang dapat diberkati oleh Tuhan sebagaimana  yang orang-orang suci dahulu itu telah diberkahi-Nya. Jika demikian  maka apa gunanya mereka berdoa seperti ini. Tetapi mereka itu semuanya  salah, mereka sama sekali berdusta jika mereka punya pikiran bahwa semuanya  ini sudah berakhir. Semua berkah-berkah dari Tuhan akan masih terbuka  dan masih berjalan. Mereka itu semuanya ada mengikuti Y.M. Rasulullah  s.a.w., tetapi jika ada seseorang yang menyatakan bahwa dengan tanpa  mengikuti Y.M. Rasulullah s.a.w. ia itu akan mendapatkan berkah-berkah  spiritual, maka ia itu dusta dan ia itu tidaklah benar, karena kepada  Y.M. Rasulullah s.a.w. telah dianugerahkan:</font></p>
<p align="justify">                        <a name="0.1_graphic10"></a><font face="Tahoma" size="2"><img src="http://mail.google.com/mail/?name=4efbf94daca0c460.jpg&amp;attid=0.1&amp;disp=vahi&amp;view=att&amp;th=1124f946e111a6ac" alt="Your browser may not support display of this image." height="72" width="158" /></font></p>
<p><font face="Tahoma" size="2">Surah Al-Kautsar ayat 2: </font></p>
<p><font face="Tahoma" size="2"><strong>Sesungguhnya, Kami telah menganugerahkan  kepada engkau berlimpah-limpah </strong> kebaikan, </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Itulah saatnya ketika  orang-orang kafir itu mengatakan bahwa beliau itu tidak punya anak laki-laki.  Dalam hal ini Y.M. Rasulullah s.a.w. telah diberitahu oleh Tuhan bahwa:</font></p>
<p align="justify">                        <a name="0.1_graphic11"></a><font face="Tahoma" size="2"><img src="http://mail.google.com/mail/?name=e9b3595cc7c97a14.jpg&amp;attid=0.1&amp;disp=vahi&amp;view=att&amp;th=1124f946e111a6ac" alt="Your browser may not support display of this image." height="72" width="150" /></font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Surah Al-Kautsar ayat  4:  <strong>Sesungguhnya, musuh engkau, dia </strong> itulah<strong> yang tanpa keturunan, yang abtar.</strong></font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Musuhmu itu akan tetap  tidak memiliki keturunan karena semua anak laki-laki spiritual yang  akan dilahirkan itu akan menjadi anak-anakmu dan mereka ini akan memperoleh  berkah-berkah daripada-Nya:   <a name="0.1_graphic12"></a><img src="http://mail.google.com/mail/?name=d98fdd47d62a0cd8.jpg&amp;attid=0.1&amp;disp=vahi&amp;view=att&amp;th=1124f946e111a6ac" alt="Your browser may not support display of this image." height="72" width="247" /></font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="1">Surah Al-Ahzaab (33)  ayat 41:  <strong>…………   akan tetapi, </strong>ia adalah <strong>Rasul Allah dan meterai sekalian nabi-nabi,  …….</strong></font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="1">bahwa jika kalian itu  memperkaitkan semuanya maka kalian itu akan dapat mengetahui apa arti  yang sebenarnya. Jika tidak adanya keturunan dari Y.M. Rasulullah s.a.w.  di mana ia disebutkan sebagai abthar, tanpa memiliki anak laki-laki,  maka ini adalah untuk musuh-musuh beliau s.a.w.   <strong><em>inna a’tayinakal  kaushar</em></strong><em> (108:4)   </em> memperlihatkan bahwa Allah  Taala akan memberikan kepada beliau anak-laki-laki  spiritual yang besar, jika kalian tidak percaya pada hal ini bahwa beliau  itu akan mempunyai sejumlah banyak keturunan spiritualnya maka kami  itu adalah mengingkari janji dari Tuhan ini. Jadi, pada setiap keadaan  itu, seorang mukmin sejati, seorang Muslim harus percaya bahwa kekuatan  spiritual dari Y.M. Rasulullah s.a.w. itu sampai di hari kiamat pun  akan persis sama seperti halnya pada 13 ratus tahun yang lalu.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="1">Allah telah mendirikan  organisasi Jama’at Ahmadiyyah yang dengan alasan itulah kami ada melihat  berkah-berkah dan Tanda-tanda yang sama serta kejaiban yang terjadi  pada saat dahulu.  Jika saja para penentang ini mengerti akan maksud  dari Kitab Suci Al-Qur’an ini dan pendakwaan dari pencinta berat kepada  Y.M. Rasulullah s.a.w. ini, di mana mereka itu akan dapat membuktikan  kebenarannya jika mereka masuk pada Jama’atnya Al-Masih ini dengan  ruh semangat yang suci.  </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="1">Khususnya di Negara-negara  Islam dan Negara-negara lainnya di mana banyak orang-orang yang mengaku  Muslim yang menentangnya, bahkan mereka itulah yang menyesatkan orang-orang  awam dan yang menghasut perasaan orang-orang ini dengan perasaan kebencian.   Orang dimaksud ini yang telah datang untuk menegakkan kedamaian, orang  yang mendapat pertolongan dari Ruh Suci ini telah membuat binatang menjadi  manusia.  Sekarang, walaupun mereka itu mengkaitkannya ke sana, tetapi  mereka yang para mullah telah membuat manusia menjadi binatang. Apa  yang seharusnya mereka kerjakan adalah bahwa mereka itu harus mau percaya  kepada Al-Masih dan Imam Mahdi, mereka itu harus mencari manfaat dari  kekuatan reformasinya dari Nabi Besar Muhammad, Rasulullah s.a.w. tersebut.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="1">Hadhrat Imam Mahdi Masih  Mau’ud a.s. mengatakan betapa malangnya ada orang-orang di antara  Muslimin yang percaya bahwa keajaiban dan Tanda-tanda itu sudah berakhir  pada zaman yang lalu; katanya Allah itu tidak mungkin untuk memperlihatkan  keajaiabn-Nya lagi, inilah kemalangan mereka itu dan kerugian mereka  itu. Karena mereka sendiri membuat mahrum dan tidak berhak untuk memperoleh  berkah-berkah yang hakiki, yaitu Islam hakiki yang bisa didapatkan oleh  pengikut sejatinya Y.M. Rasulullah s.a.w. Mereka ini berpikir bahwa  hal itu biasa terjadi di masa yang lampau, tetapi sekarang ini tidak  lagi. Dengan kekonyolan pikirannya yang sedemikian itu, dipercayai bahwa  mereka ini sedang menyerang kedudukan yang tinggi dari Y.M. Rasulullah  s.a.w. dan menyerang kehormatannya. Mereka ini menghinakan pada Islam.   Jika racun semacam ini sudah tersebar di antara orang-orang Muslimin,  maka mereka itulah yang menghinakan kepada Y.M. Rasulullah s.a.w., Tuhan  telah membangkitkan-ku sebagai Masih Mau’ud, Al-Masih yang dijanjikan,  agar aku dapat memperlihatkan kejaiban-keajaiban dan keajaiban Islam  itu selalu segar pada setiap saat.  Hadhrat Masih Mau’ud a.s. mengatakan  bahwa ada jutaan orang yang telah menyaksikan bahwa mereka telah mendapatkan  berkah-berkah ini dan telah menyaksikan berkah-berkah ini. Inilah bukti  yang telah dimanifestasikan tentang kebenaran dari Hadhrat Masih Mau’ud  a.s. itu, tidak ada pengikut dari nabi yang lainnya yang dapat memperlihatkan  keajaiban ini dan nur cahaya ini seperti yang dapat saya perlihatkan.  Itu hanyalah sebuah pemandangan dari keadaan hakiki yang dapat menyembuhkan  hampir semua penderitaan dari orang-orang yang sakit. Jadi Nabi ini  akan memberikan pengaruh yang kekal abadi. Jadi <strong><u>manfaat dari kekuatan  reformasinya dari Y.M. Rasulullah s.a.w.  itu akan terus berlangsung.</u></strong>  Saat ini kami melihat pemandangan  dari Ruh Suci yang mendukung kepada Hadhrat Masih Mau’ud a.s. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="1">Sebagaimana yang telah  saya katakan, kekuatan reformasi dari Y.M. Rasulullah s.a.w. dan manifestasinya  dari Tuhan Maha Suci yang hidup, Yang telah menjanjikan kepada Hadhrat  Masih Mau’ud a.s.:  <em>Anallahu ….   </em>dalam Bhs Arab bahwa Aku Allah memberikan kepadamu nikmat kebaikan  yang besar dan Aku sudah bersedia untuk mendukung Utusan-Ku. Jadi, perlakuan  Allah ini akan terus berlanjut bahkan sampai hari ini pun, dengan Hadhrat  Masih Mau’ud a.s. dan Jama’at-nya. Kami melihat berkah-berkah dari  Ruh Suci ini bahkan pada hari ini pun, ini adalah perlakuan dari berkah-berkah  yang mengkaitkan orang-orang di akhir zaman ini dengan orang-orang yang  terdahulu. Mereka orang-orang yang memanfaatkannya, dengan melakukan  amal baik itu adalah sama dengan mengkhidmati keturunannya. Yang mendapatkan  manfaat dari kekuatan Suci itu, bahkan sampai hari ini pun dengan manfaat  kebaikan dari Allah yang terus sedang berlangsung; Allah itu memberikan  manfaat kepada Jama’atnya Al-Masih ini.  Kami lihat sebagai satu Jama’at  dan juga sebagai pada individunya manifestasi dari pertolongan ini dan  bahkan saya dapat mengatakan bahwa para penentang itu pun ikut menyaksikannya;  4 tahun yang lalu betapa Allah Taala itu mensucikan hati orang-orang  mukminin dan yang Y.M. Rasulullah s.a.w. untuk membuktikan kebenarannya,  yang memperoleh manfaatnya lebih dari siapa pun juga dengan Ruhul Kudus  yang menggenapi setiap kata-kata dari hamba sejatinya dengan manfaat  dari Khilafat. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="1">Allah telah memenuhi  hati orang-orang dengan doa-doa bahwa Khilafat itu harus terus berlanjut  di antara kita, di mana setiap orang mukmin mendapatkan sebuah keaiban  dan yang menakjubkan di dalam hatinya. Apakah itu? Itulah kekuatan reformasi  dari Y.M. Rasulullah s.a.w. dari Islam yang diwujudkan pada waktu ini  dengan mensucikan setiap dan semua hati.  Ada banyak orang yang dikaruniai  dengan kasyaf dan mimpi-mimpi yang benar, yang orang-orang beriman telah  menyaksikannya. Kemudian dunia juga menyaksikan bahwa Allah itu telah  mengisi hati dari orang-orang dengan kecinaan kepada Khilafat dan juga  mengisi hati Khalifah dengan kecintaannya kepada para pengikutnya. Jadi,  Allah telah menjadikan Khalifah yang tadinya seorang biasa dan setelahnya  menjadi Khalifah diisi-Nya dengan kecintaan yang besar. Mereka ini memiliki  kasih sayang dan kecintaan dengan Khalifah yang orang itu tidak dapat  membayangkannya. <strong><u>Jama’at dan  Khalifah adalah merupakan satu tubuh dan akan senantiasa tetap  menjadi satu tubuh</u></strong>. Inilah manfaat dari nabi yang hidup itu,  yang terus dan senantiasa memperkuat dan meningkatkan keimanan kami  pada setiap detik. Insya-Allah Jama’at akan terus melihat pemandangan  ini; tetapi untuk mendapatkan manfaatnya dari situ, kita ini harus senantiasa  mensucikan hati kita sesuai metoda yang Dia telah ajarkan kepada kita  sehingga kami akan terus memperoleh manfaat dari sifat Al-Quddus Tuhan. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="1">Semoga Allah memberikan  kemampuan kepada kita untuk dapat melaksanakannya. Aamiin!</font><br />
<font face="Tahoma" size="1">Selanjutnya Hudhur aba minta doa bagi  Mian Waseem Ahmad Sahib, Nazir e Ala Qadian, yang setelahnya mendapat  serangan jantung beliau menderita sakit yang berat dalam beberapa hari  ini. Semoga Allah Taala menganugerahkan berkah kepada beliau dengan  kesembuhan dan kesehatan yang baik; beliau itu adalah seorang pribadi  yang amat sangat mementingkan orang lain.</font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wulanku.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wulanku.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wulanku.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wulanku.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wulanku.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wulanku.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wulanku.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wulanku.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wulanku.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wulanku.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wulanku.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wulanku.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wulanku.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wulanku.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wulanku.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wulanku.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wulanku.wordpress.com&amp;blog=408398&amp;post=34&amp;subd=wulanku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wulanku.wordpress.com/2007/05/13/al-quddus-2-maha-suci-sifat-ilahi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6110f20169c90b5ea5d469ff2244ad0d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">wulanku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mail.google.com/mail/?name=3a05e050ef0c17ff.jpg&#38;attid=0.1&#38;disp=vahi&#38;view=att&#38;th=1124f946e111a6ac" medium="image">
			<media:title type="html">Your browser may not support display of this image.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mail.google.com/mail/?name=6f8f909c8d1bb30b.jpg&#38;attid=0.1&#38;disp=vahi&#38;view=att&#38;th=1124f946e111a6ac" medium="image">
			<media:title type="html">Your browser may not support display of this image.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mail.google.com/mail/?name=6f8f909c8d1bb30b.jpg&#38;attid=0.1&#38;disp=vahi&#38;view=att&#38;th=1124f946e111a6ac" medium="image">
			<media:title type="html">Your browser may not support display of this image.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mail.google.com/mail/?name=be246a6686f402de.jpg&#38;attid=0.1&#38;disp=vahi&#38;view=att&#38;th=1124f946e111a6ac" medium="image">
			<media:title type="html">Your browser may not support display of this image.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mail.google.com/mail/?name=195aad01bbf40448.jpg&#38;attid=0.1&#38;disp=vahi&#38;view=att&#38;th=1124f946e111a6ac" medium="image">
			<media:title type="html">Your browser may not support display of this image.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mail.google.com/mail/?name=4efbf94daca0c460.jpg&#38;attid=0.1&#38;disp=vahi&#38;view=att&#38;th=1124f946e111a6ac" medium="image">
			<media:title type="html">Your browser may not support display of this image.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mail.google.com/mail/?name=e9b3595cc7c97a14.jpg&#38;attid=0.1&#38;disp=vahi&#38;view=att&#38;th=1124f946e111a6ac" medium="image">
			<media:title type="html">Your browser may not support display of this image.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mail.google.com/mail/?name=d98fdd47d62a0cd8.jpg&#38;attid=0.1&#38;disp=vahi&#38;view=att&#38;th=1124f946e111a6ac" medium="image">
			<media:title type="html">Your browser may not support display of this image.</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ayat Khataman Nabiyyiin (Bag. I)</title>
		<link>http://wulanku.wordpress.com/2007/04/21/ayat-khataman-nabiyyiin-bag-i/</link>
		<comments>http://wulanku.wordpress.com/2007/04/21/ayat-khataman-nabiyyiin-bag-i/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Apr 2007 08:57:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wulanku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel ahmadiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wulanku.wordpress.com/2007/04/21/ayat-khataman-nabiyyiin-bag-i/</guid>
		<description><![CDATA[http://jamalsa.com/blog/index.php/2007/04/17/makna-ayat-khaataman-nabiyyiin-bagian-1/ &#8211; Makna Ayat Khaataman Nabiyyiin (Bagian 1) Published April 17, 2007 in Islam. Salah satu tuduhan yang kerap dilontarkan oleh orang-orang yang belum mengenal Ahmadiyah adalah bahwa orang-orang Ahmadi tidak percaya kepada Khaataman Nubuwwat dan tidak mempercayai Rasulullah s.a.w. sebagai Khaataman Nabiyyiin. Tuduhan ini merupakan salah satu bentuk dusta. Apabila orang-orang Ahmadi menyebut dirinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wulanku.wordpress.com&amp;blog=408398&amp;post=33&amp;subd=wulanku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jamalsa.com/blog/index.php/2007/04/17/makna-ayat-khaataman-nabiyyiin-bagian-1/" target="_blank">http://jamalsa.com/blog/index.php/2007/04/17/makna-ayat-khaataman-nabiyyiin-bagian-1/</a></p>
<p>&#8211;<br />
Makna Ayat Khaataman Nabiyyiin (Bagian 1)<br />
Published April 17, 2007 in Islam.</p>
<p>Salah satu tuduhan yang kerap dilontarkan oleh orang-orang yang belum<br />
mengenal Ahmadiyah adalah bahwa orang-orang Ahmadi tidak percaya kepada<br />
Khaataman Nubuwwat dan tidak mempercayai Rasulullah s.a.w. sebagai<br />
Khaataman Nabiyyiin. Tuduhan ini merupakan salah satu bentuk dusta.<br />
Apabila orang-orang Ahmadi menyebut dirinya orang Islam dan memegang teguh<br />
dua Kalimah Syahadat, maka atas dasar apakah ia harus ingkar kepada<br />
Khaataman Nubuwwat dan mengingkari Rasulullah s.a.w. sebagai Khaataman<br />
Nabiyyiiin? Allah Ta’ala dengan jelas berfirman dalam Al Quran Karim :</p>
<p>مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَكِن رَّسُولَ<br />
اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا</p>
<p>“Muhammad bukanlah bapak salah seorang diantara laki-lakimu, akan tetapi<br />
ia adalah Rasul Allah dan Khaataman Nabiyyiin, dan Allah Maha Mengetahui<br />
segala sesuatu.” (QS. Al Ahzab : 41)</p>
<p>Orang-orang Ahmadi yang mempercayai Al Quran tidak mungkin mengingkari<br />
ayat ini. Tegasnya, orang-orang Ahmadi tidaklah beritikad bahwa Rasulullah<br />
s.a.w. -Nau’udzubillah- bukanlah Khaataman Nabiyyiin. Apa yang dikatakan<br />
orang-orang Ahmadi ialah makna Khaataman Nabiyyiin yang dipercayai oleh  <!-- D(["mb","\u003cbr\&gt;\nkaum Muslimin pada umumnya tidak sesuai dengan yang dimaksudkan oleh ayat  \u003cbr\&gt;\ntersebut dan tidak menampakkan keagungan dan kemuliaan yang diisyaratkan  \u003cbr\&gt;\noleh ayat tersebut. Jemaat Ahmadiyah mengartikan Khaataman Nabiyyiin  \u003cbr\&gt;\nsesuai penggunaan umum bahasa Arab dan didukung oleh ucapan Siti Aisyah  \u003cbr\&gt;\nr.a., Sayyidina Ali r.a., para Sahabat lainnya, dan bersesuaian pula  \u003cbr\&gt;\ndengan pendapat ulama-ulama salaf.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nBerikut adalah penafsiran mengenai ayat Khaataman Nabiyyiin yang ditulis  \u003cbr\&gt;\noleh Hazrat Khalifatul Masih II, Hazrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad  \u003cbr\&gt;\nr.a. dalam Tafsir Saghir :\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n“Khatam berasal dari kata khatama yang berarti: ia memeterai, mencap,  \u003cbr\&gt;\nmensahkan atau mencetakkan pada barang itu. Inilah arti-pokok kata itu.  \u003cbr\&gt;\nAdapun arti kedua ialah: ia mencapai ujung benda itu; atau menutupi benda  \u003cbr\&gt;\nitu, atau melindungi apa yang tertera dalam tulisan dengan memberi tanda  \u003cbr\&gt;\natau mencapkan secercah tanah liat di atasnya, atau dengan sebuah meterai  \u003cbr\&gt;\njenis apa pun. Khatam berarti juga sebentuk cincin stempel; sebuah segel,  \u003cbr\&gt;\natau meterai dan sebuah tanda; ujung atau bagian terakhir dan hasil atau  \u003cbr\&gt;\nanak (cabang) suatu benda. Kata itu pun berarti hiasan atau perhiasan;  \u003cbr\&gt;\nterbaik atau paling sempurna. Kata-kata khatim, khatm dan khatam hampir  \u003cbr\&gt;\nsama artinya (lihat Arabic-English Lexicon oleh E.W. Lane, Al-Mufradat fi  \u003cbr\&gt;\nGhara’ib-ul-Quran oleh Shaikh Abu’l Qasim Husain ibn Muhammad ar-Raghib,  \u003cbr\&gt;\nFat-hul-Bayan oleh Abu’th Thayyib Siddiq ibn Hasan, dan Syarh Zurqani oleh  \u003cbr\&gt;\nImam Muhammad ibn ‘Abdul Baqi al-Zurqani). Maka kata khataman nabiyyin  \u003cbr\&gt;\nakan berarti meterai para nabi; yang terbaik dan paling sempurna dari  \u003cbr\&gt;\nantara nabi-nabi; hiasan dan perhiasan nabi-nabi. Arti kedua ialah nabi  \u003cbr\&gt;\nterakhir.\u003cbr\&gt;\nDi Mekkah pada waktu semua putra Rasulullah s.a.w. telah meninggal dunia  \u003cbr\&gt;\nsemasa masih kanak-kanak, musuh-musuh beliau mengejek beliau seorang abtar  \u003cbr\&gt;\n(yang tidak mempunyai anak laki-laki), yang berarti karena ketidakadaan  ",1] );  //--><br />
kaum Muslimin pada umumnya tidak sesuai dengan yang dimaksudkan oleh ayat<br />
tersebut dan tidak menampakkan keagungan dan kemuliaan yang diisyaratkan<br />
oleh ayat tersebut. Jemaat Ahmadiyah mengartikan Khaataman Nabiyyiin<br />
sesuai penggunaan umum bahasa Arab dan didukung oleh ucapan Siti Aisyah<br />
r.a., Sayyidina Ali r.a., para Sahabat lainnya, dan bersesuaian pula<br />
dengan pendapat ulama-ulama salaf.</p>
<p>Berikut adalah penafsiran mengenai ayat Khaataman Nabiyyiin yang ditulis<br />
oleh Hazrat Khalifatul Masih II, Hazrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad<br />
r.a. dalam Tafsir Saghir :</p>
<p>“Khatam berasal dari kata khatama yang berarti: ia memeterai, mencap,<br />
mensahkan atau mencetakkan pada barang itu. Inilah arti-pokok kata itu.<br />
Adapun arti kedua ialah: ia mencapai ujung benda itu; atau menutupi benda<br />
itu, atau melindungi apa yang tertera dalam tulisan dengan memberi tanda<br />
atau mencapkan secercah tanah liat di atasnya, atau dengan sebuah meterai<br />
jenis apa pun. Khatam berarti juga sebentuk cincin stempel; sebuah segel,<br />
atau meterai dan sebuah tanda; ujung atau bagian terakhir dan hasil atau<br />
anak (cabang) suatu benda. Kata itu pun berarti hiasan atau perhiasan;<br />
terbaik atau paling sempurna. Kata-kata khatim, khatm dan khatam hampir<br />
sama artinya (lihat Arabic-English Lexicon oleh E.W. Lane, Al-Mufradat fi<br />
Ghara’ib-ul-Quran oleh Shaikh Abu’l Qasim Husain ibn Muhammad ar-Raghib,<br />
Fat-hul-Bayan oleh Abu’th Thayyib Siddiq ibn Hasan, dan Syarh Zurqani oleh<br />
Imam Muhammad ibn ‘Abdul Baqi al-Zurqani). Maka kata khataman nabiyyin<br />
akan berarti meterai para nabi; yang terbaik dan paling sempurna dari<br />
antara nabi-nabi; hiasan dan perhiasan nabi-nabi. Arti kedua ialah nabi<br />
terakhir.<br />
Di Mekkah pada waktu semua putra Rasulullah s.a.w. telah meninggal dunia<br />
semasa masih kanak-kanak, musuh-musuh beliau mengejek beliau seorang abtar<br />
(yang tidak mempunyai anak laki-laki), yang berarti karena ketidakadaan  <!-- D(["mb","\u003cbr\&gt;\nahliwaris lelaki itu untuk menggantikan beliau, jemaat beliau cepat atau  \u003cbr\&gt;\nlambat akan menemui kesudahan (lihat Al-Bahrul-Muhith oleh Atsir al-Din  \u003cbr\&gt;\nAbu ‘Abdullah Muhammad ibn Yusuf dari Granada (Spanyol) alias Abu Hayyan).  \u003cbr\&gt;\nSebagai jawaban terhadap ejekan orang-orang kafir, secara tegas dinyatakan  \u003cbr\&gt;\ndalam Surah Al-Kautsar, bahwa bukan Rasulullah s.a.w. melainkan  \u003cbr\&gt;\nmusuh-musuh beliaulah yang tidak akan berketurunan. Sesudah Surah  \u003cbr\&gt;\nAl-Kautsar diturunkan, tentu saja terdapat anggapan di kalangan kaum  \u003cbr\&gt;\nMuslimin di zaman permulaan bahwa Rasulullah s.a.w. akan dianugerahi  \u003cbr\&gt;\nanak-anak lelaki yang akan hidup sampai dewasa. Ayat yang sedang dibahas  \u003cbr\&gt;\nini menghilangkan salah paham itu, sebab ayat ini menyatakan bahwa  \u003cbr\&gt;\nRasulullah s.a.w., baik sekarang maupun dahulu ataupun di masa yang akan  \u003cbr\&gt;\ndatang bukan atau tidak pernah akan menjadi bapak seorang orang lelaki  \u003cbr\&gt;\ndewasa (rijal berarti pemuda).\u003cbr\&gt;\nDalam pada itu ayat ini nampaknya bertentangan dengan Surah Al-Kautsar,  \u003cbr\&gt;\nyang di dalamnya bukan Rasulullah, melainkan musuh-musuh beliau yang  \u003cbr\&gt;\ndiancam dengan tidak akan berketurunan, tetapi sebenarnya berusaha  \u003cbr\&gt;\nmenghilangkan keragu-raguan dan prasangka-prasangka terhadap timbulnya  \u003cbr\&gt;\narti yang kelihatannya bertentangan itu. Ayat ini mengatakan bahwa Baginda  \u003cbr\&gt;\nNabi Besar Muhammad s.a.w. adalah rasul Allah, yang mengandung arti bahwa  \u003cbr\&gt;\nbeliau adalah bapak ruhani seluruh umat manusia dan beliau juga Khataman  \u003cbr\&gt;\nNabiyyin, yang maksudnya bahwa beliau adalah bapak ruhani seluruh nabi.  \u003cbr\&gt;\nMaka bila beliau bapak ruhani semua orang mukmin dan semua nabi, betapa  \u003cbr\&gt;\nbeliau dapat disebut abtar atau tak berketurunan. Bila ungkapan ini  \u003cbr\&gt;\ndiambil dalam arti bahwa beliau itu nabi yang terakhir, dan bahwa tiada  \u003cbr\&gt;\nnabi akan datang sesudah beliau, maka ayat ini akan nampak sumbang  \u003cbr\&gt;\nbunyinya dan tidak mempunyai pertautan dengan konteks ayat, dan daripada  \u003cbr\&gt;\nmenyanggah ejekan orang-orang kafir bahwa Rasulullah s.a.w. tidak  \u003cbr\&gt;\nberketurunan, malahan mendukung dan menguatkannya. Pendek kata, menurut  ",1] );  //--><br />
ahliwaris lelaki itu untuk menggantikan beliau, jemaat beliau cepat atau<br />
lambat akan menemui kesudahan (lihat Al-Bahrul-Muhith oleh Atsir al-Din<br />
Abu ‘Abdullah Muhammad ibn Yusuf dari Granada (Spanyol) alias Abu Hayyan).<br />
Sebagai jawaban terhadap ejekan orang-orang kafir, secara tegas dinyatakan<br />
dalam Surah Al-Kautsar, bahwa bukan Rasulullah s.a.w. melainkan<br />
musuh-musuh beliaulah yang tidak akan berketurunan. Sesudah Surah<br />
Al-Kautsar diturunkan, tentu saja terdapat anggapan di kalangan kaum<br />
Muslimin di zaman permulaan bahwa Rasulullah s.a.w. akan dianugerahi<br />
anak-anak lelaki yang akan hidup sampai dewasa. Ayat yang sedang dibahas<br />
ini menghilangkan salah paham itu, sebab ayat ini menyatakan bahwa<br />
Rasulullah s.a.w., baik sekarang maupun dahulu ataupun di masa yang akan<br />
datang bukan atau tidak pernah akan menjadi bapak seorang orang lelaki<br />
dewasa (rijal berarti pemuda).<br />
Dalam pada itu ayat ini nampaknya bertentangan dengan Surah Al-Kautsar,<br />
yang di dalamnya bukan Rasulullah, melainkan musuh-musuh beliau yang<br />
diancam dengan tidak akan berketurunan, tetapi sebenarnya berusaha<br />
menghilangkan keragu-raguan dan prasangka-prasangka terhadap timbulnya<br />
arti yang kelihatannya bertentangan itu. Ayat ini mengatakan bahwa Baginda<br />
Nabi Besar Muhammad s.a.w. adalah rasul Allah, yang mengandung arti bahwa<br />
beliau adalah bapak ruhani seluruh umat manusia dan beliau juga Khataman<br />
Nabiyyin, yang maksudnya bahwa beliau adalah bapak ruhani seluruh nabi.<br />
Maka bila beliau bapak ruhani semua orang mukmin dan semua nabi, betapa<br />
beliau dapat disebut abtar atau tak berketurunan. Bila ungkapan ini<br />
diambil dalam arti bahwa beliau itu nabi yang terakhir, dan bahwa tiada<br />
nabi akan datang sesudah beliau, maka ayat ini akan nampak sumbang<br />
bunyinya dan tidak mempunyai pertautan dengan konteks ayat, dan daripada<br />
menyanggah ejekan orang-orang kafir bahwa Rasulullah s.a.w. tidak<br />
berketurunan, malahan mendukung dan menguatkannya. Pendek kata, menurut  <!-- D(["mb","\u003cbr\&gt;\narti yang tersimpul dalam kata khatam seperti dikatakan di atas, maka  \u003cbr\&gt;\nungkapan Khataman Nabiyyin dapat mempunyai kemungkinan empat macam arti:  \u003cbr\&gt;\n(1) Rasulullah s.a.w. adalah meterai para nabi, yakni, tiada nabi dapat  \u003cbr\&gt;\ndianggap benar, kalau kenabiannya tidak bermeteraikan Rasulullah. Kenabian  \u003cbr\&gt;\nsemua nabi yang sudah lampau harus dikuatkan dan disahkan oleh Rasulullah  \u003cbr\&gt;\ns.a.w. dan juga tiada seorang pun yang dapat mencapai tingkat kenabian  \u003cbr\&gt;\nsesudah beliau, kecuali dengan menjadi pengikut beliau. (2) Rasulullah  \u003cbr\&gt;\ns.a.w. adalah yang terbaik, termulia, dan paling sempurna dari antara  \u003cbr\&gt;\nsemua nabi dan juga beliau adalah sumber hiasan bagi mereka (lihat Syarh  \u003cbr\&gt;\nZurqani oleh Imam Muhammad ibn ‘Abdul Baqi al-Zurqani, dan Syarah Mawahib  \u003cbr\&gt;\nal-Laduniyyah oleh Syihab-ud-Din Ahmad Qastalani). (3) Rasulullah s.a.w.  \u003cbr\&gt;\nadalah yang terakhir di antara para nabi pembawa syari’at. Penafsiran ini  \u003cbr\&gt;\ntelah diterima oleh para ulama terkemuka, orang-orang suci dan waliullah  \u003cbr\&gt;\nseperti Ibn ‘Arabi, Syah Waliullah, Imam ‘Ali Qari, Mujaddid Alf Tsani,  \u003cbr\&gt;\ndan lain-lain. Menurut ulama-ulama besar dan para waliullah itu, tiada  \u003cbr\&gt;\nnabi dapat datang sesudah Rasulullah s.a.w. yang dapat memansukhkan  \u003cbr\&gt;\n(membatalkan) millah beliau atau yang akan datang dari luar umat beliau  \u003cbr\&gt;\n(lihat Futuhat Makkiyyah oleh Muhyiddin ibn al-’Arabi, Tafhimat Ilayhiyyah  \u003cbr\&gt;\noleh Syah Waliyullah Dehlawi, Maktubat oleh Mujaddid Alf Tsani, dan  \u003cbr\&gt;\nYawaqit wa’l Jawahir oleh lmam Abdul Wahab Syairani). Siti Aisyah r.a.  \u003cbr\&gt;\nistri Rasulullah s.a.w. yang amat berbakat, menurut riwayat pernah  \u003cbr\&gt;\nmengatakan, “Katakanlah bahwa beliau (Rasulullah s.a.w.) adalah Khataman  \u003cbr\&gt;\nNabiyyin, tetapi janganlah mengatakan tidak akan ada nabi lagi sesudah  \u003cbr\&gt;\nbeliau” (lihat Durr Mantsur oleh Hafizh Jalal-ud-Din ‘Abdur Rahman  \u003cbr\&gt;\nSayuthi). (4) Rasulullah s.a.w. adalah nabi yang terakhir (Akhirul Anbiya)  \u003cbr\&gt;\nhanya dalam arti kata bahwa semua nilai dan sifat kenabian terjelma dengan  \u003cbr\&gt;\nsesempurna-sempurna",1] );  //--><br />
arti yang tersimpul dalam kata khatam seperti dikatakan di atas, maka<br />
ungkapan Khataman Nabiyyin dapat mempunyai kemungkinan empat macam arti:<br />
(1) Rasulullah s.a.w. adalah meterai para nabi, yakni, tiada nabi dapat<br />
dianggap benar, kalau kenabiannya tidak bermeteraikan Rasulullah. Kenabian<br />
semua nabi yang sudah lampau harus dikuatkan dan disahkan oleh Rasulullah<br />
s.a.w. dan juga tiada seorang pun yang dapat mencapai tingkat kenabian<br />
sesudah beliau, kecuali dengan menjadi pengikut beliau. (2) Rasulullah<br />
s.a.w. adalah yang terbaik, termulia, dan paling sempurna dari antara<br />
semua nabi dan juga beliau adalah sumber hiasan bagi mereka (lihat Syarh<br />
Zurqani oleh Imam Muhammad ibn ‘Abdul Baqi al-Zurqani, dan Syarah Mawahib<br />
al-Laduniyyah oleh Syihab-ud-Din Ahmad Qastalani). (3) Rasulullah s.a.w.<br />
adalah yang terakhir di antara para nabi pembawa syari’at. Penafsiran ini<br />
telah diterima oleh para ulama terkemuka, orang-orang suci dan waliullah<br />
seperti Ibn ‘Arabi, Syah Waliullah, Imam ‘Ali Qari, Mujaddid Alf Tsani,<br />
dan lain-lain. Menurut ulama-ulama besar dan para waliullah itu, tiada<br />
nabi dapat datang sesudah Rasulullah s.a.w. yang dapat memansukhkan<br />
(membatalkan) millah beliau atau yang akan datang dari luar umat beliau<br />
(lihat Futuhat Makkiyyah oleh Muhyiddin ibn al-’Arabi, Tafhimat Ilayhiyyah<br />
oleh Syah Waliyullah Dehlawi, Maktubat oleh Mujaddid Alf Tsani, dan<br />
Yawaqit wa’l Jawahir oleh lmam Abdul Wahab Syairani). Siti Aisyah r.a.<br />
istri Rasulullah s.a.w. yang amat berbakat, menurut riwayat pernah<br />
mengatakan, “Katakanlah bahwa beliau (Rasulullah s.a.w.) adalah Khataman<br />
Nabiyyin, tetapi janganlah mengatakan tidak akan ada nabi lagi sesudah<br />
beliau” (lihat Durr Mantsur oleh Hafizh Jalal-ud-Din ‘Abdur Rahman<br />
Sayuthi). (4) Rasulullah s.a.w. adalah nabi yang terakhir (Akhirul Anbiya)<br />
hanya dalam arti kata bahwa semua nilai dan sifat kenabian terjelma dengan<br />
<!-- D(["mb","nya dan selengkap-lengkapnya dalam diri beliau: khatam  \u003cbr\&gt;\ndalam arti sebutan terakhir untuk menggambarkan kebagusan dan  \u003cbr\&gt;\nkesempurnaan, adalah sudah lazim dipakai. Lebih-lebih Alquran dengan jelas  \u003cbr\&gt;\nmengatakan tentang bakal diutusnya nabi-nabi sesudah Rasulullah s.a.w.  \u003cbr\&gt;\nwafat (Q.S. 7:36). Rasulullah s.a.w. sendiri jelas mempunyai tanggapan  \u003cbr\&gt;\ntentang berlanjutnya kenabian sesudah beliau.Menurut riwayat, beliau  \u003cbr\&gt;\npernah bersabda, “Sekiranya Ibrahim (putra beliau) masih hidup, niscaya ia  \u003cbr\&gt;\nakan menjadi nabi” (lihat Sunan Ibn Majah Kitab al-Jana’iz oleh Muhammad  \u003cbr\&gt;\nibn Yazid Abu ’Abdullah ibn Majah Qazwini) dan, “Abu Bakar adalah  \u003cbr\&gt;\nsebaik-baik orang sesudahku, kecuali bila ada seorang nabi muncul” (lihat  \u003cbr\&gt;\nKanzul ‘Ummal fi Sunan al-Aqwal wa’l Af’al oleh Syaikh ‘Ala-ad-Din ‘Ali  \u003cbr\&gt;\nal-Muttaqi).”\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nAyat Khaataman Nabiyyiin turun berkenaan dengan peristiwa pernikahan  \u003cbr\&gt;\nRasulullah s.a.w. dengan Siti Zainab r.a., mantan istri Zaid Bin Haritsah  \u003cbr\&gt;\nyang diangkat oleh Rasulullah s.a.w. sebagai putra beliau. Ketika  \u003cbr\&gt;\nperistiwa itu terjadi, orang-orang munafik mencela Rasulullah s.a.w.  \u003cbr\&gt;\nkarena menikahi bekas istri anak beliau sendiri. Allah Ta’ala menjawab  \u003cbr\&gt;\ncelaan itu dalam surah Al Ahzab ayat 5 dan 6 yang menyatakan bahwa  \u003cbr\&gt;\nanak-anak angkat bukanlah anak dalam arti yang sebenarnya. Ayat Khaataman  \u003cbr\&gt;\nNabiyyiin secara lebih tegas lagi menyatakan bahwa “Muhammad bukanlah  \u003cbr\&gt;\nbapak salah seorang laki-laki di antara kamu”. Bahwa Zaid r.a. sebagai  \u003cbr\&gt;\nputra Rasulullah s.a.w. adalah salah. Bahkan dalam ayat ini digunakan  \u003cbr\&gt;\nkata-kata مَّا كَانَ yang tidak hanya berlaku untuk masa sekarang tetapi  \u003cbr\&gt;\njuga untuk masa yang akan datang. Hal ini diperkuat dengan bagian akhir  \u003cbr\&gt;\ndari ayat ini yang menyatakan وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا  \u003cbr\&gt;\nbahwa Allah Ta’ala Maha Mengetahui segala sesuatu dan sifat ini berlaku  \u003cbr\&gt;\nbaik dulu, sekarang, maupun yang akan datang.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nDengan demikian kata-kata مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن  \u003cbr\&gt;",1] );  //--> sesempurna-sempurnanya dan selengkap-lengkapnya dalam diri beliau: khatam<br />
dalam arti sebutan terakhir untuk menggambarkan kebagusan dan<br />
kesempurnaan, adalah sudah lazim dipakai. Lebih-lebih Alquran dengan jelas<br />
mengatakan tentang bakal diutusnya nabi-nabi sesudah Rasulullah s.a.w.<br />
wafat (Q.S. 7:36). Rasulullah s.a.w. sendiri jelas mempunyai tanggapan<br />
tentang berlanjutnya kenabian sesudah beliau.Menurut riwayat, beliau<br />
pernah bersabda, “Sekiranya Ibrahim (putra beliau) masih hidup, niscaya ia<br />
akan menjadi nabi” (lihat Sunan Ibn Majah Kitab al-Jana’iz oleh Muhammad<br />
ibn Yazid Abu ’Abdullah ibn Majah Qazwini) dan, “Abu Bakar adalah<br />
sebaik-baik orang sesudahku, kecuali bila ada seorang nabi muncul” (lihat<br />
Kanzul ‘Ummal fi Sunan al-Aqwal wa’l Af’al oleh Syaikh ‘Ala-ad-Din ‘Ali<br />
al-Muttaqi).”</p>
<p>Ayat Khaataman Nabiyyiin turun berkenaan dengan peristiwa pernikahan<br />
Rasulullah s.a.w. dengan Siti Zainab r.a., mantan istri Zaid Bin Haritsah<br />
yang diangkat oleh Rasulullah s.a.w. sebagai putra beliau. Ketika<br />
peristiwa itu terjadi, orang-orang munafik mencela Rasulullah s.a.w.<br />
karena menikahi bekas istri anak beliau sendiri. Allah Ta’ala menjawab<br />
celaan itu dalam surah Al Ahzab ayat 5 dan 6 yang menyatakan bahwa<br />
anak-anak angkat bukanlah anak dalam arti yang sebenarnya. Ayat Khaataman<br />
Nabiyyiin secara lebih tegas lagi menyatakan bahwa “Muhammad bukanlah<br />
bapak salah seorang laki-laki di antara kamu”. Bahwa Zaid r.a. sebagai<br />
putra Rasulullah s.a.w. adalah salah. Bahkan dalam ayat ini digunakan<br />
kata-kata مَّا كَانَ yang tidak hanya berlaku untuk masa sekarang tetapi<br />
juga untuk masa yang akan datang. Hal ini diperkuat dengan bagian akhir<br />
dari ayat ini yang menyatakan وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا<br />
bahwa Allah Ta’ala Maha Mengetahui segala sesuatu dan sifat ini berlaku<br />
baik dulu, sekarang, maupun yang akan datang.</p>
<p>Dengan demikian kata-kata مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن<br />
<!-- D(["mb","\nرِّجَالِكُمْ berarti bahwa Hazrat Muhammad s.a.w. bukanlah ayah dari  \u003cbr\&gt;\nseorang laki-laki dewasa baik di masa dahulu, sekarang maupun di masa yang  \u003cbr\&gt;\nakan datang.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nAkan tetapi pernyataan ini terlihat bertentangan dengan surah Al Kautsar  \u003cbr\&gt;\nayat 4 :\u003cbr\&gt;\nإِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nSesungguhnya, musuh engkau, dialah yang abtar, tanpa keturunan.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nPernyataan bahwa Hazrat Muhammad s.a.w. bukanlah bapak dari seorang  \u003cbr\&gt;\nlaki-laki dewasa bertentangan dengan nubuwwatan bahwa musuh beliaulah yang  \u003cbr\&gt;\ntanpa keturunan. Berkenaan dengan inilah Allah Ta’ala berfirman\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nوَلَكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nPernyataan ini menghapus segala kesalahpahaman mengenai pernyataan  \u003cbr\&gt;\nsebelumnya (Muhammad bukanlah bapak salah seorang diantara laki-lakimu).  \u003cbr\&gt;\nMeskipun Rasulullah s.a.w. bukanlah bapak biologis seorang laki-laki  \u003cbr\&gt;\ndewasa, tetapi beliau adalah Rasul Allah dan Khaataman Nabiyyiin. Seorang  \u003cbr\&gt;\nRasul Allah adalah bapak rohani bagi umatnya. Dan Khaataman Nabiyyiin  \u003cbr\&gt;\nberarti bahwa Rasulullah s.a.w. bukan hanya bapak rohani bagi umat beliau  \u003cbr\&gt;\ntetapi juga bapak rohani bagi nabi-nabi. Putra-putra musuh beliau ketika  \u003cbr\&gt;\nmemeluk Islam memutuskan hubungan mereka dengan bapak-bapak mereka dan  \u003cbr\&gt;\nmenisbahkan namanya kepada Hazrat Rasulullah s.a.w. sehingga musnahlah  \u003cbr\&gt;\nketurunan musuh-musuh beliau. Sebaliknya, keturunan rohani Rasulullah  \u003cbr\&gt;\ns.a.w. terus berkembang pesat dan akan terus berkembang hingga hari kiamat  \u003cbr\&gt;\ndan beberapa diantaranya akan dianugrahi pangkat kenabian.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nDengan demikian, bila ayat Khaataman Nabiyyiin dan surah Al Kautsar di  \u003cbr\&gt;\nbaca bersama-sama, hanya pengertian di atas yang bisa muncul. Bila ayat  \u003cbr\&gt;\nKhaataman Nabiyyiin diartikan “Muhammad bukanlah bapak salah seorang  \u003cbr\&gt;\ndiantara laki-lakimu, akan tetapi ia adalah Rasul Allah dan penutup  \u003cbr\&gt;\nsekalian nabi”, maka ayat ini akan kehilangan maknanya dan tidak relevan  \u003cbr\&gt;\ndengan konteks yang dibicarakan. Terlebih lagi hal itu justru akan  \u003cbr\&gt;",1] );  //--> رِّجَالِكُمْ berarti bahwa Hazrat Muhammad s.a.w. bukanlah ayah dari<br />
seorang laki-laki dewasa baik di masa dahulu, sekarang maupun di masa yang<br />
akan datang.</p>
<p>Akan tetapi pernyataan ini terlihat bertentangan dengan surah Al Kautsar<br />
ayat 4 :<br />
إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ</p>
<p>Sesungguhnya, musuh engkau, dialah yang abtar, tanpa keturunan.</p>
<p>Pernyataan bahwa Hazrat Muhammad s.a.w. bukanlah bapak dari seorang<br />
laki-laki dewasa bertentangan dengan nubuwwatan bahwa musuh beliaulah yang<br />
tanpa keturunan. Berkenaan dengan inilah Allah Ta’ala berfirman</p>
<p>وَلَكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ</p>
<p>Pernyataan ini menghapus segala kesalahpahaman mengenai pernyataan<br />
sebelumnya (Muhammad bukanlah bapak salah seorang diantara laki-lakimu).<br />
Meskipun Rasulullah s.a.w. bukanlah bapak biologis seorang laki-laki<br />
dewasa, tetapi beliau adalah Rasul Allah dan Khaataman Nabiyyiin. Seorang<br />
Rasul Allah adalah bapak rohani bagi umatnya. Dan Khaataman Nabiyyiin<br />
berarti bahwa Rasulullah s.a.w. bukan hanya bapak rohani bagi umat beliau<br />
tetapi juga bapak rohani bagi nabi-nabi. Putra-putra musuh beliau ketika<br />
memeluk Islam memutuskan hubungan mereka dengan bapak-bapak mereka dan<br />
menisbahkan namanya kepada Hazrat Rasulullah s.a.w. sehingga musnahlah<br />
keturunan musuh-musuh beliau. Sebaliknya, keturunan rohani Rasulullah<br />
s.a.w. terus berkembang pesat dan akan terus berkembang hingga hari kiamat<br />
dan beberapa diantaranya akan dianugrahi pangkat kenabian.</p>
<p>Dengan demikian, bila ayat Khaataman Nabiyyiin dan surah Al Kautsar di<br />
baca bersama-sama, hanya pengertian di atas yang bisa muncul. Bila ayat<br />
Khaataman Nabiyyiin diartikan “Muhammad bukanlah bapak salah seorang<br />
diantara laki-lakimu, akan tetapi ia adalah Rasul Allah dan penutup<br />
sekalian nabi”, maka ayat ini akan kehilangan maknanya dan tidak relevan<br />
dengan konteks yang dibicarakan. Terlebih lagi hal itu justru akan<br />
<!-- D(["mb","\nmendukung celaan orang-orang kafir yang diisyaratkan dalam surah Al  \u003cbr\&gt;\nKautsar.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n-- \u003cbr\&gt;\n*istghfr+tsbh+slwt+wslm*\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nRahmat Ali\u003cbr\&gt;\nMail/Postal Address: #18--RT001-RW01, Kby. Lama Sel, JAKARTA 12240 -  \u003cbr\&gt;\nIndonesia\u003cbr\&gt;\nPhone: +62 856 94000529 (Cell.), +62 21 68590177 (Home), +62 21 7250448\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n&quot;Perhemat Bandwidth! Hapus ekor/footer yg tdk perlu!&quot;\u003cbr\&gt;\n&quot;Love 4 All, Hatred 4 None!&quot;\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n--\u003cbr\&gt;\nUsing Opera&#39;s revolutionary e-mail client: \u003ca href\u003d\"http://www.opera.com/mail/\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\&gt;http://www.opera.com/mail/\u003c/a\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003c/p\&gt;\n    \u003c/div\&gt;  \n\n    \n    \u003cspan width\u003d\"1\" style\u003d\"color:white\"\&gt;__._,_.___\u003c/span\&gt;\n    \n    \u003cdiv\&gt;\n              \u003cspan\&gt;\n          \u003ca href\u003d\"http://groups.yahoo.com/group/ahmadi-ina/message/19263;_ylc\u003dX3oDMTM2OWx2bmRjBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzYxNDE1NDkEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDc2MTc5BG1zZ0lkAzE5MjYzBHNlYwNmdHIEc2xrA3Z0cGMEc3RpbWUDMTE3NjgwMTA0MQR0cGNJZAMxOTI2Mw--\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\&gt;\n            Messages in this topic          \u003c/a\&gt; (\u003cspan\&gt;1\u003c/span\&gt;)\n        \u003c/span\&gt;\n        \u003ca href\u003d\"http://groups.yahoo.com/group/ahmadi-ina/post;_ylc\u003dX3oDMTJxcThuaTVyBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzYxNDE1NDkEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDc2MTc5BG1zZ0lkAzE5MjYzBHNlYwNmdHIEc2xrA3JwbHkEc3RpbWUDMTE3NjgwMTA0MQ--?act\u003dreply&amp;messageNum\u003d19263\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\&gt;\n          \u003cspan\&gt;\n            Reply          \u003c/span\&gt; (via web post)\n        \u003c/a\&gt;  | \n        \u003ca href\u003d\"http://groups.yahoo.com/group/ahmadi-ina/post;_ylc\u003dX3oDMTJlOThzODdxBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzYxNDE1NDkEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDc2MTc5BHNlYwNmdHIEc2xrA250cGMEc3RpbWUDMTE3NjgwMTA0MQ--\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\&gt;\n          Start a new topic        \u003c/a\&gt;\n          \u003c/div\&gt; \n    \n    \n    \u003cdiv\&gt;\n                \u003ca href\u003d\"http://groups.yahoo.com/group/ahmadi-ina/messages;_ylc\u003dX3oDMTJla3NnNzVyBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzYxNDE1NDkEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDc2MTc5BHNlYwNmdHIEc2xrA21zZ3MEc3RpbWUDMTE3NjgwMTA0MQ--\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\&gt;",1] );  //--> mendukung celaan orang-orang kafir yang diisyaratkan dalam surah Al<br />
Kautsar.</p>
<p style="clear:none;background:white none repeat scroll 0 50%;width:140px;float:left;margin-left:5px;margin-bottom:25px;">             <a href="http://groups.yahoo.com/group/ahmadi-ina;_ylc=X3oDMTJldWRibmhuBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzYxNDE1NDkEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDc2MTc5BHNlYwN2dGwEc2xrA3ZnaHAEc3RpbWUDMTE3NjgwMTA0MQ--" target="_blank"><!-- D(["mb","\n        Visit Your Group      \u003c/a\&gt;\n    \u003c/div\&gt; \n              \n    \n              \u003cdiv\&gt;\n              \u003cdiv\&gt;\n                      \u003cdiv\&gt;Yahoo! Avatars\u003c/div\&gt; \n\u003cp\&gt;\u003ca href\u003d\"http://us.ard.yahoo.com/SIG\u003d12ik7jn1n/M\u003d493064.9803228.10510222.8674578/D\u003dgroups/S\u003d1705076179:NC/Y\u003dYAHOO/EXP\u003d1176808242/A\u003d3848523/R\u003d0/SIG\u003d10qidb854/*http://avatars.yahoo.com\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\&gt;Create a Face\u003c/a\&gt;\u003c/p\&gt; \n\u003cp\&gt;Show your style in\u003c/p\&gt; \n\u003cp\&gt;Messenger &amp; more.\u003c/p\&gt;                  \u003c/div\&gt;\n                    \u003cdiv\&gt;\n                      \u003cdiv\&gt;Y! Messenger\u003c/div\&gt; \n\u003cp\&gt;\u003ca href\u003d\"http://us.ard.yahoo.com/SIG\u003d12iee5prh/M\u003d493064.9803215.10510209.8674578/D\u003dgroups/S\u003d1705076179:NC/Y\u003dYAHOO/EXP\u003d1176808242/A\u003d3848583/R\u003d0/SIG\u003d11umg3fun/*http://us.rd.yahoo.com/evt\u003d42403/*http://messenger.yahoo.com\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\&gt;Want a quick chat?\u003c/a\&gt;\u003c/p\&gt; \n\u003cp\&gt;Chat over IM with\u003c/p\&gt; \n\u003cp\&gt;group members.\u003c/p\&gt;                  \u003c/div\&gt;\n                    \u003cdiv\&gt;\n                      \u003cdiv\&gt;Yahoo! Mail\u003c/div\&gt; \n\u003cp\&gt;\u003ca href\u003d\"http://us.ard.yahoo.com/SIG\u003d12i1jnfvj/M\u003d493064.9803214.10510208.8674578/D\u003dgroups/S\u003d1705076179:NC/Y\u003dYAHOO/EXP\u003d1176808242/A\u003d3848568/R\u003d0/SIG\u003d12jllrvsk/*http://us.rd.yahoo.com/evt\u003d42409/*http://advision.webevents.yahoo.com/handraisers\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\&gt;Next gen email?\u003c/a\&gt;\u003c/p\&gt; \n\u003cp\&gt;Try the all-new\u003c/p\&gt; \n\u003cp\&gt;Yahoo! Mail Beta.\u003c/p\&gt;                  \u003c/div\&gt;\n          \u003c/div\&gt;\n    \n  \u003c/div\&gt;   \n  \u003cdiv style\u003d\"clear:both;color:#FFF;font-size:1px\"\&gt;.\u003c/div\&gt;\n\u003c/div\&gt;   \u003cimg width\u003d\"1\" height\u003d\"1\"\&gt; \u003cbr\&gt;\n\n\u003cspan style\u003d\"color:white\"\&gt;__,_._,___\u003c/span\&gt;\n\n\u003c/div\&gt;\n\n\n\n\n\n\n\n",0] );  //--></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wulanku.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wulanku.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wulanku.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wulanku.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wulanku.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wulanku.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wulanku.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wulanku.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wulanku.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wulanku.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wulanku.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wulanku.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wulanku.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wulanku.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wulanku.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wulanku.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wulanku.wordpress.com&amp;blog=408398&amp;post=33&amp;subd=wulanku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wulanku.wordpress.com/2007/04/21/ayat-khataman-nabiyyiin-bag-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6110f20169c90b5ea5d469ff2244ad0d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">wulanku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diproteksi: Makna Ayat Khataman Nabiyyiin (Bag. I)</title>
		<link>http://wulanku.wordpress.com/2007/04/21/makna-ayat-khataman-nabiyyiin-bag-i/</link>
		<comments>http://wulanku.wordpress.com/2007/04/21/makna-ayat-khataman-nabiyyiin-bag-i/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Apr 2007 08:55:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wulanku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel ahmadiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wulanku.wordpress.com/2007/04/21/makna-ayat-khataman-nabiyyiin-bag-i/</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada ringkasan karena ini adalah tulisan yang dilindungi.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wulanku.wordpress.com&amp;blog=408398&amp;post=32&amp;subd=wulanku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini terlindungi oleh kata sandi. Anda harus mengunjungi situs tersebut dan memasukkan kata sandinya untuk melanjutkan membaca.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wulanku.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wulanku.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wulanku.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wulanku.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wulanku.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wulanku.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wulanku.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wulanku.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wulanku.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wulanku.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wulanku.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wulanku.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wulanku.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wulanku.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wulanku.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wulanku.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wulanku.wordpress.com&amp;blog=408398&amp;post=32&amp;subd=wulanku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wulanku.wordpress.com/2007/04/21/makna-ayat-khataman-nabiyyiin-bag-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6110f20169c90b5ea5d469ff2244ad0d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">wulanku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kualitas  Ilahi  dalam Rahiimiyyat</title>
		<link>http://wulanku.wordpress.com/2007/02/21/kualitas-ilahi-dalam-rahiimiyyat/</link>
		<comments>http://wulanku.wordpress.com/2007/02/21/kualitas-ilahi-dalam-rahiimiyyat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Feb 2007 11:04:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wulanku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Khutbah Khalifah Ahmadiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wulanku.wordpress.com/2007/02/21/kualitas-ilahi-dalam-rahiimiyyat/</guid>
		<description><![CDATA[KHUTBAH JUM’AT HADHRAT AMIRUL MUKMININ KHALIFATUL MASIH V aba Tanggal  9-2-2007 dari  Mesjid Baitul Futuh, United Kingdom Setelah mengucapkan Syahadat, memohon perlindungan dan menilawatkan Al-Faatihah, Hudhur aba membaca ayat Kitab Suci Al-Qur’an:              Surah  An-Nahl (16) ayat 19: Dan sekiranya kamu menghitung-hitung nikmat Allah, sekali-kali kamu tidak akan dapat menghitungnya. Sesungguhnya, Allah itu Maha Pengampun, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wulanku.wordpress.com&amp;blog=408398&amp;post=31&amp;subd=wulanku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><font face="Tahoma" size="3"><strong>KHUTBAH  JUM’AT HADHRAT AMIRUL MUKMININ KHALIFATUL MASIH   V aba</strong></font></p>
<p align="center"><font face="Tahoma" size="3"><strong>Tanggal   9-2-2007  dari  Mesjid Baitul Futuh, United Kingdom </strong></font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Setelah mengucapkan  Syahadat, memohon perlindungan dan menilawatkan Al-Faatihah, Hudhur  aba membaca ayat Kitab Suci Al-Qur’an:</font></p>
<p align="justify">            <a name="0.1.0.1_graphic0B"></a><font face="Tahoma" size="2"><img src="http://mail.google.com/mail/?name=ccb990f8832bdd41.jpg&amp;attid=0.1.0.1&amp;disp=vahi&amp;view=att&amp;th=110d78ebb451d42a" alt="Your browser may not support display of this image." height="72" width="500" /></font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Surah  An-Nahl  (16) ayat 19:</font></p>
<ul>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2"><strong>Dan  sekiranya kamu menghitung-hitung nikmat  Allah, sekali-kali kamu tidak akan dapat menghitungnya. Sesungguhnya,  Allah itu Maha Pengampun, Maha Penyayang.</strong></font></p>
</ul>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Dalam beberapa khutbah  terakhir, saya telah membicarakan sifat Ar-Rahmaan dari Tuhan dan hari  ini saya akan membicarakan tentang sifat Rahiim.  Sebagaimana yang kita  semua ketahui, di dalam Surah Al-Faatihah, Surah pembukaan dari Kitab  Suci Al-Qur’an yang kami baca pada tiap rakaat shalat itu, di dalamnya  ada sifat ketiga dari Tuhan ini yang disebut Ar-Rahiim.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Hadhrat Masih Mau’ud  a.s. <a name="0.1.0.1_graphic0C"></a><strong><img src="http://mail.google.com/mail/?name=6f8f909c8d1bb30b.jpg&amp;attid=0.1.0.1&amp;disp=vahi&amp;view=att&amp;th=110d78ebb451d42a" alt="Your browser may not support display of this image." height="18" width="35" /></strong>   bersabda bahwa kualitas ke-3 di dalam Tuhan yang merupakan macam ke-3  dari nikmat kebaikan-Nya adalah sifat Ar-Rahiim yang disebutkan di dalam  Surah Al-Faatihah. Menurut terminology dari Kitab Suci Al-Qur’an,  Allah itu disebut Rahiim di mana Allah Taala menerima amal perbuatan  baik dari orang dan menerima doa mereka serta Dia melindungi mereka  dari kegagalan atas perbuatannya dan hasil dari perbuatan mereka. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Di dalam menjelaskan  sifat ini, beberapa ulama cendekiawan agama dan para ahli tafsir telah  menyebutkan beberapa macam artinya yang akan saya bicarakan di sini  di mana kemudian saya akan menyampaikan apa yang ada di dalam kata-kata  dari Hadhrat Masih Mau’ud a.s. Setelah membaca kutipan dari Hadhrat  Masih Mau’ud a.s. ini maka saudara-saudara tidak perlu memerlukan  bukti lain-lainnya, karena dengan membicarakannya maka orang itu akan  dapat mengetahui betapa pandangan dari Hadhrat Masih Mau’ud a.s. itu,  di mana Allah-lah telah memberikan pengertian dan pengetahuan langsung  dari Tuhan, yang hanya dimiliki oleh <strong><u>Hadhrat  Masih Mau’ud a.s.</u></strong>, karena  <strong><u>beliau itu adalah  Al-Masih dan Imam Mahdi yang telah dibangkitkan sesuai dengan  janji nubuatan dari Y.M.  Rasulullah s.a.w.<a name="0.1.0.1_graphic0D"></a><img src="http://mail.google.com/mail/?name=3a05e050ef0c17ff.jpg&amp;attid=0.1.0.1&amp;disp=vahi&amp;view=att&amp;th=110d78ebb451d42a" alt="Your browser may not support display of this image." height="25" width="27" />.</u></strong></font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Secara singkat pertama-tama  saya akan menyampaikan kepada saudara-saudara tafsir dari beberapa orang  ulama cendekiawan agama terdahulu dan para ahli tafsir: </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Di dalam Mufridat, Imam  Raghib mengatakan Ar-Rahiim adalah Wujud Penyayang yang tidak terkirakan  besar dan banyaknya.  Aqrab al—Mawarid mengatakan bahwa Ar-Rahiim  ada satu Wujud yang memperlihatkan Kasih-Sayang dan ini adalah salah  satu dari sifat-sifat Allah. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Apa yang dibicarakan  dalam Kamus Lexicon kami menemukan arti-arti seperti ini dan lebih baik  saya tinggalkan saja dan saya akan menyebutkan tafsir dari beberapa  orang ahli tafsir mengenai kata ini, sebagaimana yang sudah saya katakan,  kemudian baru akan saya sampaikan  kutipan dari Hadhrat Masih Mau’ud  a.s.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Dalam tafsir Aljami,  dari Abu Abdullah Muhammad ibn Ahmad al&#8211;Qurthubi, ia mengatakan dengan  membawakan sifat Ar-Rahiim itu segera setelahnya sifat Ar-Rahmaan, Muhammad  ibnu Ali asy-Syaukani mengatakan bahwa setelahnya memberikan karunia  keberkahan itu, maka ini adalah keberkahan yang kedua dari Tuhan dan  yang merupakan pelimpahan karunia kedua oleh Tuhan. Ini adalah untuk  memperkuat harapan saudara-saudara dari Tuhan dan ini adalah sebuah  janji yang sedemikian rupa, bahwa tidak ada orang yang menaruh keyakinan  kepada-Nya, lalu kemudian ia akan mahrum atau tidak akan mendapatkannya.   Menurut konsesnus dari para ulama, Ar-Rahiim adalah satu hal yang khusus  sedangkan Ar-Rahmaan bersifat secara umum.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Abu’l Hasan Ali Farsi  mengatakan bahwa Ar-Rahiim adalah selalu merujuk atau berkaitan dengan  orang-orang mukmin, dalam membicarakan Ar-Rahmaan ia mengatakan di mana <strong><u> sifat Ar-Rahiim hanya dikaitkan kepada orang-orang mukminin saja.</u></strong>    Sebagaimana Allah berfirman:</font></p>
<p align="justify">            <a name="0.1.0.1_graphic0E"></a><font face="Tahoma" size="2"><img src="http://mail.google.com/mail/?name=c410fa42b5b7b1f3.jpg&amp;attid=0.1.0.1&amp;disp=vahi&amp;view=att&amp;th=110d78ebb451d42a" alt="Your browser may not support display of this image." height="72" width="195" /></font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Surah Al-Ahzaab (33)  ayat 44:</font></p>
<ul>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2"><strong>……………   Dan Dia Maha Penyayang terhadap orang-orang yang beriman.</strong></font></ul>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Abdal Malik ibn Hisyam  mengatakan bahwa sifat Rahiim itu adalah untuk membimbing orang-orang  dan untuk memperlihatkan nikmat kebaikan dari Tuhan.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Ibnu Mubarik mengatakan  bahwa Ar-Rahmaan adalah Dia Yang apapun yang engkau minta daripada-Nya  atau tidak minta Dia itu akan memberikannya kepada-mu. Ar-Rahiim adalah  Wujud itu yang jika engkau tidak meminta kepada-Nya maka Dia akan merasa  tidak senang. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Di dalam Tirmidzi di  sana ada riwayat dari Abu Hurairah r.a bahwa Y.M.  Rasulullah s.a.w.  bersabda:  <strong>M<em>an lam yadullahu subhanallahu wa jibailaihi </em></strong> <em>(?) </em> bahwa  <strong><u>seseorang yang tidak meminta dari  Tuhan, tidak bersujud memohon kepada-Nya,   Allah akan mengutuknya.</u></strong></font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Salah satu dari syair  di dalam baitnya dalam bahasa Arab bahwa  <strong><u>Allah  adalah Dia yang jika engkau meninggalkan dan tidak meminta kepada-Nya  dan tidak memohon kepada-Nya, maka Dia itu tidak  akan merasa senang,</u></strong>  di mana kebalikannya dari itu bahwa  ada orang-orang yang sedemikian rupa sehingga jika ada orang yang minta  kepadanya, maka mereka menjadi tidak senang.  Jadi, jika ada orang  yang terus mendesak meminta kepadanya sehingga akhirnya ia terpaksa  untuk memberinya, tetapi mereka juga memperingatkan kepadanya agar tidak  minta-minta lagi. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Kemudian di dalam kutipan  yang sama ialah bahwa <strong><em>Bismillahirrahmanirrrahiim, </em></strong>  Allah menggunakan Rahiim untuk mengatakan kepada-mu bahwa engkau itu  hanya dapat mencapai kepada-Ku yaitu dengan melalui hubungan dari Y.M.   Rasulullah s.a.w.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Ada riwayat lainnya,  ketika Y.M.  Rasulullah s.a.w. ditanya, beliau mengatakan bahwa  Ar-Rahmaan berarti bahwa Dia itu memperlihatkan kemurahan-Nya kepada  semua yang baik dan yang buruk.  <strong><u>Ar-Rahiim  adalah untuk memperlihatkan kemurahan-Nya khususnya kepada orang-orang  yang beriman.</u></strong>  Kadang-kadang sifat Ar-Rahmaan akan disebut juga  karena akar dari kedua kata itu adalah sama. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Allama Fakhruddin Razi  mengatakan bahwa Ar-Rahmaan adalah khusus untuk Tuhan, sedangkan Ar-Rahiim  digunakan untuk Tuhan dan juga untuk yang lainnya.  Jika dikatakan bahwa  dengan cara ini Ar-Rahmaan adalah lebih tinggi, lalu kemudian mengapa  sifat yang lebih rendahnya disebutkan setelahnya itu, yaitu yang pertama  Rahmaan dan mengapa baru kemudian Rahiim. Jawaban atas pertanyaan ini  ialah bahwa satu wujud yang paling tertinggi adalah bahwa engkau itu  tidak meminta kepada-Nya hal-hal yang kecil. Dikatakan bahwa ada seseorang  yang mengunjungi seorang besar dan mengatakan:  “Saya datang kepada  Tuan untuk hal-hal yang kecil.”  Orang besar itu akan mengatakan  mengapa engkau tidak datang untuk meminta barang-barang yang kecil itu  kepada kepada orang yang kecil saja? Jadi, Allah telah mengatakan bahwa  jika engkau itu akan menghentikan sifat Rahmaan maka engkau akan merasa  ragu-ragu untuk meminta kepada-Ku, engkau akan berhenti untuk meminta  hal-hal yang kecil dari-Ku.  Tetapi sebagaimana yang kalian sudah  ketahui Aku adalah Ar-Rahmaan sehingga dengan merujuk ke sana, maka  engkau itu akan meminta kepada-Ku hal-hal yang besar. Secara itu pula,  Aku adalah Rahiim, oleh karena itu engkau harus meminta kepada-Ku walaupun  untuk tali sepatu atau bahkan garam yang diperlukan untuk kalian memasak. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Kemudian Allama Razi  mengatakan bahwa Dia adalah Rahmaan dalam arti bahwa Dia itu menciptakan  sesuatu yang orang tidak memiliki kekuatan untuk itu dan Dia adalah  Rahiim bahwa Dia yang melakukan pekerjaan yang sedemikian, di mana yang  orang tidak dapat melakukannya. Jadi, Dia mengatakan Aku adalah Rahmaan  karena engkau memberikan kepada-Ku sesuatu hal yang kecil dan Aku memberikan  kepadamu bentuk dan ukuran yang besar. Aku adalah Rahiim bahwa engkau  itu memberikan kepada-Ku sesuatu yang kecil, tetapi Aku memberikan kepadamu  Syurga yang sejati. Jadi, demikianlah saya telah menyampaikan kepada  saudara-saudara tafsir dari beberapa ahli tafsir yang utama. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Hadhrat Masih Mau’ud  a.s. mengatakan bahwa sifat Rahiim itu adalah untuk setiap anugerah-Nya,  Dia meminta keinginan untuk yang tidak berwujud dan tidak sungguh-sungguh  ada dari hamba-hamba-Nya. Jika engkau itu perlu mendapatkan manfaatnya  dari sana maka orang yang memiliki pikiran intellectual, ia itu harus  meningkatkan rasa merendahkan dirinya dan harus menaruh perhatian pada  shalat dan doanya. Hanya dengan cara demikianlah maka ia itu akan meraih  anugerah ridha Allah.  Kalian itu harus menghilangkan sifat sombong  dan bangga diri dari diri kalian dan hanya dengan demikianlah maka engkau  akan dapat memperoleh manfaat dari sifat Rahiim ini. Jika engkau itu  mengerjakan amal perbuatan yang baik maka barulah engkau akan memperoleh  berkah-berkah daripada-Nya; karena jika engkau itu memiliki semacam  kebanggaan dan kesombongan, maka orang seperti ini tidak dapat menghadirkan  dirinya di hadapan Tuhan. Dengan kerendahan hati itulah diperlukan bagi  orang yang menyembah kepada Allah. Oleh karena itu agar dapat menghadirkan  dirimu di hadapan Tuhan, maka untuk itu diperlukan bahwa engkau itu  harus menganggap bahwa dirimu itu sebagai tidak ada apa-apanya dan tidak  ada hal yang penting yang ada dirimu.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2"> </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Hadhrat Masih Mau’ud  a.s. selanjutnya bersabda bahwa Ar-Rahiim ialah bahwa Tuhan Yang memberikan  kepadamu ganjaran pahala yang besar dari amal perbuatan baikmu dan Yang  tidak akan membiarkan amalanmu itu terbuang dengan percuma. Untuk ini,  sifat-Nya itu disebut Ar-Rahiim dan yang disebut sebagai sifat Ar-Rahiim  dari Tuhan. Dua kutipan pertama yang saya telah menyebutkannya dari  Hadhrat Masih Mau’ud a.s., diterangkan selanjutnya, Hadhrat Masih  Mau’ud a.s. mengatakan sifat Rahiim adalah kedermawanan dari Tuhan  yang khusus untuk sifat Rahiim. Berkah ini adalah bagi penciptaan dari  manusia dan peningkatan kemajuannya sampai pada tingkatannya yang tertinggi.  Tetapi untuk ini diperlukan untuk mengadakan usaha, untuk berbuat amal  shaleh dan untuk menekan hawa nafsumu. Kalian tidak akan memperoleh  anugerah dari sifat Rahiim ini kecuali jika engkau berbuat secara maximum  dan dengan menghancurkan ego keinginan serta sifat riya kalian yang  dapat menyebabkan kalian itu tidak suci, selama engkau itu tidak mau  menderita seperti berhadapan dengan maut demi untuk dapat meraih ridha  Allah ini.  Jadi, beberkatlah mereka yang kepadanya telah dianugerahi  dengan keberkatan ini, di mana mereka ini adalah yang benar-benar manusia  sedangkan yang lainnya adalah seperti binatang dan hewan ternak.   Ini berarti bahwa pernyataan ini memperlihatkan bahwa sifat dari Tuhan  ini akan meningkatkan kualitas dari seorang manusia sampai pada kesempurnaannya.  Mereka, orang-orang yang sudah mencapai kesempurnaannya ini, Allah Taala  telah mengajarkan kepada kita di dalam Surah Al-Faatihah bahwa engkau  itu harus berdoa bahwa masukkanlah kami di antara orang-orang yang memperoleh  kesempurnaan itu. Siapakah mereka ini, mereka ini adalah orang-orang  yang kepadanya telah Allah anugerahi berkah-berkah daripada-Nya. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Hadhrat Masih Mau’ud  a.s. bersabda dalam hal ini bahwa lautan yang ke-4 adalah bab Ar-Rahiim  dengan doa: </font></p>
<p align="justify">                  <a name="0.1.0.1_graphic0F"></a><font face="Tahoma" size="2"><img src="http://mail.google.com/mail/?name=46b2e00c2c9a5c26.jpg&amp;attid=0.1.0.1&amp;disp=vahi&amp;view=att&amp;th=110d78ebb451d42a" alt="Your browser may not support display of this image." height="72" width="211" /></font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">yang merujuk ke sana.   Jadi, bahwa seseorang manusia itu dimasukkan di antara mereka yang sudah  memperoleh berkah-berkah khusus dari Tuhan, karena sifat Rahiim itu  adalah bahwa yang menyebabkan engkau sampai pada keistimewaan yang khusus  di mana tidak ada lagi orang lainnya yang termasuk di dalamnya. Walaupun  kedermawanan umum dari Tuhan itu membawa semua binatang dan serangga  yang melata itu berada di dalam kedermawanan-Nya.  Ini adalah kedermawanan  lainnya yang dapat diraih oleh manusia melalui sifat Rahiim.  Sebagaimana  Allah berfirman:</font></p>
<p align="justify">            <a name="0.1.0.1_graphic10"></a><font face="Tahoma" size="2"><img src="http://mail.google.com/mail/?name=48b8b005b240addc.jpg&amp;attid=0.1.0.1&amp;disp=vahi&amp;view=att&amp;th=110d78ebb451d42a" alt="Your browser may not support display of this image." height="119" width="500" /></font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Surah Al-Nisaa ayat  70:</font></p>
<ul>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2"><strong>Dan, barangsiapa  taat kepada Allah dan Rasul ini maka mereka akan termasuk di antara  orang-orang yang kepada mereka Allah memberikan nikmat, yakni:   Nabi-nabi, Shiddiq-shiddiq, Syahid-syahid, dan orang-orang shaleh. Dan  mereka itulah sahabat </strong>yang istimewa,<strong> yang sejati. </strong></font></p>
</ul>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Mereka yang taat kepada  Tuhan dan kepada Utusan-Nya, mereka ini akan dimasukkan di antara orang-orang  yang kepadanya Allah telah mencurahkan berkah-berkah-Nya, yaitu para  Nabi, orang-orang yang benar, para Syuhada dan orang-orang yang shaleh.   Jadi, kebaikan dari sifat Rahiim ini memerlukan beberapa tindakan dan  perbuatan dari pihak manusia seperti yang telah dikatakan oleh Hadhrat  Masih Mau’ud a.s. Hal yang mendasar di sini ialah untuk mentaati dengan  sempurna dan dengan sepenuhnya kepada Allah dan Utusan-Nya, hanyalah  dengan cara ini maka kalian itu berhak untuk mendapatkan berkah-berkah  daripada-Nya. Kalian itu perlu untuk meningkatkan standard dari peribadatan  kalian dan kalian pun harus melakukan amal perbuatan yang baik seperti  yang telah diterangkan oleh Hadhrat Masih Mau’ud a.s., yang berarti  bahwa engkau itu harus menekan hawa nafsu keinginanmu dan menghancurkannya  sama sekali. Setiap perbuatan itu haruslah sedemikian rupa, yaitu hanyalah  demi untuk meraih ridha Allah semata, di dalam mana keinginanmu itu  tidak termasuk di dalamnya. Ini bukanlah satu pekerjaan yang mudah,  tetapi sangatlah sukar di mana engkau itu harus mengurbankan dirimu  sendiri dan mengurbankan nafsu keinginanmu. Dengan tanpa menghancurkan  ego keinginanmu itu, maka engkau tidak akan dapat memperoleh bagian  yang penuh dari kemurahan Allah tersebut.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Hadhrat Masih Mau’ud  a.s. bersabda bahwa hal itu tidak sepenuhnya turun, oleh karena itu  untuk terkabulnya doa, untuk dapat menerima kebaikannya dari sifat Tuhan  Rahiim, kalian itu harus mencarinya sendiri. Tetapi sejauh manakah bahwa  perbuatanmu itu adalah bagus dan sudah seberapa jauhnyakah kami ini  mengerjakan tugas kami terhadap Allah dan tugas kami terhadap sesama  manusia serta bagi keperluan mereka itu kami harus mensirnakan kesenangan  dan keinginan kami sendiri.  Jika tidak begitu maka pernyataan  kami itu adalah palsu bahwa kami itu hanya menyembah kepada Tuhan Yang  Maha Esa, hanya bersujud kepada Tuhan dan kami itu memang benar-benar  beriman kepada-Nya.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2"> </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Sebagaimana Hadhrat  Masih Mau’ud a.s. telah mengatakannya bahwa saudara-saudara itu perlu  berusaha dengan sekuat tenaga dan bekerja keras, harus melakukan suatu  jihad, maka hanya dengan demikianlah saudara itu akan dapat disucikan  dengan sempurna.  Jika masih ada kepura-puraan, maka hati kami  itu hanya dapat dibersihkan dengan sebersih-bersihnya jika sudah dapat  dihilangkan dari perasaan pura-pura dan riya, maka barulah setelah itu,  hati kami ini akan dapat memperoleh ridha dari Allah. Bilamana keadaan  ini dapat diperoleh, maka Allah sesuai dengan janji-Nya itu akan memasukkan  kami di dalam golongan orang yang tentang itu Allah telah berfirman  yaitu mereka adalah Nabi-nabi, para Siddiq, para Syuhada dan orang-orang  yang shaleh.  Baru kemudian kami dapat menyaksikannya di dalam  kehidupan kita ini dan kami dapat melihatnya hal itu berjalan. Kemudian  Allah Taala juga telah berjanji: <strong><em>Wa in ta’udduu ni’matallahi  laa tuhshuuhaa </em></strong><em>(16:19)</em>   bahwa Allah itu akan  memperlihatkan berkah-berkah yang sedemikian banyaknya sehingga kalian  tidak akan mampu untuk dapat menghitung-hitungnya.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Jadi, untuk dapat meraih  kebaikan ini untuk dapat memperoleh bagian dari sifat Rahiim-Nya itu,  dengan melakukan istighfar,  meminta ampunan dari Allah, kami itu harus  mengadakan reformasi di dalam perbuatan kami; hanya setelah itulah kami  akan memperoleh manfaat dari keberkatan ini, dari sifat ini. Berkah-berkah  dari Allah ada pada semuanya, dan tidak berada di luar tetapi ada di  bawah sifat Rahmaan. Tetapi untuk mendapatkan bagian dari sifat Rahiim  itu seorang penyembah Tuhan yang adalah hamba-Nya Tuhan, yang menjadi  orang yang tahu bersyukur kepada-Nya.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Ini adalah suatu berkah  yang besar dari Allah di zaman ini bahwa Dia itu telah memberi kemampuan  kepada kita untuk dapat <strong><u>mempercayai  Al-Masih dan Imam Mahdi di mana orang-orang lain itu menolak beliau  a.s., yang pada kenyataannya adalah  merupakan penolakan terhadap kebaikan anugerah dari sifat</u></strong> <strong><u> Rahiim itu.</u></strong> </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Hadhrat Masih Mau’ud  a.s. dengan mengambil petunjuk dari Hadhrat Masih Mau’ud a.s., Allah  Taala telah mengirimkan bermacam jalan kepada Hadhrat Masih Mau’ud  a.s. untuk menyebarkan nur. Orang-orang Muslim lainnya pada pergi ke  kuburan dari orang-orang suci dan orang Faqiir di mana mereka itu punya  pikiran bahwa nur itu datang dari mereka ini sehingga mereka itu terjerumus  pada bid’ah dan keburukan, karena nur atau cahaya itu telah mereka  matikan. Oleh karena itu, di zaman ini untuk mendapatkan bagian dari  sifat Rahiim Tuhan itu maka seorang Ahmadi haruslah berpikir bahwa jalan  pada sifat Rahmaan Allah itu telah memasukkan kami di dalam sifat Rahiim-Nya.  Dengan mengabulkan doa-doa dari orang-orang yang baik ini, dikarenakan  oleh sifat Rahiim-Nya semoga Allah memberikan kemampuan kepada yang  lainnya juga untuk dapat menerima Hadhrat Masih Mau’ud a.s. Berkat-berkat  ini dan ganjaran pahala ini mempersyaratkan bahwa <strong><u>kami itu harus  senantiasa bersyukur dan harus berserah diri sepenuhnya kepada  Allah dan kepada Utusan-Nya, melakukan amal shaleh dan selalu meminta  ampunan daripada-Nya.</u></strong>  Kami itu harus tetap memperhatikan berkah-berkah  dari dunia ini dan berkah-berkah spiritual juga dan kemudian berpikir  dan menyadari akan berkah apa lagi yang Dia belum perlihatkan kepada  kami. Dia telah memberkati kami dengan berbagai macam keberkahan dan  juga menunjukkan kepada kami jalan bahwa kami itu harus terus dan senantiasa  meminta ampunan bagi kita. Karena untuk tetap menjalankan keshalehan  ini dan untuk meningkatkan standardnya adalah perlu untuk meminta ampunan  dari Allah, melakukan istighfar dan untuk terus maju di dalam ilmu pengetahuan  dan di dalam perbuatan amal shaleh serta dalam spiritualitasnya itu  adalah perlu untuk memperlihatkan kerendahan hati dan untuk meminta  ampunan dari Allah, karena jika tidak begitu, perasaan sombong dan berbangga  diri itu dapat menarik orang yang baik pada keburukan. Bahwa hal itu  bukannya akan meningkat naik tetapi akan menurun sehingga keshalehannya  itu tak akan ada gunanya bagi mereka ini. Oleh karena itu dengan sifat  Rahiim dari Tuhan itu adalah perlu bagi seseorang untuk mengambil manfaatnya  dari sana, untuk melakukan istighfar yakni meminta ampunan dari Allah.  Itulah sebabnya mengapa di kebanyakan tempat di mana Allah itu menggunakan  sifat Rahiim, Dia itu telah meng-kualifikasikannya dengan sifat Ghafoor.  Oleh karena itu untuk mengambil manfaat dari sifat Rahiim itu saudara-saudara  harus melakukan perbuatan amal shaleh dan juga meminta ampunan dari  Allah. Inilah hal-hal yang paling mendasar.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Hadhrat Masih Mau’ud  a.s. bersabda bahwa di sana juga ada sebuah aspek yang mencakup Rahiim.  Tetapi sebelum pencakupan ini adalah perlu juga bahwa kalian itu melakukan  beberapa tindakan. Jika terdapat sesuatu kelemahan di dalam tindakan  atau perbuatan tersebut maka Allah akan menutupinya  dengan sifat  Rahiim-Nya itu.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Perbedaan antara sifat  Rahmaan dan Rahiim adalah bahwa Rahmaan itu tidak tergantung pada perbuatan  seseorang, tetapi  <strong><u>Rahiim  itu tergantung pada tindakan atau perbuatan seseorang</u></strong>.  Tetapi  dikarenakan orang itu juga lemah maka kasih-sayang Allah itulah yang  harus menutupinya.  Oleh karena itu dalam memberikan penjelasan selanjutnya  itu, mengapa Allah itu telah menempatkan sifat Rahiim itu dengan sifat  Ghafoor, sehingga dengan kasih sayang-Nya itu Allah demi untuk hamba-Nya  itu akan menutupinya dengan selimut penutup daripada-Nya dan akan terus  menutupi kekurangan-kekurangan mereka ini, jika kalian itu tidak melakukan  sesuatu tindakan apa pun maka kalian dapat berharap bahwa Allah akan  menutupinya; jika kalian telah melakukan sesuatu pekerjaan yang buruk,  maka kalian haruslah meminta ampunan dari Allah sehingga kalian akan  dapat memperoleh penutup dari maghfirat Allah di mana Dia akan menutupi  kesalahanmu. Saudara-saudara jarus menaruh perhatian akan hal ini; Allah  Taala berfirman:</font></p>
<p align="justify">            <a name="0.1.0.1_graphic11"></a><font face="Tahoma" size="2"><img src="http://mail.google.com/mail/?name=f10039b4af8e062c.jpg&amp;attid=0.1.0.1&amp;disp=vahi&amp;view=att&amp;th=110d78ebb451d42a" alt="Your browser may not support display of this image." height="166" width="500" /></font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Surah Al-An’aam (6)  ayat 55:</font></p>
<ul>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2"><strong>…….    Tuhan-mu telah menetapkan atas diri-Nya </strong> memberi<strong> rahmat </strong>kasih sayang<strong>, sehingga  barangsiapa di antaramu itu berbuat kejahatan karena kebodohannya, lalu  dia bertaubat sesudah itu dan memperbaiki   diri,  maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun </strong> lagi<strong> Maha Penyayang. </strong></font></p>
</ul>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">bahwa Allah itu telah  membuatnya wajib atas rahmat kasih-sayang-Nya. Tetapi jika orang itu  melakukan sesuatu perbuatan yang salah dan kemudian ia bertobat serta  memperbaiki dirinya, maka tidak perlu khawatir karena Allah itu Maha  Pengampun dan Maha Penyayang.  Di sini juga ada contoh yang sama bahwa  Allah itu memberikan ampunan tetapi orang itu harus bertobat. Saya telah  memberikan contoh dari seseorang yang telah membunuh sebanyak 99 orang,  yang kemudian menambahnya dengan membunuh satu orang lagi, dan kemudian  ia berusaha melakukan tobat maka Allah Taala telah menciptakan jalan-jalan  untuk pengampunan-Nya. Jadi, untuk mengambil manfaat sebesar-besarnya  dari sifat Rahiim itu adalah dengan bertobat dan bersujud kepada-Nya  serta melakukan perbuatan amal shaleh, inilah yang paling terpenting. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Dengan menjelaskan falsafahnya  dari doa dan sifat Rahiim itu, Hadhrat Masih Mau’ud a.s. bersabda  bahwa rahmat kasih sayang  kedua dari Tuhan itu adalah sifat Rahiim  ini, bahwa jika kita itu berdoa maka Allah akan mengabulkannya.  <strong><u> Jika saudara-saudara itu mau merenungkannya, saudara akan tahu bahwa  hukum alam itu selalu berkaitan dengan doa.</u></strong>  Ada orang-orang  yang punya pikiran bahwa yang demikian itu merupakan bid’ah, bahwa  doa kami itu dikaitkan dengan Tuhan, tentang hal ini saya akan menerangkannya.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2"> </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2"><strong>Hadhrat  Masih Mau’ud a.s. bersabda jika seorang bayi menangis karena kehausan,  maka air susu akan keluar dari dada ibunya</strong>.  Apakah tangisannya  itu akan membuat air susu itu?  Kami sudah punya pengalaman bahwa  kadang-kadang bahkan sang ibu itu merasa sudah tidak punya air susunya  lagi, tetapi tiba-tiba, dengan tangisan dari bayinya itu, ini akan menarik  dan mengeluarkan air susu tersebut.  Jadi, <strong>jika kita itu dapat  menangis maka tangisan ini akan dapat menarik keluar sesuatu dari kasih-sayang-Nya  Tuhan, dan memang hal itu akan datang</strong>.  Mereka yang buta dan  yang berpikir bahwa kami adalah ahli falsafah, mereka ini tidak akan  dapat melihatnya. Jika kalian melihat tentang hubungan bayi-bayi ini  dengan ibunya, jika kalian terus memperhatikan dan merenungkannya dengan  falsafahnya dari doa, maka hal itu akan nampak dengan sangat mudahnya,  mudah untuk dapat dimengerti. Di sana ada rahmat kasih sayang yang timbul  satu kali saudara itu memintanya. Jika engkau terus memintanya maka  Aku akan memberikannya bagimu: </font></p>
<p align="justify">                  <a name="0.1.0.1_graphic12"></a><font face="Tahoma" size="2"><img src="http://mail.google.com/mail/?name=725381c9e9fd033e.jpg&amp;attid=0.1.0.1&amp;disp=vahi&amp;view=att&amp;th=110d78ebb451d42a" alt="Your browser may not support display of this image." height="72" width="169" /></font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Surah Al-Mu’min (40)  ayat 61: </font></p>
<p align="justify">      <font face="Tahoma" size="2"><strong>  …………..  “Berdoalah kepada-Ku;  Aku akan mengabulkan  bagi kamu.” </strong></font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Ini bukanlah hanya kata-kata  belaka, ini adalah bagian yang amat penting dari sifat naluri alamiahnya  manusia. Di dalam diri orang itu terdapat sebuah kualitas untuk meminta  dan bagi Allah adalah untuk memberinya, inilah kualitas-Nya Dia itu.  Sebagaimana yang sudah saya sebutkan contoh dari seorang bayi yang menerangkan  tentang falsafahnya dari doa. Rahmaan dan Rahimiyaat itu bukanlah dua  hal yang berbeda; tetapi jika seseorang itu meninggalkan yang satunya  maka ia tidak akan dapat mengambil yang lainnya. Rahmaan mempersyaratkan  bahwa Dia itu menciptakan suatu kemampuan di dalam diri kita dengan  mengambil manfaat dari sifat Rahiim. Orang yang tidak melakukan hal  ini maka ia itu mengingkari akan berkah-berkah dari Allah. Jadi, apa  yang Allah telah ciptakan jalan-jalan di bawah sifat Rahmaan-Nya itu  adalah untuk membuat hidup kehidupan kami. Benda-benda materi apa pun  yang kami miliki dan jalan-jalan spiritual apa pun yang Dia telah sediakan  bagi kita sebagaimana yang saya sudah menyebutkannya tadi, Allah berfirman  bahwa jika engkau akan mengucapkan rasa syukur kamu atas berkah-berkah  dari Kami itu, di mana engkau itu tidak akan pernah mampu untuk dapat  menghitung berkah-berkah dari-Ku itu. Oleh karena itu berkah ini mempersyaratkan  bahwa apa pun yang Allah telah berikan kepada kita di bawah sifat Rahmaan-Nya  maka untuk mengambil manfaatnya dengan lebih banyak lagi dari sana yaitu  di bawah sifat Rahiim-Nya dan untuk dapat meneruskannya itu, <strong><u>kita  harus berdoa dan bersujud kepada-Nya dan juga melakukan perbuatan amal  yang baik.</u></strong></font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Hadhrat Masih Mau’ud  a.s. mengatakan selanjutnya tentang Ar-Rahiim bahwa kebaikannya itu  adalah sebuah kebaikan dan kedermawanan yang khusus, yaitu khusus bagi  umat manusia; kepada benda dan mahluk lainnya tidak diberikan kemampuan  untuk mengerjakan amal shaleh dan berdoa serta bersujud.  Tetapi  seorang manusia adalah orang yang dapat berbicara di mana ia dapat mengucapkannya  dengan kata-kata, ia dapat menggunakan kemampuannya berbicara sehingga  ia dapat meminta kepada Allah dan memperoleh manfaatnya dari situ.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2"> </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Kepada mahluk ciptaan  yang lainnya tidak diberikan kekuatan atau kemampuan untuk berbicara  ini; oleh karena itu hal ini menunjukkan bahwa <strong><u>kualitas dari seorang  manusia itu adalah untuk berdoa, dan ini sudah dimasukkan di dalam nalurinya</u></strong>.   Sebagaimana sifat Rabb Allah dan sifat Rahmaan itu yang faedahnya diambil  dari sana maka demikian jugalah sifat Rahiim itu yang juga memberikan  sebuah kebaikan. Perbedaannya adalah bahwa pada sifat Rahmaan dan Rabb  itu tidak diperlukan untuk meminta, karena kedua sifat ini tidak khusus  dikaitkan dengan orang saja. Kedua sifat ini memberikan manfaat pada  semua ciptaan Tuhan, binatang-binatang, burung-burung dan mahluk lainnya.  Semua tumbuh-tumbuhan, binatang dan hewan serta segala sesuatu yang  berada di alam jagat raya semuanya memperoleh manfaat dari sifat Rahmaan  ini; termasuk umat manusia, sifat Rahmaan ini memberi manfaat kepada  segala sesuatu yang ada di dalam alam semesta ini, seperti planet-planet  dan segala apa pun yang ada semuanya mendapatkan manfaat dari kualitas  Rahmaan ini dan tidak ada sesuatu apa pun yang di luar dari ini.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2"> </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Berlawanan dengan sifat  tersebut adalah sifat Rahiim yang telah dibuat khusus untuk manusia,  ini adalah suatu nikmat dan kebaikan yang khusus bagi manusia. Jika  orang itu tidak mengambil manfaatnya dari sifat Tuhan ini, maka orang  yang semacam itu adalah sama saja dengan mahluk-mahluk lainnya, atau  seperti hewan; karena ia itu tidak lagi sebagai orang jika ia itu tidak  mengambil manfaatnya dari sifat Rahiim ini; ia ini adalah seperti hewan  ataupun bahkan seperti barang yang tidak bernyawa. </font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Dimana Allah Taala telah  menyebutkan 4 macam kualitas, yang disebutkan di dalam sifat Rahiim  Tuhan itu mempersyaratkan orang itu untuk berdoa dan untuk bersujud,  yang khusus diperuntukkan bagi manusia, yang memperlihatkan bahwa sebuah  kualitas di dalam Tuhan ini dihubungkan dengan bersujud dan meminta,  yang dengan tanpa doa, maka hal itu tidak akan dapat terjadi.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2">Ini adalah sunatullah  yang tidak akan pernah berubah. Itulah sebabnya mengapa Nabi itu selalu  berdoa bagi para pengikutnya. Kenyataannya adalah bahwa jika saudara  itu berdoa maka suatu kebaikan itu akan turun dan yang akan memberikan  kelapangan kepada kami, yang akan melepaskan kami dari kesulitan, dan  inilah kebaikannya dari sifat Rahiim itu, di mana orang itu akan terus  maju. Dengan kebaikan ini seseorang itu dapat mencapai pada kedudukan  yang Suci dan yang memiliki kepastian yang sedemikian akan keberadaan  Wujud dari Tuhan seolah-olah ia itu dapat melihatnya dengan mata kepalanya  sendiri, atau setidaknya memiliki keyakinan bahwa Tuhan itu melihat  dan memperhatikan dia.</font></p>
<p align="justify"><font face="Tahoma" size="2"> </font></p>
<p><font face="Tahoma" size="2">Semoga Allah Taala membuat  kami ini mengerti sepenuhnya akan sifat Rahiim dari Tuhan ini dan dapat  mengaplikasikannya pada kehidupan kita, di mana kita itu harus berbuat  dengan sepenuh tenaga dalam hal ini sehingga dengan karunia kemurahan  Allah, maka kita itu akan dapat memperoleh manfaat dari berkah-berkah  Allah ini dengan ganjaran pahala daripada-Nya serta memasukkan kita  di dalam golongan orang-orang yang kepadanya telah dilimpahi dengan  hujan nikmat-nikmat dan keberkahan daripada-Nya itu.  Aamiiin</font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wulanku.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wulanku.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wulanku.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wulanku.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wulanku.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wulanku.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wulanku.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wulanku.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wulanku.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wulanku.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wulanku.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wulanku.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wulanku.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wulanku.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wulanku.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wulanku.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wulanku.wordpress.com&amp;blog=408398&amp;post=31&amp;subd=wulanku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wulanku.wordpress.com/2007/02/21/kualitas-ilahi-dalam-rahiimiyyat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6110f20169c90b5ea5d469ff2244ad0d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">wulanku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mail.google.com/mail/?name=ccb990f8832bdd41.jpg&#38;attid=0.1.0.1&#38;disp=vahi&#38;view=att&#38;th=110d78ebb451d42a" medium="image">
			<media:title type="html">Your browser may not support display of this image.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mail.google.com/mail/?name=6f8f909c8d1bb30b.jpg&#38;attid=0.1.0.1&#38;disp=vahi&#38;view=att&#38;th=110d78ebb451d42a" medium="image">
			<media:title type="html">Your browser may not support display of this image.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mail.google.com/mail/?name=3a05e050ef0c17ff.jpg&#38;attid=0.1.0.1&#38;disp=vahi&#38;view=att&#38;th=110d78ebb451d42a" medium="image">
			<media:title type="html">Your browser may not support display of this image.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mail.google.com/mail/?name=c410fa42b5b7b1f3.jpg&#38;attid=0.1.0.1&#38;disp=vahi&#38;view=att&#38;th=110d78ebb451d42a" medium="image">
			<media:title type="html">Your browser may not support display of this image.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mail.google.com/mail/?name=46b2e00c2c9a5c26.jpg&#38;attid=0.1.0.1&#38;disp=vahi&#38;view=att&#38;th=110d78ebb451d42a" medium="image">
			<media:title type="html">Your browser may not support display of this image.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mail.google.com/mail/?name=48b8b005b240addc.jpg&#38;attid=0.1.0.1&#38;disp=vahi&#38;view=att&#38;th=110d78ebb451d42a" medium="image">
			<media:title type="html">Your browser may not support display of this image.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mail.google.com/mail/?name=f10039b4af8e062c.jpg&#38;attid=0.1.0.1&#38;disp=vahi&#38;view=att&#38;th=110d78ebb451d42a" medium="image">
			<media:title type="html">Your browser may not support display of this image.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mail.google.com/mail/?name=725381c9e9fd033e.jpg&#38;attid=0.1.0.1&#38;disp=vahi&#38;view=att&#38;th=110d78ebb451d42a" medium="image">
			<media:title type="html">Your browser may not support display of this image.</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Inspirasi dan Wawasan bagi Pemimpin</title>
		<link>http://wulanku.wordpress.com/2007/02/08/inspirasi-dan-wawasan-bagi-pemimpin/</link>
		<comments>http://wulanku.wordpress.com/2007/02/08/inspirasi-dan-wawasan-bagi-pemimpin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Feb 2007 05:49:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wulanku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Leadership]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wulanku.wordpress.com/2007/02/08/inspirasi-dan-wawasan-bagi-pemimpin/</guid>
		<description><![CDATA[Kepemimpinan 101 John C. Maxwell   Gunakan kekuasaan untuk membantu orang. Kita diberi kekuasaan tidak untuk meraih tujuan pribadi, atau membuat pertunjukan  terbesar didunia, dan bukan untuk mendapatkan nama. Hanya ada satu kegunaan kekuasaan, yakni membantu orang.   Kegagalan dapat dibagi menjadi dua sebab. Yakni orang yang berfikir tapi tidak pernah bertindak dan orang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wulanku.wordpress.com&amp;blog=408398&amp;post=30&amp;subd=wulanku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kepemimpinan 101</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>John C. Maxwell</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Gunakan kekuasaan untuk membantu orang. Kita diberi kekuasaan tidak untuk meraih tujuan pribadi, atau membuat pertunjukan<span>  </span>terbesar didunia, dan bukan untuk mendapatkan nama. Hanya ada satu kegunaan kekuasaan, yakni membantu orang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Kegagalan dapat dibagi menjadi dua sebab. Yakni orang yang berfikir tapi tidak pernah bertindak dan orang yang bertindak tetapi tidak pernah berpikir.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span>Reverend W.A. Nance</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Pemimpin harus dekat dengan bawahan tetapi sebatas memotivasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span>John Maxwell</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Sebagian besar kita tahu bahwa pemimpin tidak hanya punya visi saja. Kalau hanya bermimpi, setiap orang pun bisa. Kepemimpinan yang efektif tahu bagaimana menentukan langkah-langkah untuk bertindak untuk diri sendiri dan organisasi sehingga visi dapat direalisasikan. Ini mengharuskan kita untuk bertindak praktis dan memahami proses.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Orang harus cukup tegar untuk memaafkan kesalahan, cukup pintar untuk belajar dari kesalahan, dan cukup kuat untuk mengoreksi kesalahan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Anda punya gagasan cemerlang. Namun jika Anda tidak dapat menyampaikan gagasan, gagasan Anda tidak akan beranjak kemanapun</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span>Lee Iacocca</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Anda harus hidup dengan orang untuk mengetahui masalah mereka, dan hidup dengan Tuhan untuk memecahkan masalah mereka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span>P.T. Forsyth</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Nasib merupakan sisa dari rancangan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span>Branch Rickey</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>Semua kemenangan berasal dari berani memulai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span>Eugene F. Ware</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span>To..be..continue..</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wulanku.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wulanku.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wulanku.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wulanku.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wulanku.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wulanku.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wulanku.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wulanku.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wulanku.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wulanku.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wulanku.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wulanku.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wulanku.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wulanku.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wulanku.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wulanku.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wulanku.wordpress.com&amp;blog=408398&amp;post=30&amp;subd=wulanku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wulanku.wordpress.com/2007/02/08/inspirasi-dan-wawasan-bagi-pemimpin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6110f20169c90b5ea5d469ff2244ad0d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">wulanku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Passion of Jesus a.s.</title>
		<link>http://wulanku.wordpress.com/2007/02/07/the-passion-of-jesus-as-2/</link>
		<comments>http://wulanku.wordpress.com/2007/02/07/the-passion-of-jesus-as-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Feb 2007 08:31:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wulanku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel ahmadiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wulanku.wordpress.com/2007/02/07/the-passion-of-jesus-as-2/</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160; Oleh : Rafi Ahmad I. Pendahuluan, Beberapa Fatwa Ulama Besar Berkenaan topik penyaliban Isa a.s., memang berkembang beberapa pemahaman. 1. Kristiani beranggapan bahwa Yesus wajib wafat ditiang salib, hidup kembali, dan naik ke langit (karena inilah inti dari ajaran penebusan dosa). 2. Yahudi juga berkeinginan untuk membunuh Yesus (Isa a.s.) karena dia adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wulanku.wordpress.com&amp;blog=408398&amp;post=29&amp;subd=wulanku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong><font face="CG Omega" size="6"><span style="font-size:24pt;"><br />
</span></font></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><font face="Times New Roman" size="3"><span style="font-size:12pt;font-weight:bold;">  </span></font></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span></p>
<table align="left" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr>
<td height="10" width="11">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>&nbsp;</td>
<td style="vertical-align:top;" height="201" width="158"><span></p>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<p style="padding:3.6pt 7.2pt;" class="shape">
<p class="MsoNormal"><font face="Times New Roman" size="2"><span style="font-size:10pt;"><img src="http://attach.mud.mail.yahoo.com/aa.f317.mail.yahoo.com/ym/aa/ShowLetter?box=Inbox&amp;MsgId=4680_8578363_10631456_1571_1336025_0_49482_1836566_1908023521&amp;bodyPart=32&amp;YY=82382&amp;order=down&amp;sort=date&amp;pos=0&amp;Idx=30" height="187" width="135" /></span></font></p>
</td>
</tr>
</table>
<p></span></td>
</tr>
</table>
<p></span><font face="Georgia" size="4"><span style="font-size:14pt;font-family:Georgia;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><font face="Georgia" size="4"><span style="font-size:14pt;font-family:Georgia;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><font face="Georgia" size="4"><span style="font-size:14pt;font-family:Georgia;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><font face="Georgia" size="4"><span style="font-size:14pt;font-family:Georgia;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><font face="Georgia" size="4"><span style="font-size:14pt;font-family:Georgia;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><font face="Georgia" size="4"><span style="font-size:14pt;font-family:Georgia;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><font face="Georgia" size="4"><span style="font-size:14pt;font-family:Georgia;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><font face="Georgia" size="4"><span style="font-size:14pt;font-family:Georgia;">  </span></font></p>
<p><font face="Georgia" size="4"><span style="font-size:14pt;font-family:Georgia;"></span></font><font face="Georgia" size="4"><span style="font-size:14pt;font-family:Georgia;"></span></font><font face="Georgia" size="4"><span style="font-size:14pt;font-family:Georgia;">Oleh : Rafi Ahmad</span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><font face="Times New Roman" size="2"><span style="font-size:11pt;font-weight:bold;">I. Pendahuluan, </span></font></strong><strong><font face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">Beberapa Fatwa Ulama Besar</span></font></strong><strong><font size="2"><span style="font-size:11pt;font-weight:bold;"></span></font></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><font face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">Berkenaan topik penyaliban Isa a.s., memang berkembang beberapa pemahaman.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">1. Kristiani beranggapan bahwa Yesus wajib wafat ditiang salib, hidup kembali, dan naik ke langit (karena inilah inti dari ajaran penebusan dosa).</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">2. Yahudi juga berkeinginan untuk membunuh Yesus (Isa a.s.) karena dia adalah hamba yg terkutuk.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">3. Muslim (sebagian besar) beranggapan bahwa Isa a.s. dihindarkan dari hukuman salib dan orang lainlah yg dikorbankan, dan kemudian Isa a.s. naik kelangit dengan jasmaniyah nya (untuk hal naik  ke langit sepemahaman dengan keyakinan umat kristiani).</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">Semoga saya diberi karunia oleh Allah SWT untuk bisa membuat rangkaian tulisan yg panjang ini dengan berdasarkan dalil-dalil yg dapat dipertanggung jawabkan, amin.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">Kali kesempatan pertama ini, sebagai rasa hormat saya kepada Institusi Al Azhar, maka ijinkan saya untuk mengutip tulisan/pendapat Syeikh Mahmoud Shaltout (Rektor Universitas Al Azhar Cairo, Mesir). Pendapat beliau ini adalah berkenaan apakah Isa a.s. sudah wafat atau masih hidup (naik ke langit). Karena panjangnya tulisan beliau maka saya hanya akan mengutip beberapa pokok tulisan beliau.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">Beliau mengutip ayat 115 &#8211; 117 dari surah Al Maidah, dan dalam ayat ini ada kata &#8220;tawaffaytani&#8221; yg maknanya adalah mewafatkan. Dan beliau dalam mengartikan kata tawaffaytani ini juga merujuk kepada ayat 32:11, 4:97, 8:50. Kemudian Syeikh Syaltot menulis : &#8220;Oleh sebab itu adalah masuk akal, bahwa perkataan tawaffaytani yg disebut dalam di atas sehubungan dengan Nabi Isa a.s. (Yesus) dalam surah Al Maidah (115 &amp; 116) akan bermakna kematian alami secara wajar yg orang-orang memahami dan yang orang-orang berbahasa Arab mengerti dari teks dan konteks hubungan kedua-duanya. Maka jika kita ambil ayat ini menurut makna yg aseli dan sesuai haruslah disimpulkan bahwa Nabi Isa (Yesus) wafat dan tak ada dalil yg menguatkan anggapan bahwa beliau masih hidup dan kematian tidak terjadi pada beliau. Juga tidak beralasan untuk mengatakan bahwa perkataan mati, wafat, dalam ayat itu bermakna bahwa beliau akan wafat sesudah turun dari langit &#8211; menurut pendapat yg tersebar bahwa beliau hidup di langit dan akan turun menjelang akhir dunia. Ini disebabkan ayat itu berbicara dalam istilah yg jelas mengenai hubungan beliau dengan kaum beliau sendiri, bukan kepada kaum lain yg akan ada menjelang hari kiamat dan bukan dengan mereka yg difahami sebagai umat Muhammad saw serta bukan kaum Nabi Isa (di masa datang).&#8221; (Al Majallah, Kairo Mesir)</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">Demikian pula dalam Tafsir Al Azhar Prof Hamka menulis : &#8220;Adapun Ulama Indonesia yg menganut faham seperti demikian dan menyatakan pula faham itu dengan karangan ialah guru dan ayah hamba Dr. Syaikh Abdulkarim Amrullah  di dalam bukunya  al Qaulush Shahih, pada tahun 1924. Beliau menyatakan faham beliau bahwa Nabi Isa meninggal dunia menurut ajalnya dan diangkat derajat beliau di sisi Allah, jadi bukan tubuhnya yg dibawa ke langit&#8221;.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">&#8220;Sayid Rasyid Ridha, sesudah menguraikan pendapat2 ahli tafsir tentang ayat yg ditanyakan ini, mengambil kesimpulan;&#8221;Jumlah kata tidaklah ada nash yg shahih (tegas) di dalam Al Qur&#8217;an bahwa Nabi Isa telah diangkat dengan tubuh dan nyawa ke l;angit dan hidup di sana &#8230;&#8221;</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">Demikianlah saya membuka serial ini dengan mempersembahkan fatwa dari ulama-ulama besar Al Azhar yg mana mereka mengatakan bahwa Nabi Isa a.s. (Yesus) telah wafat dengan wajar.</span></font></p>
<p class="MsoNormal"><strong><font face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;"><br />
</span></font></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><strong><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">2. Penangkapan dan Pengadilan </span></font></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  </span><span style="font-size:10pt;">Isa a.s. (yesus) yg sudah mengetahui akan rencana penangkapan akan diri</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">beliau, menjelang penangkapan beliau bersama murid beliau pergi ke bukit</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">Getsmani. Di  sana beliau berdoa dengan penuh ratap sangat pilu memohon</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">keselamatan dari hukuman salib (kematian terkutuk).</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">&#8220;Dan mulailah ia merasa sedih dan gentar. Lalu katanya kepada mereka,</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">&#8220;Hatiku sangat sedih seperti mau mati rasanya&#8230;&#8221; Maka ia maju sedikit,</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">lalu sujud, dan berdo&#8217;a, katanya, &#8220;Ya Bapaku, jikalau sekiranya mungkin,</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">biarlah cawan (kematian) ini lalu dari padaku, tetapi janganlah seperti yg</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">kuhendaki, melainkan seperti yg Engkau kehendaki&#8221;. (Injil Matius 26:</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">37-39).</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">&#8220;Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdo&#8217;a; peluhnya menjadi</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">seperti titik-titik darah yg bertetesan ke tanah&#8221;. (Injil Lukas 22 : 44).</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><span></p>
<table align="left" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr>
<td height="13" width="73">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>&nbsp;</td>
<td><img src="http://attach.mud.mail.yahoo.com/aa.f317.mail.yahoo.com/ym/aa/ShowLetter?box=Inbox&amp;MsgId=4680_8578363_10631456_1571_1336025_0_49482_1836566_1908023521&amp;bodyPart=33&amp;YY=82382&amp;order=down&amp;sort=date&amp;pos=0&amp;Idx=30" height="255" width="400" /></td>
</tr>
</table>
<p></span><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;"><br />
</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;"></span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;"></span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;"></span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;"></span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">abi Isa a.s. menangis bukan karena takut melainkan menyesali apa yg</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">diperbuat oleh kaum Yahudi karena semata-mata kebencian dan purba sangka</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">kepada beliau dan hendak membuktikan bahwa beliau adalah seorang pendusta</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">dengan kematian terkutuk di tiang salib.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><span></p>
<table align="left" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr>
<td height="16" width="36">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>&nbsp;</td>
<td><img src="http://attach.mud.mail.yahoo.com/aa.f317.mail.yahoo.com/ym/aa/ShowLetter?box=Inbox&amp;MsgId=4680_8578363_10631456_1571_1336025_0_49482_1836566_1908023521&amp;bodyPart=34&amp;YY=82382&amp;order=down&amp;sort=date&amp;pos=0&amp;Idx=30" height="236" width="460" /></td>
</tr>
</table>
<p></span><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;"><br />
</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;"></span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;"></span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;"></span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">Kaum Yahudi yg dimotori oleh para Ulama Yahudi mengadukan Isa a.s. kepada</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"> <font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">Pilatus</span></font><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;"> (Gubernur) agar ia menangkap dan mengadili Isa.  Namun sebenarnya</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"> <font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">Pilatus</span></font><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;"> enggan untuk menangkap Isa a.s. dan berkata : &#8220;Aku tidak mendapati</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">kesalahan apa pun padanya&#8221; (Injil Yohanes 18 : 38).</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><span></p>
<table align="left" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr>
<td height="8" width="62">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>&nbsp;</td>
<td><img src="http://attach.mud.mail.yahoo.com/aa.f317.mail.yahoo.com/ym/aa/ShowLetter?box=Inbox&amp;MsgId=4680_8578363_10631456_1571_1336025_0_49482_1836566_1908023521&amp;bodyPart=35&amp;YY=82382&amp;order=down&amp;sort=date&amp;pos=0&amp;Idx=30" height="256" width="412" /></td>
</tr>
</table>
<p></span><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;"><br />
</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;"></span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;"></span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;"> </span></font></p>
<p></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">Kecewa karena Pilatus  membela Isa a,s, maka para Musuh Isa a.s. mengancam</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">akan mengadukan sikap Pilatus  kepada Kaisar. Mereka berkata : &#8220;Jika engkau</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">membebaskan dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar&#8230;..&#8221; (Injil Yohanes 19:12)</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"> <font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">Pilatus</span></font><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;"> sebenarnya merasa dan mengetahui bahwa Isa a.s. bukanlah seorang</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">biasa, terlebih-lebih istri Pilatus  memperoleh mimpi bahwa Isa a.s. adalah</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">orang yg benar sehingga ia berkata kepada suaminya : &#8220;Jangan engkau</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">mencampuri perkara orang yg benar itu, sebab karena dia aku sangat</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">menderita dalam mimpi tadi malam&#8221;. (Matius 27 : 19).</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><span></p>
<table align="left" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr>
<td height="0" width="61">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>&nbsp;</td>
<td><img src="http://attach.mud.mail.yahoo.com/aa.f317.mail.yahoo.com/ym/aa/ShowLetter?box=Inbox&amp;MsgId=4680_8578363_10631456_1571_1336025_0_49482_1836566_1908023521&amp;bodyPart=36&amp;YY=82382&amp;order=down&amp;sort=date&amp;pos=0&amp;Idx=30" height="258" width="424" /></td>
</tr>
</table>
<p></span><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;"><br />
</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;"></span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">Akhirnya dengan berat hati Pilatus  tidak bisa menghindar dari desakan nafsu</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">kaum Yahudi untuk membunuh Isa a.s. : &#8220;Ia harus disalibkan!&#8221; Pilatus</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">mengambil air dan membasuh tangannya. Di hadapan orang banyak dan berkata,</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">&#8220;Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri&#8221;.</span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">(Injil Matius 27 : 23-24).</span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><span></p>
<table align="left" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr>
<td height="1" width="25">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>&nbsp;</td>
<td><img src="http://attach.mud.mail.yahoo.com/aa.f317.mail.yahoo.com/ym/aa/ShowLetter?box=Inbox&amp;MsgId=4680_8578363_10631456_1571_1336025_0_49482_1836566_1908023521&amp;bodyPart=37&amp;YY=82382&amp;order=down&amp;sort=date&amp;pos=0&amp;Idx=30" height="241" width="472" /></td>
</tr>
</table>
<p></span><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;"></span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><strong><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">3. Hakikat Hukum Salib (shalb)</span></font></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">Hukuman salib adalah hukuman yg terkenal dan lazim digunakan oleh bangsa-bangsa tertentu zaman dahulu. Orang Romawi sebenarnya tidak pernah menggunakan hukuman salib untuk bangsa mereka sendiri melainkan menerapkannya pada bangsa-bangsa jajahan mereka untuk menghukum orang-orang yg dianggap memberontak kepada Kaisar.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">Salib atau shalb berasal dari kata ash-shaliib yg berarti sumsum atau lemak. Dalam bahasa Arab dikatakan ash-haabush-shulubi, yakni orang-orang yg mengumpulkan al-&#8217;idhaama (tulang) dan mengeluarkan sumsumnya serta mencampurkannya. Di dalam Al Qur&#8217;an dikatakan, &#8220;yakhruju min bainish shulbi wat taraaib&#8221; (keluar dari antara tulang belakang yg paling bawah dan tulang-tulang dada &#8211; QS 86:7). Dalam ayat yg lain dikatakan, &#8220;Wa ammal aakharu fasyushlabu fatakuluth-thairu min rasihii&#8221; (Dan adapun mengenai yg lain, ia akan disalibkan, burung-burung akan memakan sebagian dari kepalanya &#8211; QS 12:41). Jika kita meneliti asal dan makna kata yg terbentuk dari hutuf sh-l-b (shalb) maka artinya adalah tulang atau sumsum.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><span></p>
<table align="left" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr>
<td height="16" width="5">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>&nbsp;</td>
<td><img src="http://attach.mud.mail.yahoo.com/aa.f317.mail.yahoo.com/ym/aa/ShowLetter?box=Inbox&amp;MsgId=9079_12739658_10637058_1533_83345_0_49498_136439_3766984657&amp;bodyPart=4&amp;YY=86743&amp;order=down&amp;sort=date&amp;pos=0&amp;Idx=6" height="301" width="208" /></td>
</tr>
</table>
<p></span><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
</span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">Prosesi hukuman shalb (salib) itu adalah prosesi hukuman mati yg perlahan-lahan, dan biasanya memakan waktu sampai dengan tiga hari hingga ajalnya tiba. Terhukum akan dipaku ke dua tangannya di tiang salib, dikarenakan berat tubuhnya maka si terhukum akan mengalami kesulitan nafas karena terhimpit paru-parunya hingga akhirnya hal ini akan mempercepat kematian. Oleh karena itu untuk menambah penderitaan (memperlama proses kematian) maka pada telapak kaki diberikan sandaran papan di kakinya dipakukan kepada papan tsb (sehingga dengan kaki ini terhukum dapat berdiri menyangga tubuh). Terhukum akan dibiarkan menderita haus dan rasa sakit bahkan gangguan dari mangsa hewan liar. Pamungkas dari proses kematian ini adalah dipatahkannya tulang-tulang kaki (shalb-salib/patahkan tulang mengeluarkan sumsum) yg akan mempercepat kematian. Inilah hukuman salib (pematahan tulang dan sumsum di pancang / tiang kayu). Jadi seseorang yg hanya mengalami pemakuan di tiang kayu namun tidak mengalami pematahan tulang dan pengeluaran sumsum maka tidak bisa dikatakan telah di hukum salib.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">Inilah arti dan prosesi hukuman shalb (salib), dan pada artikel berikutnya (4) kita akan melihat apakah Nabi Isa. a.s. mengalami hukuman shalb (salib) itu.</span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">   </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><strong><font face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">4. Misi Rahasia Menyelamatkan Isa a.s. (Yesus)</span></font></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><font face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"> <font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">Pilatus</span></font><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;"> secara rahasia menolong Isa dengan menetapkan hari hukuman salib pada Jum&#8217;at siang (jam 12 siang) (Matius 27 : 46), dan pada jam 3 sore (jam 15) Isa diturunkan dari Tiang Salib dengan kondisi tampak &#8220;Mati&#8221;. Seperti yg telah lazim bahwa hukuman salib adalah hukuman mati secara perlahan (umumnya 3 hari) dan belum pernah ada yg mengalami kematian dlm hitungan jam. Lalu mengapa Isa diturunkan padahal baru 3 jam (nampak tergesa-gesa)?</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">Jawabannya karena dalam Taurat ada tertulis hukum :&#8221;Maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yg digantung terkutuk oleh Allah, janganlah engkau menajiskan tanah yg diberikan Tuhan Allahmu kepadamu menjadi milik pusakamu&#8221; (Ulangan 21:23).</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><span></p>
<table align="left" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr>
<td height="16" width="5">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>&nbsp;</td>
<td><img src="http://attach.mud.mail.yahoo.com/aa.f317.mail.yahoo.com/ym/aa/ShowLetter?box=Inbox&amp;MsgId=4778_12836771_10638187_1524_324305_0_49501_461984_1753236584&amp;bodyPart=10&amp;YY=64062&amp;order=down&amp;sort=date&amp;pos=0&amp;Idx=3" height="221" width="428" /></td>
</tr>
</table>
<p></span><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;"><br />
</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;"></span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;"></span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;"></span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">Jadi dikarenakan menurut hitungan hari Yahudi bahwa Hari Raya Sabath telah mulai sejak hari Jum&#8217;at petang (jam 18), maka tidak boleh ada najis (mayat orang terkutuk) yg menodai kesucian hari Sabath. Oleh karena itu haruslah tidak boleh ada orang yg terpantek di kayu salib. Maka dari itu hukum Yahudi sendiri yg meminta Isa a.s. diturunkan secepatnya dari kayu salib.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><span></p>
<table align="left" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr>
<td height="16" width="6">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>&nbsp;</td>
<td><img src="http://attach.mud.mail.yahoo.com/aa.f317.mail.yahoo.com/ym/aa/ShowLetter?box=Inbox&amp;MsgId=4778_12836771_10638187_1524_324305_0_49501_461984_1753236584&amp;bodyPart=11&amp;YY=64062&amp;order=down&amp;sort=date&amp;pos=0&amp;Idx=3" height="297" width="483" /></td>
</tr>
</table>
<p></span><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;"><br />
</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;"></span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;"></span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;"></span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">Pada saat Isa dihukum salib ada juga dua penjahat yg dihukum berserta beliau, namun tidak seperti Isa, mereka masih nampak segar atau hidup, sehingga bagi mereka diperlakukan cara cepat untuk menghabisi nyawa mereka dan mereka di hukum salib (shalb) dengan mematahkan tulang-tulang kaki mereka (yg menyangga tubuh mereka). Sedangkan bagi Isa a.s. karena pada saat akan diturunkan kondisi beliau nampak terlihat mati maka beliau tidak dihukum salib (shalb &#8211; pematahan tulang-tulang). Hal ini nampaknya merupakan perwujudan dari ramalan suci (nubuatan) : &#8220;Ia melindungi segala tulangnya, tidak satu pun yg patah&#8221;. (Mazmur 34 : 21). Sedangkan bagi perajurit Romawi alasan mereka tidak mematahkan tulang belulang Isa a.s. adalah karena Jasad Isa a.s. nampak seperti yg sudah mati : &#8220;Melihat bahwa ia telah mati, mereka tidak mematahkan kakinya&#8221; (Yohanes 19 : 33).</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">Perlu diperhatikan bahwa dasar yg menyatakan bahwa Isa mati itu adalah hanya atas Melihat, tidak mendekati, apalagi menyentuh, sehingga bisa dipastikan lebih jauh apakah masih berdenyut nadinya alias mati sungguhan atau tidak? Karena hanya sekedar melihat itu tidak pasti dan inilah pangkal keragu-raguan Orang Yahudi kelak bahwa mereka sendiri tidak yakin bahwa dalam waktu tiga jam tersebut dan tanpa hukum shalb mereka telah memutuskan ajal Isa (membunuh Isa). Hal ini berhubungan dengan ucapan Isa sebelum dihukum, &#8220;Kamu akan melihat dan melihat, namun tidak merasa&#8221; (Matius 13:14).</span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">Ketika Yohanes berkata bahwa tentara itu melihat, bahwa maksudnya mereka menduga bahwa Isa telah wafat. Jadi inilah cara Allah untuk menolong Isa. Dengan menserupakan beliau nampak seperti yg telah wafat dan hanya membiarkan tentara Romawi hanya melihat dan menduga-duga.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">Allah menyelamatkan Isa a.s. dalam kondisi pingsannya dengan menampakan kepada Tentara Romawi dan Orang Yahudi bahwa mereka melihat Isa seperti dalam kondisi mati. Karena itulah tentara Romawi tidak mematahkan tulang sumsum Isa a.s.. Setelah tubuh Isa telah diturunkan dari tiang maka untuk memastikan Isa telah wafat maka seorang Tentara Romawi menggoreskan lembing nya ke sisi rusuk tubuh Isa a.s. dan setelah melihat tidak adanya respon gerakan dari tubuh Isa maka ia yakin bahwa Isa telah wafat. Namun&#8230;.sebenarnya tidak demikian.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">&#8220;Hanyalah seorang lasykar menikam rusuk Yesus dengan tombaknya, maka sekejap itu juga mengalir keluar  darah dengan air&#8221; (Yahya 19 : 34). Adalah rahmat Allah SWT yg telah membuat tubuh manusia (Isa a.s.) pingsan karena menahan rasa sakit dan letih. Seseorang yg berada dalam kondisi pingsan mengakibatkan peredaran darahnya menjadi lamban dan tidak lancar. Dengan adanya pelukaan akibat goresan ujung lembing membuat peredaran darah lancar kembali dan memancarlah darah keluar, perlu diperhatikan bahwa hal ini (darah mengalir) hanya dapat terjadi pada tubuh yg mana jantungnya masih berdenyut (masih hidup). Dan perlu diperhatikan kata &#8220;Sekejap Itu Juga&#8221; menandakan bahwa darah memancar dengan cepat yg mana hal itu menunjukan bahwa sebenarnya Yesus/Isa masih hidup manakala diturunkan dan hanya pingsan (yg disangka telah mati oleh Yahudi dan Orang Romawi). Dr. W.B. Primrose, seorang ahli anastesi RS. Royal  Glasgow dalam tulisan beliau dalam harian &#8220;Thinker Digest&#8221; mengatakan, &#8220;Bahwa air tersebut disebabkan oleh adanya gangguan syaraf pada pembuluh darah lokal akibat rangsangan yg berlebihan dari proses penyaliban&#8221;.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">Perlu dicari tahu bahwa selain karena rasa sakit apakah gerangan yg membuat Isa jatuh pingsan dlm waktu yg singkat itu?</span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">Adalah rahmat Allah SWT beliau menjadikan Isa pingsan karena menahan sakit, perih, dan lelah dari hukuman tiang salib, namun disaat yg sama dua orang penjahat yg turut dihukum masih nampak siuman, lalu sebab apakah Isa dalam waktu kurang dari tiga jam sudah jatuh tak sadarkan diri?</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">Jawaban yg logis bisa kita telusuri, pada Yohanes 19: 29-30 tertulis :&#8221;Di situ ada suatu benda penuh anggur asam (tertulis Vinegar-bukan wine). Maka mereka mencucukan bunga karang yg telah dicelupkan dalam anggur asam pada sebatang hyssop (tanaman semak yg harum untuk obat) lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. Sesudah Yesus meminum anggur asam berkatalah ia :&#8221;sudah selesai&#8221;, lalu ia menundukan kepalanya dan menyerahkan nyawanya&#8221;. Adakah Vinegar ini telah berpengaruh kepada Yesus?</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">Vinegar memiliki efek stimulasi yg sementara sebagaimana obat amonia yg dicium dan bahkan dipakai untuk menstimulasi budak-budak pengayuh perahu kapal. Memberikan anggur yg dibumbui dengan Myrrh atau kemenyan kepada orang yg akan dihukum mati sebagai usaha untuk menghilangkan rasa sakit (efek narkotik) adalah sesuai dengan kebiasaan Yahudi, seperti yg tertulis : &#8220;Dia yg dieksekusi diberi sedikit kemenyan dicampur anggur dalam piala sehingga dia kehilangan kesadaran&#8221; (Sahn 43 &#8211; Kitab Talmud).</span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">Pada saat menjelang penyaliban Serdadu Roma bukan saja membolehkan pemberian minuman narkotik ini bahkan salah satu dari mereka terbukti membantu meminumkannya pada Yesus (Matius 27:48, Markus 15:36, Lukas 23:36, Johanes 19:29). Vinegar yg disebutkan dlm Injil dalam bahasa Latin disebut Acetum/Acidus/Acere/Acida. Dalam budaya  Persia dan Timur Tengah umumnya mengenal Minuman persembahan suci (Haoma Drink). Haoma Drink dibuat dari Juice tanaman Asclepias Acida. Efek minuman ini adalah membuat seseorang menjadi <strong><span style="font-weight:bold;">koma (mati suri)</span></strong>. Varietas asclepias acida ini di Eropa disebut dengan &#8220;Swallowwort&#8221;. Untuk membuat ramuan Haoma Drink ini perlu keahlian agar takarannya tepat dan Orang-orang dari Golongan Yahudi Essene sangat mahir dalam bidang pengobatan/penyembuhan sangat mengenal ramuan minuman ini. Salah satu efek dari ramuan Swallowwort (Asclepias Acida) ini adalah Extreme sweating and a dry mouth, dan ini sesuai dengan apa yg di alami oleh Isa, &#8220;Yesus mengatakan: &#8220;Saya haus&#8221; (Yohanes 19:28).</span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><span></p>
<table align="left" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr>
<td height="0" width="14">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>&nbsp;</td>
<td><img src="http://attach.mud.mail.yahoo.com/aa.f317.mail.yahoo.com/ym/aa/ShowLetter?box=Inbox&amp;MsgId=4778_12836771_10638187_1524_324305_0_49501_461984_1753236584&amp;bodyPart=12&amp;YY=64062&amp;order=down&amp;sort=date&amp;pos=0&amp;Idx=3" height="241" width="327" /></td>
</tr>
</table>
<p></span><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
</span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">Jadi para murid rahasia Yesus (Isa) dari golongan Essenes bekerja sama dengan Pilatus telah memberikan Haoma Drink ini kepada Isa a.s. sebelum beliau di paku di tiang salib dan ini merupakan rencana rahasia untuk menolong Isa. Dan akibat dari ramuan inilah beliau menjadi koma (mati suri) di tiang salib.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">Setelah kita mengetahui apa sebab Yesus (Isa) mengalami pingsan yg demikian cepat dalam kurun waktu tiga jam di tiang salib, kini saya ingin mengajak anda kembali pada saat tubuh Isa masih berada di tiang salib.</span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><span></p>
<table align="left" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr>
<td height="3" width="17">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td>&nbsp;</td>
<td><img src="http://attach.mud.mail.yahoo.com/aa.f317.mail.yahoo.com/ym/aa/ShowLetter?box=Inbox&amp;MsgId=4778_12836771_10638187_1524_324305_0_49501_461984_1753236584&amp;bodyPart=13&amp;YY=64062&amp;order=down&amp;sort=date&amp;pos=0&amp;Idx=3" height="272" width="463" /></td>
</tr>
</table>
<p></span><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
</span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">Meski Injil menerangkan dengan berbeda-beda namun adalah suatu kepastian bahwa pada saat menjelang jam 15 (3 sore) terjadi gemuruh, guntur , gempa, serta langit pun menjadi gelap. Hal ini adalah suatu mukjizat yg mana Allah menampakan gejala alam ini untuk membuat ciut dan takut hati kaum Yahudi yg saat itu berpesta pora disekitar (dekat) lokasi tiang-tiang salib, yg serta merta hati mereka menjadi takut akan kutuk Tuhan atas perbuatan mereka dan lari berhamburan menyelamatkan diri.</span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:12pt;"><font color="black" face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;">Peristiwa ini adalah rencana Tuhan yg karenanya para murid &#8220;rahasia&#8221; Isa (yg bukan 12 orang itu-mereka semua melarikan diri karena takut) dapat mendekati tiang salib, menurunkan jasad beliau, dan mengurus beliau a.s. Adalah Nikodemus dan Yusuf Arimatea (murid Isa dari golongan Essenes) yg telah meminta jasad Yesus kepada Pilatus. Nikodemus, Yusuf Arimatea, Maria Magdalena, dan murid-murid rahasia lainnya dari Essenes lah yg menolong dan mengurus jasad Isa a.s. setelah diturunkan dari tiang salib (Markus 15:47). Perlu diingat bahwa kondisi dan situasi saat itu sangat genting, karena jika orang Yahudi mengetahui bahwa Isa masih hidup maka mereka akan mencoba untuk membunuh untuk yg kedua kali</span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Bookman Old Style" size="2"><span style="font-size:10pt;"></span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;">  </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
</span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></font></p>
<p><font face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wulanku.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wulanku.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wulanku.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wulanku.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wulanku.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wulanku.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wulanku.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wulanku.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wulanku.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wulanku.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wulanku.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wulanku.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wulanku.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wulanku.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wulanku.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wulanku.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wulanku.wordpress.com&amp;blog=408398&amp;post=29&amp;subd=wulanku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wulanku.wordpress.com/2007/02/07/the-passion-of-jesus-as-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6110f20169c90b5ea5d469ff2244ad0d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">wulanku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://attach.mud.mail.yahoo.com/aa.f317.mail.yahoo.com/ym/aa/ShowLetter?box=Inbox&#38;MsgId=4680_8578363_10631456_1571_1336025_0_49482_1836566_1908023521&#38;bodyPart=32&#38;YY=82382&#38;order=down&#38;sort=date&#38;pos=0&#38;Idx=30" medium="image" />

		<media:content url="http://attach.mud.mail.yahoo.com/aa.f317.mail.yahoo.com/ym/aa/ShowLetter?box=Inbox&#38;MsgId=4680_8578363_10631456_1571_1336025_0_49482_1836566_1908023521&#38;bodyPart=33&#38;YY=82382&#38;order=down&#38;sort=date&#38;pos=0&#38;Idx=30" medium="image" />

		<media:content url="http://attach.mud.mail.yahoo.com/aa.f317.mail.yahoo.com/ym/aa/ShowLetter?box=Inbox&#38;MsgId=4680_8578363_10631456_1571_1336025_0_49482_1836566_1908023521&#38;bodyPart=34&#38;YY=82382&#38;order=down&#38;sort=date&#38;pos=0&#38;Idx=30" medium="image" />

		<media:content url="http://attach.mud.mail.yahoo.com/aa.f317.mail.yahoo.com/ym/aa/ShowLetter?box=Inbox&#38;MsgId=4680_8578363_10631456_1571_1336025_0_49482_1836566_1908023521&#38;bodyPart=35&#38;YY=82382&#38;order=down&#38;sort=date&#38;pos=0&#38;Idx=30" medium="image" />

		<media:content url="http://attach.mud.mail.yahoo.com/aa.f317.mail.yahoo.com/ym/aa/ShowLetter?box=Inbox&#38;MsgId=4680_8578363_10631456_1571_1336025_0_49482_1836566_1908023521&#38;bodyPart=36&#38;YY=82382&#38;order=down&#38;sort=date&#38;pos=0&#38;Idx=30" medium="image" />

		<media:content url="http://attach.mud.mail.yahoo.com/aa.f317.mail.yahoo.com/ym/aa/ShowLetter?box=Inbox&#38;MsgId=4680_8578363_10631456_1571_1336025_0_49482_1836566_1908023521&#38;bodyPart=37&#38;YY=82382&#38;order=down&#38;sort=date&#38;pos=0&#38;Idx=30" medium="image" />

		<media:content url="http://attach.mud.mail.yahoo.com/aa.f317.mail.yahoo.com/ym/aa/ShowLetter?box=Inbox&#38;MsgId=9079_12739658_10637058_1533_83345_0_49498_136439_3766984657&#38;bodyPart=4&#38;YY=86743&#38;order=down&#38;sort=date&#38;pos=0&#38;Idx=6" medium="image" />

		<media:content url="http://attach.mud.mail.yahoo.com/aa.f317.mail.yahoo.com/ym/aa/ShowLetter?box=Inbox&#38;MsgId=4778_12836771_10638187_1524_324305_0_49501_461984_1753236584&#38;bodyPart=10&#38;YY=64062&#38;order=down&#38;sort=date&#38;pos=0&#38;Idx=3" medium="image" />

		<media:content url="http://attach.mud.mail.yahoo.com/aa.f317.mail.yahoo.com/ym/aa/ShowLetter?box=Inbox&#38;MsgId=4778_12836771_10638187_1524_324305_0_49501_461984_1753236584&#38;bodyPart=11&#38;YY=64062&#38;order=down&#38;sort=date&#38;pos=0&#38;Idx=3" medium="image" />

		<media:content url="http://attach.mud.mail.yahoo.com/aa.f317.mail.yahoo.com/ym/aa/ShowLetter?box=Inbox&#38;MsgId=4778_12836771_10638187_1524_324305_0_49501_461984_1753236584&#38;bodyPart=12&#38;YY=64062&#38;order=down&#38;sort=date&#38;pos=0&#38;Idx=3" medium="image" />

		<media:content url="http://attach.mud.mail.yahoo.com/aa.f317.mail.yahoo.com/ym/aa/ShowLetter?box=Inbox&#38;MsgId=4778_12836771_10638187_1524_324305_0_49501_461984_1753236584&#38;bodyPart=13&#38;YY=64062&#38;order=down&#38;sort=date&#38;pos=0&#38;Idx=3" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kepemimpinan</title>
		<link>http://wulanku.wordpress.com/2007/02/07/kepemimpinan/</link>
		<comments>http://wulanku.wordpress.com/2007/02/07/kepemimpinan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Feb 2007 04:47:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wulanku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Leadership]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wulanku.wordpress.com/2007/02/07/kepemimpinan/</guid>
		<description><![CDATA[Kepemimpinan Sejati Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh pangkat atau pun jabatan seseorang. Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin, baik bagi dirinya sendiri, bagi keluarganya, bagi lingkungan pekerjaannya, maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya. Hal ini dikatakan dengan lugas oleh seorang jenderal dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wulanku.wordpress.com&amp;blog=408398&amp;post=27&amp;subd=wulanku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepemimpinan Sejati Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh pangkat atau pun jabatan seseorang. Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin, baik bagi dirinya sendiri, bagi keluarganya, bagi lingkungan pekerjaannya, maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya. Hal ini dikatakan dengan lugas oleh seorang jenderal dari Angkatan Udara Amerika Serikat: ”I don’t think you have to be wearing stars on your shoulders or a title to be a leader. Anybody who wants to raise his hand can be a leader any time.” —General Ronal Fogleman, US Air Force— Kepemimpinan adalah sebuah keputusan dan lebih merupakan hasil dari proses perubahan karakter atau transformasi internal dalam diri seseorang. Kepemimpinan bukanlah jabatan atau gelar, melainkan sebuah kelahiran dari proses panjang perubahan dalam diri seseorang. Ketika seseorang menemukan visi dan misi hidupnya, ketika terjadi kedamaian dalam diri (inner peace) dan membentuk bangunan karakter yang kokoh, ketika setiap ucapan dan tindakannya mulai memberikan pengaruh kepada lingkungannya, dan ketika keberadaannya mendorong perubahan dalam organisasinya, pada saat itulah seseorang lahir menjadi pemimpin sejati. Jadi pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari proses internal (leadership from the inside out). Ketika pada suatu hari filsuf besar Cina, Lao Tsu, ditanya oleh muridnya tentang siapakah pemimpin yang sejati, maka dia menjawab: As for the best leaders, the people do not notice their existence. The next best, the people honour And praise. The next, the people fear, And the next the people hate. When the best leader’s work is done, The people say, ‘we did it ourselves’. Justru seringkali seorang pemimpin sejati tidak diketahui keberadaannya oleh mereka yang dipimpinnya. Bahkan ketika misi atau tugas terselesaikan, maka seluruh anggota tim akan mengatakan bahwa merekalah yang melakukannya sendiri. Pemimpin sejati adalah seorang pemberi semangat (encourager), motivator, inspirator, dan maximizer. Konsep pemikiran seperti ini adalah sesuatu yang baru dan mungkin tidak bisa diterima oleh para pemimpin konvensional yang justru mengharapkan penghormatan dan pujian (honor and praise) dari mereka yang dipimpinnya. Semakin dipuji bahkan dikultuskan, semakin tinggi hati dan lupa dirilah seorang pemimpin. Justru kepemimpinan sejati adalah kepemimpinan yang didasarkan pada kerendahan hati (humble). Pelajaran mengenai kerendahan hati dan kepemimpinan sejati dapat kita peroleh dari kisah hidup Nelson Mandela. Seorang pemimpin besar Afrika Selatan, yang membawa bangsanya dari negara yang rasialis, menjadi negara yang demokratis dan merdeka. Saya menyaksikan sendiri dalam sebuah acara talk show TV yang dipandu oleh presenter terkenal Oprah Winfrey, bagaimana Nelson Mandela menceritakan bahwa selama penderitaan 27 tahun dalam penjara pemerintah Apartheid, justru melahirkan perubahan dalam dirinya. Dia mengalami perubahan karakter dan memperoleh kedamaian dalam dirinya. Sehingga dia menjadi manusia yang rendah hati dan mau memaafkan mereka yang telah membuatnya menderita selama bertahun-tahun. Seperti yang dikatakan oleh penulis buku terkenal, Kenneth Blanchard, bahwa kepemimpinan dimulai dari dalam hati dan keluar untuk melayani mereka yang dipimpinnya. Perubahan karakter adalah segala-galanya bagi seorang pemimpin sejati. Tanpa perubahan dari dalam, tanpa kedamaian diri, tanpa kerendahan hati, tanpa adanya integritas yang kokoh, daya tahan menghadapi kesulitan dan tantangan, dan visi serta misi yang jelas, seseorang tidak akan pernah menjadi pemimpin sejati. Karakter Seorang Pemimpin Sejati Setiap kita memiliki kapasitas untuk menjadi pemimpin. Dalam tulisan ini saya memperkenalkan sebuah jenis kepemimpinan yang saya sebut dengan Q Leader. Kepemimpinan Q dalam hal ini memiliki empat makna. Pertama, Q berarti kecerdasan atau intelligence (seperti dalam IQ – Kecerdasan Intelektual, EQ – Kecerdasan Emosional, dan SQ – Kecerdasan Spiritual). Q Leader berarti seorang pemimpin yang memiliki kecerdasan IQ—EQ—SQ yang cukup tinggi. Kedua, Q Leader berarti kepemimpinan yang memiliki quality, baik dari aspek visioner maupun aspek manajerial. Ketiga, Q Leader berarti seorang pemimpin yang memiliki qi (dibaca ‘chi’ – bahasa Mandarin yang berarti energi kehidupan). Makna Q keempat adalah seperti yang dipopulerkan oleh KH Abdullah Gymnastiar sebagai qolbu atau inner self. Seorang pemimpin sejati adalah seseorang yang sungguh-sungguh mengenali dirinya (qolbu-nya) dan dapat mengelola dan mengendalikannya (self management atau qolbu management). Menjadi seorang pemimpin Q berarti menjadi seorang pemimpin yang selalu belajar dan bertumbuh senantiasa untuk mencapai tingkat atau kadar Q (intelligence – quality – qi — qolbu) yang lebih tinggi dalam upaya pencapaian misi dan tujuan organisasi maupun pencapaian makna kehidupan setiap pribadi seorang pemimpin. Untuk menutup tulisan ini, saya merangkum kepemimpinan Q dalam tiga aspek penting dan saya singkat menjadi 3C , yaitu: 1. Perubahan karakter dari dalam diri (character change) 2. Visi yang jelas (clear vision) 3. Kemampuan atau kompetensi yang tinggi (competence) Ketiga hal tersebut dilandasi oleh suatu sikap disiplin yang tinggi untuk senantiasa bertumbuh, belajar dan berkembang baik secara internal (pengembangan kemampuan intrapersonal, kemampuan teknis, pengetahuan, dll) maupun dalam hubungannya dengan orang lain (pengembangan kemampuan interpersonal dan metoda kepemimpinan). Seperti yang dikatakan oleh John Maxwell: ”The only way that I can keep leading is to keep growing. The day I stop growing, somebody else takes the leadership baton. That is the way it always it.” Satu-satunya cara agar saya tetap menjadi pemimpin adalah saya harus senantiasa bertumbuh. Ketika saya berhenti bertumbuh, orang lain akan mengambil alih kepemimpinan tersebut.n</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wulanku.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wulanku.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wulanku.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wulanku.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wulanku.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wulanku.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wulanku.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wulanku.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wulanku.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wulanku.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wulanku.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wulanku.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wulanku.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wulanku.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wulanku.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wulanku.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wulanku.wordpress.com&amp;blog=408398&amp;post=27&amp;subd=wulanku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wulanku.wordpress.com/2007/02/07/kepemimpinan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6110f20169c90b5ea5d469ff2244ad0d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">wulanku</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
